Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S.T.
Calvin Verdonk (depan paling kiri layar) saat memperkuat LOSC Lille melawan SK Brann (25/9/2025) di pentas Europa League (losc.fr)
M. Fuad S.T.

Perjalanan karier Calvin Verdonk di pentas Ligue One Prancis musim ini sejatinya masih belum menemukan titik yang benar-benar stabil.

Semenjak memutuskan untuk berpindah klub dan liga pada awal bulan September 2025 lalu, harus diakui bahwa pemain yang berposisi sebagai fullback kiri tersebut belum sepenuhnya bisa mengunci posisinya dalam tim.

Berdasarkan data dari laman transfermarkt, hingga sejauh ini Verdonk baru mencatatkan 20 pertandingan bersama Lille dengan total mendapatkan 1.094 menit bermain.

Grafik permainannya pun cukup bervariasi. Sebagian dari laga-laga tersebut dijalani Verdonk sebagai pemain pengganti, sementara sebagian lainnya dia jalani sebagai pemain sebelas pertama.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, eks pemain NEC Nijmegen tersebut sama sekali tak turun ke lapangan dan hanya menjadi penghangat banku cadangan hingga pertandingan usai.

Meski demikian, belakangan ini sebuah fenomena unik mendampingi perjalanan Verdonk di pentas Ligue One bersama LOSC Lille.

Disadari atau tidak, Verdonk saat ini tak ubahnya sebagai "Little Goddes of Fortune" alias Dewi Fortuna Versi Lite bagi klubnya tersebut.

Hal ini tak lepas dari adanya sebuah fakta, di mana LOSC Lille selalu terhindar dari kekalahan dalam beberapa pertarungan terakhir, ketika Verdonk dimainkan oleh sang pelatih, baik itu sebagai pemain inti, maupun saat menjadi pemain pengganti.

Buktinya? Ada banyak! Tentu saja saya tak akan berani menulis hal ini jika tak ada bukti-bukti nyata yang mendukung statemen yang saya keluarkan ini.

Seperti misal, di pentas UEFA Europa League atau yang biasa kita kenal sebagai kasta kedua kompetisi antar klub di pentas Benua Biru, dalam 4 pertandingan terakhir yang dijalani oleh LOSC Lille sejak bulan Januari 2026 lalu, klub Prancis itu mencatatkan 2 kemenangan ketika Verdonk dimainkan, dan menelan 2 kekalahan ketika pemain Timnas Indonesia itu diparkirkan.

Dalam catatan transfermarkt.com, dua laga melawan Red Star (20/2/2026), Lille kalah 0-1 dari sang lawan, dan terakhir, tanpa Verdonk mereka juga kandas 0-1 dari Aston Villa ketika menjalani babak 16 besar turnamen pada tanggal 13 Maret kemarin.

Hal serupa juga terlihat di pentas Ligue One. Dari 5 pertandingan terakhir, LOSC Lille mencatatkan 3 kemenangan ketika Verdonk turun ke lapangan.

Masing-masing ketika bersua dengan Anger SCO (22/2/2026), FC Nantes (01/3/2026) dan terakhir melawan Rennes (16/3/2026). Sementara dua laga lainnya ketika Verdonk berada di bangku cadangan, Lille harus puas hanya mendapatkan satu poin saja, yakni saat melawan Stade Brestois (15/2/2026) dan FC Lorient (8/3/2026).

Apakah masih kurang bukti bahwa Verdonk saat ini ibarat Dewi Fortuna Kecil bagi LOSC Lille? Jika masih kurang, saya berikan lagi satu buktinya yakni dari ajang Coupe De France.

Dalam catatan laman transfermarkt, Lille telah memainkan dua pertandingan di ajang ini. Di babak kelima melawan US Lusitanos (20/12/2025), Lille yang memainkan Verdonk dalam tim, sukses menang 1-0 dari sang lawan. 

Sementara di pertandingan kedua melawan Olympique Lyon pada tanggal 12 Januari 2026 lalu, Lille yang tanpa Verdonk dalam tim, harus kandas 1-2 dari sang lawan.

Jadi, sepertinya tak salah jika belakangan ini saya pribadi menjuluki Verdonk sebagai Dewi Fortuna Versi Lite, mengingat keberadaannya yang kerap membawa hoki bagi perjuangan LOSC Lille. 

Semoga saja keberuntungan yang dibawa oleh Verdonk ini terus bertahan dan membuat Lille mendapatkan impact yang positif dengan kedatangannya.