Laga pembuka perhelatan Piala AFF 2022 grup A yang mempertemukan Malaysia dan Myanmar, diwarnai sebuah momen yang unik. Pada pertandingan yang digelar di Thuwunna Stadium, markas Myanmar tersebut, tim Harimau Malaya berhasil mencuri kemenangan tipis melalui gol tunggal Faisal Halim kala pertandingan berjalan 52 menit.
Namun, ada sebuah momen unik yang tertangkap kamera pada pertandingan perdana kedua kesebelasan, yakni ketika ekspresi Asnawi Mangkualam Bahar dicontek oleh beberapa pemain Malaysia untuk meluapkan emosi mereka. Iya, sekadar mengingatkan, pada laga semifinal gelaran Piala AFF 2020 lalu, Indonesia bersua dengan Singapura di leg kedua babak empat besar. Kala itu, menjelang pertandingan berakhir, Singapura mendapatkan hadiah penalti dari wasit Kassem Matar Al Hatmi dari Oman.
Namun, insting dan reflek berkelas seorang Nadeo Argawinata berhasil mementahkan peluang emas Singapura untuk memenangkan pertandingan. Faris Ramli yang mengeksekusi penalti, tak berhasil menjaringkan bola karena berhasil diblok dengan baik oleh Nadeo. Saat Faris tengah dirundung kesedihan karena gagal penalti, Asnawi berlari menghampiri sang pemain dan mengucapkan "thank you" kepadanya.
BACA JUGA: Rizky Billar Gendong Lesti Kejora, Caption Fotonya Sindir Menohok Haters: Kasihan Billar...
Tampaknya, momen yang dilakukan oleh Asnawi juga menjalar pada para pemain Malaysia. Pada pertandingan pembuka tersebut, Myanmar yang tertinggal sejak menit ke 52 mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Pada menit ke 90+3, Myanmar mendapatkan hadiah penalti yang kontroversial dari pengadil pertandingan.
Namun, eksekusi yang dilakukan oleh Win Naing Tun gagal berbuah gol karena kiper Malaysia, Syihan Hazmi mampu membaca arah bola dengan baik. Dan disinilah, momen seperti apa yang dilakukan oleh Asnawi pada Piala AFF 2020 lalu terulang. Pasca kegagalan penalti yang dilakukan Win Naing Tun, para pemain Malaysia langsung mendatangi pemain Myanmar tersebut dan mengerubunginya. Tampak sekali mereka meluapkan emosi karena selamat dari kebobolan. Setidaknya, Azam Azmi, Aliff Haiqal dan Sharul Nazeem berteriak-teriak disekitar Win Naing Tun hingga membuat wasit harus mengingatkan mereka.
Beruntung, para pemain Myanmar tak terpancing dan pertandingan berjalan hingga usai tanpa adanya insiden yang berarti. Wah, mengungkapkan emosi boleh-boleh saja sih ya, tapi harus tetap respek juga kepada lawan. Karena bagaimanapun, sepak bola adalah sebuah olah raga yang menjunjung tinggi sportifitas.
Video yang kamu lewatkan.
Baca Juga
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan
-
1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
Hobi
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?
-
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
Terkini
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam