Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Marco Bezzecchi dan Tim (Instagram/marcobez72)
Desyta Rina Marta Guritno

Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, berhasil meraih podium 3 setelah berjuang selama 10 putaran di sprint race MotoGP Inggris 2026.

Meskipun tidak menang, podium kali ini sepertinya sangat berkesan bagi Bezzecchi karena diraihnya setelah masa-masa sulit.

Bezzecchi, yang sempat tampil dominan di awal musim, mengalami penurunan performa yang cukup signifikan. Terbukti dari posisinya sebagai pemimpin klasemen yang kemudian turun sampai ke posisi 4 saat jeda paruh musim.

Tak berhenti di situ, pembalap asal Italia ini kemudian mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi (Q2) MotoGP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. 

Ini membuat Bezz mengalami patah tulang selangka kiri (fraktur lengkap dan bergeser) serta cedera/luka pada lutut kiri.

Bezzecchi langsung terbang ke Italia untuk menjalani operasi tulang selangka di bawah penanganan Dr. Giuseppe Porcellini, serta prosedur pembersihan luka pada lutut kirinya beberapa waktu kemudian.

Jeda paruh musim kemarin dimanfaatkan Bezz untuk memulihkan kembali kondisi fisiknya. Namun, meskipun sudah dinyatakan fit untuk balapan lagi, Bezzecchi mengaku masih merasakan sakit di tubuhnya dan sangat lelah setelah balapan.

Saya merasa sangat, sangat lelah. Saya mulai kesulitan. Empat putaran menjelang akhir, saya benar-benar merasakan penurunan performa fisik saya," ujar Bezzecchi, dilansir dari laman Motorsport.

Secara keseluruhan, sakit yang dia rasakan ada di mana-mana karena dia masih belum memiliki cukup kekuatan di tubuh bagian atas sebelah kiri.

Itulah yang membuat Bezzecchi merasa tidak cukup percaya diri dan yakin menjalani balapan hari Sabtu kemarin. Bahkan sebelumnya, yakni di sesi kualifikasi, Bezzecchi sudah sangat tersiksa dengan rasa sakit di tubuhnya.

Ini berat. Aku sama sekali tidak menduganya karena pagi ini ketika bangun tidur, aku merasa jauh lebih buruk daripada kemarin. Setelah sesi kualifikasi, saya merasa hancur. Sesi kualifikasi benar-benar menghancurkan saya. Untuk menyelesaikan putaran itu, saya benar-benar harus mengerahkan upaya yang selalu berat," tambahnya.

Start dari P5, Bezzecchi sempat menyalip beberapa posisi tepat saat balapan dimulai, meskipun setelah itu dia harus kembali turun ke P5.

Namun, ketika motor Ducati milik Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio mulai mengalami masalah pada ban pada paruh kedua balapan, Bezz memanfaatkan momen ini untuk kembali menyalip.

Hingga pada akhirnya dia berhasil menduduki P3 dan mempertahankannya hingga melewati garis finis. Usai balapan, Bezz tak kuasa menahan tangis dan langsung menghampiri timnya.

Setelah serangkaian hasil buruk, podium di sprint race kemarin tentu menjadi momen yang berkesan bagi Bezzecchi.

Kemudian, saat ditanya apakah dia bisa mengulang kesuksesannya di hari Sabtu pada sesi balap utama hari Minggu? Bezz menjawab apa adanya.

Tentu dia menginginkan hasil yang setidaknya sama atau kalau bisa lebih tinggi dibandingkan sprint, tapi menyadari kondisi fisiknya yang masih lemah Bezz tidak ingin menaruh ekspektasi terlalu tinggi.

Saya harap begitu. Tentu saja, saya harap begitu, tetapi jujur saja saya rasa tidak," katanya.

Podium ketiga di sprint race MotoGP Inggris 2026 menjadi bukti bahwa Bezzecchi masih mampu memberikan perlawanan meski belum sepenuhnya pulih dari cedera.

Dengan kondisi fisik yang belum prima, finis di posisi tiga tentu bukan hasil yang bisa dianggap biasa, terlebih setelah melewati periode sulit dalam beberapa balapan terakhir.

Dan pada akhirnya, Bezzecchi mampu mengulang kesuksesannya di hari Minggu dengan finis di posisi yang sama. Bahkan, setelah GP Inggris ini dia juga berhasil naik ke urutan dua klasemen sementara.