Kegagalan timnas Indonesia menembus babak semifinal ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 atau yang dulunya bernama AFF Cup tentunya menjadi pukulan telak bagi pesepakbolaan Indonesia. Melansir dari laman instagram @faktabola, timnas Indonesia yang di laga terakhir grup A harus puas bermain imbang saat melawan Singapura dengan skor akhir 1-1 terpaksa harus kembali mengubur mimpinya meraih gelar juara ASEAN Hyundai Cup atau AFF Cup untuk pertama kalinya.
“Indonesia ditahan imbang oleh Singapore! Dengan hasil ini Indonesia tersingkir, dan Singapore melaju ke semi-final,” tulis laman instagram @faktabola.
Gagalnya timnas Indonesia melaju ke babak semifinal atau lolos fase grup ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 juga menjadi tamparan keras bagi federasi sepakbola Indonesia atau PSSI. Pasalnya, sebelumnya PSSI cukup optimis timnas Indonesia mampu minimal melaju hingga ke partai final ajang ASEAN Hyundai Cup 2026.
Berbekal kombinasi para pemain naturalisasi dan talenta lokal timnas Indonesia, skuad garuda sebelumnya diprediksi akan lolos mudah dari fase grup A turnamen tersebut. Belum lagi pelatih sarat pengalaman seperti John Herdman kian menambah rasa optimisme penggemar sepakbola Indonesia pada edisi turnamen kali ini.
Namun, ekspektasi tinggi tersebut ternyata tak sesuai dengan realitas. Menang dalam dua laga awal atas Kamboja dan Timor-leste ternyata tak jadi jaminan prestasi di turnamen kali ini. Skuad garuda harus rela dibantai Vietnam 0-3 dan ditahan imbang Singapura 1-1 yang kemudian kembali memupuskan mimpi skuad garuda di ajang tertinggi kancah sepakbola Asia tenggara tersebut.
Di sisi lain, hasil mengecewakan ini kembali mengangkat nama mantan pelatih timnas Indonesia, yakni Shin Tae-yong. Mengapa pelatih asal Korea Selatan tersebut kembali disinggung?
Dalam 10 Tahun Terakhir, Shin Tae-yong Sukses Jadi Pelatih Terbaik Timnas Indonesia
Gagalnya John Herdman meraih prestasi di ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 kembali membuat dirinya dibandingkan dengan mantan pelatih timnas Indonesia sebelumnya, yakni Shin Tae-yong. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), saat melatih timnas Indonesia dari kurun waktu 2019 hingga 2025 silam, pelatih asal Korea Selatan tersebut sudah merasakan tiga edisi ajang AFF Cup.
Dari ketiga edisi tersebut, prestasi terbaik Shin Tae-yong adalah sukses mengantarkan timnas Indonesia meraih posisi runner-up pada edisi AFF Cup 2020 silam. Lebih luar biasanya lagi, prestasi tersebut ditorehkan sang pelatih hanya dalam sekitar satu tahun setelah dirinya ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia.
Hal inilah yang kemudia membuat nama John Herdman dibandingkan dengan Shin Tae-yong di ajang AFF Cup. Belum lagi saat itu Shin Tae-yong yang hanya berbekal dominasi skuad pemain muda di ajang AFF Cup 2020 justru bisa melaju ke babak final meskipun harus kandas dari timnas Thailand di partai puncak.
Lebih jauh lagi, nama Shin Tae-yong memang dianggap layak menyandang predikat sebagai pelatih terbaik timnas Indonesi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Meskipun hanya mampu membawa timnas Indonesia meraih posisi runner-up di ajang AFF Cup 2020 silam, dirinya sukses meninggalkan warisan yang mungkin akan sulit disamai oleh John Herdman untuk saat ini.
Bayangkan saja, Shin Tae-yong yang memegang tiga level tim nasional, yakni U-20, U-23 dan timnas senior sukses meloloskan ketiga tim nasional Indonesia tersebut ke ajang Piala Asia setelah sekian lama. Hal ini menjadi pengingat jika kualitas pelatih asal Korea Selatan tersebut memang tak bisa dianggap remeh dan layak masuk dalam sejarah pesepakbolaan Indonesia.
Lalu, bagaimanakah dengan John Herdman di timnas Indonesia? Sepertinya pelatih asal Inggris tersebut harus bisa membuktikan kualitas dirinya bisa melampaui atau setidaknya menyamai prestasi yang sudah diberikan Shin Tae-yong di timnas Indonesia.
Baca Juga
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
Artikel Terkait
-
Erick Thohir Bongkar Skuat Mewah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Misi Balas Kegagalan Piala AFF
-
Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jay Idzes, Kevin Diks, Emil Audero Bakal Main, Indonesia Full Team di FIFA ASEAN Cup 2026?
-
Erick Thohir Ada Agenda sebagai Menpora, PSSI Tunda Evaluasi Kegagalan John Herdman
-
Kusutnya Timnas India Calon Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Hobi
-
Bukan Ducati! Ancaman Aprilia Juatru Datang dari Tim Satelitnya Sendiri
-
Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang
-
Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
Terkini
-
Gak Perlu Mahal! 5 Rekomendasi Smartwatch Berkualitas dan Ramah di Kantong
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Jeongyeon TWICE Keluar JYP Entertainment, Tulis Surat Hangat untuk Fans
-
Keinginan Remaja vs Orang Tua dalam How Could You Do This to Me, Mum?