Selama menangani skuat Timnas Indonesia, coach Shin Tae Yong sejauh ini memang belum bisa memberikan titel juara bagi Indonesia. Catatan terbaik dari pelatih asal Korea Selatan tersebut adalah runner up Piala AFF tahun 2020, dan medali perunggu Sea Games 2021 yang berlangsung di Vietnam. Maka tak ayal, banyak pihak-pihak yang menaruh rasa tak suka kepada pelatih timnas Korea Selatan di perhelatan Piala Dunia Rusia 2018 tersebut.
Sejatinya, ada beragam alasan yang bisa membuat orang-orang tak menyukai keberadaan Shin Tae Yong sebagai pelatih timnas Indonesia. Namun, ada banyak alasan pula yang membuat para pendukung timnas Indonesia menyukai keberadaan STY dalam memoles skuat Timnas Indonesia.
BACA JUGA: FIFA U-17: 7 Kali Lolos ke Putaran Final, Negara Ini Selalu Kandas di Fase Grup
Baru-baru ini, asisten pelatih coach STY, yakni Nova Arianto membeberkan sebuah fakta yang bisa saja menjadikan pelatih asal Korea Selatan tersebut tak disukai keberadaannya di Indonesia. Dalam sebuah momen yang terekam dalam siniar akun YouTube Vivagoal Indonesia, mantan pemain Persib Bandung tersebut menyatakan sebuah hal yang cukup mengejutkan mengenai coach STY.
Dalam pengakuannya, STY adalah sosok pelatih yang tak bisa diajak bermain curang oleh siapapun. STY berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Indonesia dan menurunkan pemain terbaik yang dia miliki dalam setiap pertandingan.
BACA JUGA: 5 Fakta Menarik Perhelatan Piala Dunia U-17, Simak Ulasan Lengkapnya!
Tak hanya itu, dalam pandangan Nova Arianto, coach Shin Tae Yong merupakan tipikal pelatih yang tak mau diganggu gugat dalam hal taktik dan strategi permainan yang dikembangkannya. Maka tak mengherankan jika selama era kepelatihan Shin Tae Yong, permainan Timnas Indonesia melonjak pesat karena para pemain yang diturunkan di lapangan murni pilihan dari sang pelatih.
Menurut coach Nova, praktik-praktik semacam ini sudah terjadi bertahun-tahun di tubuh Timnas Indonesia, namun baru belakangan ini praktik tersebut benar-benar dilawan oleh sang pelatih. Maka tak mengherankan bukan, jika akhir-akhir ini banyak petinggi-petinggi federasi yang berseberangan jalan dengan coach Shin?
BACA JUGA: FIFA U-17: Cek Kesiapan, Timnas U-17 Bisa Uji Tanding Lawan Negara Satu Ini
Semoga saja, dengan idealisme dan ketulusan coach Shin Tae Yong dalam melatih skuat Garuda, kedepannya bisa membuat timnas Indonesia menjadi tim yang diperhitungkan di kancah persepakbolaan internasional.
Kalau sudah mendapatkan penjelasan seperti ini dari coach Nova Arianto, pendapat teman-teman bagaimana nih?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
Artikel Terkait
-
Cek Fakta: Amanda Manopo Disebut Jadi Orang Ketiga dalam Isi Chat WA Arya Saloka dan Putri Anne
-
Saddil Ramdani Mencak-mencak, Ilias Anhaft Sudah Siap Bela Timnas Indonesia: Sangat Terbuka!
-
8 Pemain Abroad yang Bisa Perkuat Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023
-
Coach Justin Sebut Saddil Ramdani Harus Sadar Diri?
-
Elkan Baggott Belum Tembus Skuat Utama Ipswich Town dan Bakal Dipinjamkan Lagi, Faktor Label Timnas Indonesia?
Hobi
-
Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
Terkini
-
DC Studios Umumkan Joker: Laugh Riot, Jadi Serial Anime Pertama
-
Membaca Ulang Sang Mahapatih Gajah Mada di Buku Agus Munandar
-
Ulasan The Winning Try: Kisah Tim Rugby Buangan yang Layak Diperjuangkan
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?