Laga lanjutan gelaran Piala AFF 2022 antara tuan rumah Indonesia melawan Thailand berakhir dengan imbang. Memainkan laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah harus rela ditahan imbang 1-1 oleh Thailand. Sebuah hasil minor bagi tuan rumah karena selain berlaga di depan pendukung setianya, Mark Klok dan kolega juga unggul dalam jumlah pemain.
Namun sayangnya, pertandingan yang berlangsung dengan sengit tersebut tak diimbangi dengan kelakuan sportif dari para pendukung tuan rumah. Menjelang laga yang bisa saja menjadi penentu kelolosan kedua kesebelasan tersebut, oknum suporter tuan rumah melakukan tindakan tak terpuji dengan melempari bus yang mengangkut pemain Thailand.
Kejadian yang mencederai sportifitas sekaligus membuat malu ini diunggah oleh akun instagram @lambe_turah.
Dalam unggahan tersebut, akun instagram @lambe_turah menuliskan sebuah judul yang cukup membuat miris, "Viral Bus Timnas Thailand Kena Sasaran Lembaran di GBK". Sebuah judul yang tentu membuat para pendukung sejati timnas Indonesia harus koreksi diri.
Sontak saja kelakuan tak terpuji dari oknum suporter tuan rumah tersebut menuai beragam kecaman dari para warganet.
Hingga saat ini, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari lima ribu komentar dan 61 ribu tanda hati. Komentar yang dilayangkan para warganet pun kebanyakan menyayangkan tindakan tersebut.
"Gini kok mau jadi tuan rumah Pildun U-20. Kalian norak si paling Timnas," tulis akun @andi_riyant***.
"Teriak usut tuntas kanjuruhan, tapi budaya lempar batu ke bus official masih dipertahankan," komentar akun @rizqalfa***.
"Tolonglah koperatif, kalau begini kan makin mencoreng citra persepakbolaan Indonesia," pinta akun @pentol_idolagre***.
"Sejenis peristiwa di kanjuruan, tapi kalau ada apa-apa pasti yang disalahin aparat padahal yang duluan mancing keributan siapa? Ya suporter," komentar akun @cendialby.bagaska***.
"Bikin malu aja, harusnya yang lempar batu ditangkep dan di blacklist seumur hidup ga boleh nonton bola," komentar @53martin.simarem***.
Pertarungan antara timnas Indonesia melawan Thailand sendiri berkesudahan dengan skor 1-1. Gol bagi tuan rumah Indonesia dicetak oleh Mark Klok melalui titik penalti, sementara bagi tim tamu, gol diciptakan oleh Sarach Yooyen melalui tendangan yang terdefleksi oleh kaki Ricky Kambuaya.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
-
Piala Dunia 2026 dan Poin Perdana Qatar yang Sejatinya Tak Begitu Membantu Mereka di Kontestasi
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran
Artikel Terkait
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Dari Yugoslavia hingga Hindia Belanda: Negara-Negara yang Pernah Tampil di Piala Dunia Kini Hilang
-
Pernah Dibobol Ragnar Oratmangoen, Kiper Arab Saudi Sabet Rekor Saves Terbanyak di Piala Dunia 2026
-
Gagal Angkat Trofi di Medan, Mathew Baker Haru Bela Timnas Indonesia di Tempat Leluhur
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Setelah Juara Langsung Jadi Manusia Silver: Kutukan Ganda Putra Indonesia?
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
2026 Tahun Terakhir Melihat Messi dan Ronaldo di Piala Dunia: Akhir dari Sebuah Era?
-
Baru Mulai 6 Menit, Felix Nmecha Cetak Gol Kilat Jerman di Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bosan Kerja Sendirian? WFC Journal Mengubah Meja Kopi Jadi Lingkaran Pertemanan
-
Kwon Eun Bin CLC Pensiun dari Dunia Hiburan Setelah 10 Tahun, Ini Alasannya
-
Capek Sedikit, Checkout Banyak: Emotional Spending Gen Z di Era Digital
-
Film Hokum: Menelisik Mitos yang Turun-temurun Hidup dalam Ingatan Kolektif
-
Karya Legendaris Idrus: Menelanjangi Luka Sejarah dan Trauma Zaman Jepang