Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S.T.
Megabintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo (dok. FIFA)
M. Fuad S.T.

Pengabdian panjang Cristiano Ronaldo kepada negaranya, Portugal pada akhirnya menemukan titik perpisahan. Kekalahan dari Spanyol dalam pertarungan bertajuk derby Iberia di babak 16 besar Piala Dunia 2026, menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang sang pemain dalam membela Os Navigadores.

Sama seperti Ronaldo Nazario dari Brasil yang begitu fenomenal, Ronaldo Meidera juga demikian halnya. Bukan hanya fenomenal dalam hal prestasi dan pencapaian individu, Ronaldo juga memiliki peran besar dalam menggendong pencapaian-pencapaian yang didapatkan oleh Portugal.

Bahkan, dalam pandangan saya, keberadaan Ronaldo literally menjadi penggendong dari kemajuan persepakbolaan Portugal, baik itu di level benua, maupun di level dunia. Ingin tahu bukti-buktinya? Baik, mari kita bahas bersama!

1. Peringkat FIFA

Bukti pertama yang saya sampaikan untuk memperkuat klaim bahwa Ronaldo adalah penggendong prestasi Timnas Portugal adalah peringkat FIFA yang mereka miliki. Dalam catatan laman Transfermarkt, Ronaldo sendiri melakoni debutnya di Timnas Portugal senior pada tahun 2003 lalu di usia yang belum genap 19 tahun.

Berdasarkan catatan history FIFA, ketika Ronaldo melakukan debut Timnas, Portugal adalah penghuni tetap angka belasan peringkat FIFA. Namun setelah kedatangan Ronaldo dalam skuat, peringkat yang mereka miliki perlahan mulai membaik. Memang, peringkat Portugal bergerak dinamis seperti peringkat-peringkat negara lainnya, namun semenjak tahun 2010 yang bertepatan dengan masa-masa prime awal karier persepakbolaan Ronaldo, peringkat Portugal tercatat hanya beberapa kali saja berada di posisi yang lebih rendah dari 10 besar FIFA. 

Selebihnya, selalu bertengger di sepuluh besar dunia, lima besar dunia, atau bahkan tiga besar dunia. Tren peningkatan peringkat FIFA ini tentunya sangat berbeda dengan sebelum Ronaldo membersamai tim. Di mana peringkat Portugal selain mengendap di peringkat belasan FIFA, juga sempat menyentuh angka 50 FIFA di beberapa tahun sebelumnya.

2. Langganan Bermain di Level Benua

Bukti kedua Ronaldo menggendong prestasi Timnas Portugal juga bisa kita lihat dalam partisipasi dan pencapaian mereka di pentas persepakbolaan benua. Berdasarkan data yang saya dapatkan dari laman UEFA, sebelum keberadaan Ronaldo dalam tim, Portugal hanya mampu tiga kali saja berpartisipasi di Piala Eropa. Prestasi terbaik yang mereka rengkuh saat itu pun hanya sampai di fase semifinal yang kala itu mereka catatkan di edisi 1984 dan 2000. Sementara satu lagi keikutsertaan di tahun 1996, hanya berakhir di fase perempat final saja.

Perbedaan yang sangat mencolok terjadi setelah Ronaldo masuk dalam skuat. Dimulai dari Piala Eropa 2004 --yang berujung label runner-up di kandang sendiri--, Ronaldo selalu bisa membawa Portugal berlaga di Piala Eropa edisi-edisi sesudahnya. Bahkan, titel yang mereka dpatkan juga mengalami peningkatan. Bukan hanya label runner-up apalagi semifinal, keberadaan Ronaldo dalam tim juga membuahkan satu gelar juara Eropa ketika mereka bertarung di edisi Prancis tahun 2016 lalu.

Selain Piala Eropa, pencapaian manis juga ditorehkan Portugal ketika bersama Ronaldo di pentas UEFA Nations League. Dari empat musim yang telah berjalan, Ronaldo berhasil membawa Portugal meraih podium tertinggi sebanyak dua kali. Selain menggenggam gelar juara di musim 2018/2019, Ronaldo bersama Portugal juga sukses menahbiskan diri sebagai tim terbaik Eropa di musim 2024/2025 kemarin.

3. Karyawan Tetap di Level Dunia

Satu lagi perbedaan mencolok yang terjadi pada Timnas Portugal setelah kedatangan Ronaldo adalah, Portugal bertransformasi menjadi tim langganan tampil di ajang sepak bola paling prestisius sejagat raya, Piala Dunia. Dalam catatan FIFA, sebelum era Ronaldo, Portugal hanya tiga kali saja tercatat menjadi partisipan di Piala Dunia, yakni pada edisi 1966, 1986 dan 2002.

Uniknya, setelah Ronaldo menjadi bagian dari Os Navegadores, mereka langsung turut serta di enam Piala Dunia setelahnya. Dimulai dari edisi 2006 di Jerman, kemudian 2010 di Afrika Selatan, 2014 di Brasil, 2018 di Rusia, 2022 di Qatar, hingga 2026 ini di benua Amerika.

Itu artinya, keberadaan Ronaldo dalam tim Portugal, membuat mereka mencatatkan penampilan di Piala Dunia dua kali lipat lebih banyak ketimbang sebelum bergabungnya Ronaldo dalam tim. Benar-benar peningkatan yang sangat mencolok bukan?

Nah, dari bukti-butkti yang saya paparkan ini, sepertinya tak berlebihan jika kita menyebut bahwa Ronaldo benar-benar penggendong prestasi Timnas Sepak Bola Portugal di pentas internasional ya!