Belum juga dimainkan, laga babak delapan besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis melawan Maroko sudah mulai tersulut baranya. Bukan tentang pertarungan yang harus dimenangkan oleh kedua kesebelasan demi bisa melaju ke fase semifinal, namun kali ini tensi pertandingan semakin panas karena keputusan kontroversial yang dilakukan oleh induk sepak bola dunia, FIFA.
Berdasarkan rilis resmi laman FIFA, pertarungan fase delapan besar antara Prancis melawan Maroko sendiri bakal dimainkan pada hari Jumat (10/7) di Boston Stadium, Amerika Serikat. Namun, untuk perangkat pertandingan sendiri sudah ditetapkan oleh FIFA beberapa hari sebelum kick off dimulai. Namun sayangnya, seperti yang sedikit saya singgung di atas, FIFA sendiri yang memantik polemik melalui keputusannya menunjuk perangkat pertandingan.
Sekadar menginformasikan, FIFA menetapkan pemimpin pertandingan antara Prancis melawan Maroko nanti adalah wasit berkebangsaan Argentina. Secara logika, tentu saja pemilihan wasit ini tak menyalahi aturan yang telah ditetapkan, di mana pemimpin pertandingan yang bertugas tak berasal dari salah satu kesebelasan yang bertanding.
Bahkan, jika kita melihat dari sudut pandang yang lebih lebar, wasit asal Argentina ini juga tak berasal dari kawasan yang sama dengan kedua petarung. Wasit Facundo Tello yang bertugas di laga tersebut, berasal dari Amerika Selatan, sementara dua tim yang dipandunya berasal dari benua Eropa dan benua Afrika.
Lantas, mengapa pemilihan perangkat pertandingan asal Argentina ini menimbulkan polemik? Mari kita bahas bersama dua alasan mengapa keputusan FIFA terkait dengan pemilihan wasit untuk laga Prancis melawan Maroko ini menjadi bahan rasan-rasan khalayak pencinta sepak bola dunia.
1. Bukan Hanya Wasit, tapi Seluruh Perangkat Pertandingan Berasal dari Argentina
Alasan pertama mengapa penunjukan wasit asal Argentina ini menuai polemik khalayak luas adalah karena ternyata, bukan hanya wasit utama saja yang berasal dari Argentina, namun semua perangkat pertandingan yang bertugas di lapangan, seluruhnya berasal dari negara yang sama.
Selain Facundo Tello yang dipasang sebagai wasit utama, FIFA juga memasang Juan Pablo Belatti sebagai asisten wasit satu serta Gabriel Chade sebagai asisten wasit dua. Tak hanya sampai di sana, FIFA bahkan masih menunjuk Dario Herrera dan Cristian Navarro sebagai fourth official dan wasit cadangan. Dengan demikian, maka lima perangkat pertandingan yang bertugas, seluruhnya berasal dari Argentina.
Bagi saya pribadi, ini adalah sebuah "prestasi minor" dalam kinerja FIFA sendiri. Bagaimana bisa, dalam sebuah pertandingan yang sepenting dan sekelas fase gugur Piala Dunia, seluruh perangkat pertandingan berasal dari negara yang sama? Bukankah itu sama saja membuka adanya potensi persekongkolan di antara mereka?
Logika awamnya seperti ini, jika perangkat pertandingan yang berasal dari beragam negara dan wilayah saja terkadang masih bisa dikondisikan, tentu mereka yang berasal dari satu wilayah --apalagi satu negara--, akan jauh lebih mudah untuk diatur dan dikondisikan berdasarkan kepentingan bukan?
Terlebih lagi jika wasit-wasit tersebut memiliki kepentingan yang sama, tentu akan jauh lebih mudah untuk diatur dan diarahkan. Memang, jajaran wasit yang dimiliki oleh FIFA memiliki integritas yang sangat tinggi, namun pemilihan seluruh perangkat pertandingan --bukan hanya satu atau dua-- dari satu negara, tentunya bukan sebuah hal yang lumrah dan wajar, sekaligus bisa mengundang kecurigaan besar.
2. Rivalitas Prancis dan Argentina
Alasan kedua mengapa pemilihan wasit asal Argentina tersebut memunculkan polemik adalah, karena sang wasit akan memimpin laga yang melibatkan Prancis, yang kita ketahui bersama merupakan salah satu penantang terberat Argentina di gelaran Piala Dunia kali ini.
Saya yakin, meskipun telah empat tahun berselang, kesumat yang dirasakan oleh Prancis setelah kalah di final Piala Dunia edisi 2022 lalu masih sangat mereka rasakan. Maka, sudah pasti mereka akan berupaya keras untuk bisa menebus kegagalan itu, termasuk jika nantinya mereka berhadapan dengan Argentina sekalipun.
Sementara di sisi lain, pemilihan perangkat pertandingan yang full dari Argentina, berpeluang untuk menciptakan konflik kepentingan, yang mana tentu saja menempatkan Prancis untuk menjadi sasarannya. Meskipun sama-sama berat, Argentina tentu akan lebih memilih untuk bertemu dengan Maroko ketimbang Prancis. Karena bagaimanapun, bersua dengan Tim Singa Atlas membuat mereka memiliki peluang untuk memenangi pertandingan yang lebih besar ketimbang bertarung melawan Les Bleus yang di partai final 2022 lalu nyaris mengubur impian Lionel Messi dan kolega merengkuh gelar juara.
Dengan kata lain, jika nantinya Prancis tersingkir di fase delapan besar --karena potensi adanya konflik kepentingan dari perangkat pertandingan yang seluruhnya berasal dari Argentina-- maka Argentina akan kehilangan lawan terberatnya dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026 ini. Karena dengan performa yang ditunjukkan oleh Prancis di turnamen kali ini, sepertinya hanya keajaiban dan konspirasi saja yang bisa menyingkirkan mereka.
Nah, itulah dua alasan dari saya mengapa pemilihan wasit asal Argentina untuk laga Prancis melawan Maroko ini bakal menimbulkan polemik di khalayak luas. Kalau menurut Sobat Bola Yoursay bagaimana? Ada tambahan?
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Legenda Barcelona Rafael Marquez Jadi Pelatih Timnas Meksiko
-
Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko
-
Amerika Serikat Gugur, Christian Pulisic Soroti Klinisnya Lini Depan Belgia
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Siapa yang Pantas Dapat Sepatu Emas?
-
Statistik Laga Prancis vs Maroko: Mbappe CS Harus Waspada Demi Semifinal
Hobi
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan