Jorge Martin, yang kini tengah memimpin klasemen sementara, secara tidak langsung difavoritkan oleh penggemar MotoGP menjadi calon juara dunia musim ini. Namun, hal tersebut tidak dibenarkan oleh Marc Marquez.
Dalam penampilan terakhir, pembalap asal Spanyol ini diketahui meraih pole position di Silverstone, kemudian dilanjutkan dengan kemenangan di sesi sprint race. Sayangnya, dia hanya finis di P2 saat sesi balap utama sehingga membuat akhir pekannya kurang sempurna.
Kendati demikian, saat meninggalkan GP Inggris Martinator berhasil memperlebar jarak dengan keunggulan 31 angka dari rival terdekatnya, Marco Bezzecchi.
Menjalani paruh kedua musim ini dengan memegang status sebagai pemimpin klasemen tentu menjadi modal yang baik untuk Martin dalam memperjuangkan gelar.
Namun, pemegang gelar juara dunia musim lalu, Marc Marquez membantah bahwa Jorge Martin adalah calon juara dunia musim ini.
Menurut Marc, untuk menjadi juara dunia seorang pembalap harus unggul di setiap balapan, bukan hanya di sirkuit-sirkuit tertentu saja. Sementara itu, pembalap top 3 tidak ada mendominasi sejak awal musim alias performanya cenderung naik turun.
“Jika Anda ingin berjuang memperebutkan gelar juara, Anda tidak bisa hanya menunggu sirkuit kandang Anda. Anda harus tampil maksimal di setiap lintasan, dan saat ini, kami tidak melakukannya," ujar Marc, dilansir dari laman MotoGP News.
Lebih lanjut, Marc juga menepis anggapan yang mengatakan bahwa dirinya masih jadi favorit juara dunia tahun ini. Baginya, tahun ini tidak ada yang menjadi 'favorit'.
Hanya saja, untuk beberapa seri terakhir, kakak kandung Alex Marquez ini mengakui bahwa Jorge Martin menjadi pembalap paling konsisten (tampil di barisan depan), tapi fakta bahwa dia masih bisa dikalahkan oleh pembalap berbeda tidak bisa ditutupi.
“Seperti yang saya katakan, tidak peduli seberapa banyak kalian mengatakan saya adalah favorit, tidak ada favorit di Kejuaraan Dunia ini. Jelas bahwa pembalap yang berbeda bisa mengalahkan Anda setiap hari Minggu, dan saat ini, pembalap yang paling konsisten adalah pemimpin klasemen, Jorge Martín, dan dia mengelolanya dengan sangat baik," lanjutnya.
Terkait dengan rencana di balapan-balapan yang akan datang, Marc mengaku ingin tampil lebih menyerang. Sepertinya dia masih menggunakan strategi yang dilakukannya di paruh pertama musim ini, yakni mencoba finis di sirkuit yang bukan keahliannya, lalu maksimal di sirkuit favoritnya.
Di sisi lain, Marc juga menyadari bahwa di depannya kini ada 3 pembalap yang sejauh ini tampil lebih baik darinya. Itu artinya misinya akan menghadapi tantangan yang cukup berat.
Meskipun yang dia incar adalah sirkuit favoritnya, bukan berarti dia bisa menang dengan mudah. Semua tergantung pada performanya sendiri, apakah bisa tampil baik, dan juga performa dari rival-rivalnya tadi.
“Ya, tapi itu tergantung pada bagaimana performa pembalap lain di sirkuit tempat saya meraih hasil yang lebih baik. Kita lihat saja nanti. Namun sekarang ada tiga atau empat sirkuit yang akan datang, dan jika kita ingin mencapai sesuatu, kita harus menyerangnya," katanya.
Masih ada 10 seri yang harus dijalani di sisa musim 2026 ini, masih ada banyak kesempatan pula yang bisa dimanfaatkan. Kesempatan memperbaiki performa, kesempatan menang balapan, dan juga kesempatan mengejar poin untuk menjadi juara dunia.
Pada akhirnya, memang benar apa yang dikatakan Marc bahwa tidak ada pembalap yang menjadi 'favorit' juara dunia musim ini, jadi untuk saat ini masih terlalu dini untuk memprediksi siapa yang akan meraihnya.
Baca Juga
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Bukan Ducati! Ancaman Aprilia Juatru Datang dari Tim Satelitnya Sendiri
-
Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang
-
Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
Artikel Terkait
Hobi
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Bukan Ducati! Ancaman Aprilia Juatru Datang dari Tim Satelitnya Sendiri
-
Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang
Terkini
-
Quarter Life Crisis dan Makna Kemerdekaan Gen Z: Merdeka Bekerja Belum Tentu Merdeka Hidup
-
Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional
-
Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran
-
Epik! Kolaborasi Yura Yunita, Feby Putri, dan Idgitaf Tembus 3 Besar Tren Musik YouTube
-
Menganyam Tradisi, Membangun Kemandirian: Reformasi Pariwisata Kemiren