Pasca menuai hasil negatif di laga perdana melawan Iraq U-20, timnas Indonesia harus segera bangkit di laga kedua. Disadur dari laman the-afc.com (3/3/2023), anak asuh Shin Tae Yong tersebut akan bersua dengan Suriah U-20 pada pertandingan kedua fase grup A. Menurut jadwal, pertandingan antara Timnas Indonesia U-20 melawan Suriah U-20 akan digelar pada Sabtu (4/3/2023) mendatang dan bertempat di Lokomotif Stadium, Tashkent.
Terjungkal pada pertandingan perdana, mau tak mau Muhammad Ferrari dan kolega harus bisa bangkit dan menuai hasil sempurna. Pasalnya, jika mereka kembali menuai hasil minor, maka kans untuk melaju ke babak delapan besar gelaran akan semakin sulit untuk digapai. Bahkan, jika skuat Garuda kembali menelan kekalahan, mereka bisa dipastikan akan angkat koper dari gelaran karena sudah tak mungkin lagi dapat menembus babak berikutnya.
Namun sayangnya, mengusung misi kebangkitan di laga kedua melawan Suriah bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Pasalnya, timnas Indonesia saat ini tengah mengalami beberapa kendala internal. Selain mental bertanding yang masih menjadi masalah utama, mereka saat ini juga belum bisa menunjukkan permainan yang kreatif.
Tak adanya sosok Marselino Ferdinan di lini tengah skuat Garuda, sangat terlihat imbasnya dalam permainan. Di laga pertama melawan Iraq U-20 lalu, lini tengah Timnas Indonesia minim kreatifitas dari lapangan tengah, bahkan cenderung memainkan bola-bola sayap mengandalkan crossing yang tentu saja bisa dengan mudah diantisipasi, mengingat postur pemain Iraq U-20 yang lebih baik.
Akan berbeda halnya jika timnas U-20 diisi oleh Marselino. Pemain yang kini membela KMSK Deinze tersebut bisa saja membantu permainan timnas U-20 dengan olah bola yang dimiliki. Pemain berusia 18 tahun tersebut memang dikenal memiliki kreatifitas yang mumpuni di lini tengah tim yang dibelanya. Selain bisa bermain free role, Marselino juga seringkali menunjukkan pergerakan kejutan yang bisa membuat lini pertahanan tim lawan keteteran.
Dan seperti yang kita lihat bersama, permainan Timnas U-20 tanpa seorang Marselino Ferdinan masih sangat minim kreatifitas, masih monoton dan tak berkembang seperti harapan sang pelatih. Pun demikian halnya dengan para pemain pengganti, mereka belum bisa menunjukkan performa maksimal sepertimana yang ditunjukkan oleh Marselino Ferdinan sebelumnya.
Semoga saja di laga kedua nanti anak-anak Garuda bisa bermain jauh lebih baik lagi ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Demi Perkuat Timnas Indonesia, Indra Sjafri Minta Erick Thohir Pulangkan Pemain Rp 4,35 Miliar Ini
-
Nasib Elkan Baggott: Terpinggirkan di Klub, Tak Dilirik Indra Sjafri ke Timnas Indonesia U-22
-
Masalah Timnas Indonesia U-20 Masih Itu-itu Saja Jelang Hadapi Suriah U-20: Akurasi Passing dan Finishing
-
CEK FAKTA: Kejutan, Erick Thohir Bawa Timnas Indonesia Berlatih Bersama Inter Milan?
-
Bukan Alfeandra Dewangga, Shin Tae-yong Panggil Bek Muda PSIS Semarang Ini untuk TC Timnas di SEA Games
Hobi
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
Terkini
-
Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak
-
Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?
-
Sinopsis Akka, Series Kriminal India Terbaru Radhika Apte di Netflix
-
Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi
-
Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan