Langkah Timnas Portugal di ajang Piala Dunia 2026 resmi berakhir di babak 16 besar. Melansir dari laman Instagram @faktabola, skuad berjuluk Seleção das Quinas tersebut resmi gagal melaju ke babak perempat final usai takluk secara dramatis dari Spanyol dengan skor tipis 0-1 dalam laga yang digelar pada Selasa (07/07/2026).
“Siapa sangka gol Merino di menit akhir dari assist cantik Ferran Torres mengantarkan Spanyol ke quarter-final. Berakhir sudah perjalanan Portugal di Pildun kali ini,” tulis laman Instagram @faktabola.
Gol semata wayang Timnas Spanyol sukses dicetak oleh Mikel Merino pada menit ke-90+1 dengan memanfaatkan umpan terukur dari winger andalan mereka, yakni Ferran Torres. Dengan hasil ini, Spanyol resmi melangkah ke babak perempat final sejak terakhir kali pada edisi Piala Dunia 2010, saat mereka juga sukses mengakhiri turnamen kala itu sebagai juara untuk pertama kalinya.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Timnas Portugal masih belum bisa memecahkan rasa penasarannya terhadap gelar Piala Dunia. Terlebih lagi, laga di babak 16 besar ajang Piala Dunia 2026 ini juga menjadi pertandingan terakhir bagi megabintang mereka, yakni Cristiano Ronaldo, yang sebelumnya telah memutuskan akan pensiun dari Timnas Portugal usai gelaran turnamen ini.
Pensiunnya pemain yang identik dengan nomor punggung tujuh tersebut dari kancah internasional tentunya sekaligus mengakhiri perjalanannya bersama skuad Seleção das Quinas sejak pertama kali debut di timnas senior pada tahun 2003 silam. Ia mengakhiri kariernya di tim nasional pada usia 41 tahun.
Lalu, apakah Cristiano Ronaldo sudah layak disebut legenda sepak bola Portugal mengingat dirinya memang menjadi ikon olahraga tersebut di era modern?
Meski Tak Miliki Gelar Piala Dunia, Cristiano Ronaldo Sukses Mengubah Sepak Bola Portugal
Tak bisa dimungkiri bahwa Cristiano Ronaldo memang telah menjelma dari yang awalnya hanya anak biasa di Kepulauan Madeira, Portugal, menjadi salah satu ikon sepak bola dunia modern. Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), Cristiano Ronaldo yang telah mencatatkan 233 penampilan bersama Timnas Portugal sukses mencetak 146 gol sejauh ini.
Jumlah tersebut membuat dirinya menjadi pemain dengan penampilan terbanyak sekaligus pencetak gol terbanyak bagi Timnas Portugal. Tak hanya itu, bersama timnas negaranya, ia juga sukses mempersembahkan tiga gelar prestisius, yakni dua gelar UEFA Nations League pada tahun 2019 dan 2025, serta satu gelar Euro Cup pada edisi 2016 silam.
Prestasi terbaik Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal tentunya adalah saat menjuarai Euro Cup 2016. Sebelumnya, capaian terbaik Portugal hanyalah meraih gelar runner-up pada Euro Cup 2004. Ironisnya, saat itu mereka yang bertindak sebagai tuan rumah justru takluk dari Yunani di partai final dengan skor tipis 0-1.
Di level individu, Cristiano Ronaldo tentunya sudah sangat kenyang dengan raihan prestasi bersama klub-klub yang dibelanya. Bahkan, dirinya menjadi satu dari sedikit pemain dunia yang mampu meraih gelar juara di setiap klub yang ia bela. Mulai dari Sporting Lisbon, Manchester United, Real Madrid, Juventus, hingga Al-Nassr, semuanya pernah ia bawa meraih gelar juara.
Tak hanya itu, dirinya juga kerap kali dinobatkan sebagai pemain terbaik di liga, pencetak gol terbanyak di sebuah kompetisi, dan meraih berbagai gelar individu lainnya. Hal ini tentunya kian menegaskan bahwa dirinya adalah ikon sepak bola Portugal di era modern.
Meskipun ia tak mampu memberikan gelar Piala Dunia kepada Portugal sepanjang karier internasionalnya, Cristiano Ronaldo tetap layak disandingkan dengan legenda-legenda sepak bola Portugal lainnya semacam Eusebio, Luis Figo, Pauleta, Rui Costa, dan Nuno Gomes.
Baca Juga
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
Artikel Terkait
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
PSSI Respons Keresahan Prabowo Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Butuh APBN
-
Prediksi Norwegia vs Inggris: Haaland Siap Bantai Kane CS Demi Semifinal
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual