Berbeda dengan kedua rekannya yang sukses beralih kewarganegaraan menjadi WNI, Justin Hubner harus merasakan kegagalan kala menjalani proses naturalisasi.
Meskipun telah diupayakan oleh PSSI, namun jalan buntu pada akhirnya yang menjadi titik akhir dari beragam tahapan yang dijalani oleh pemain Wolverhampton Wanderers tersebut.
Meskipun saat ini status Justin Hubner masih mengambang, namun sejatinya PSSI harus pula bertindak cepat untuk kembali mendekati pemain berusia 19 tahun tersebut. Karena setidaknya, ada beberapa alasan yang membuat PSSI harus melakukan hal itu.
Mari kita bahas!
1. Kode dari Sang Pemain
Alasan pertama mengapa PSSI harus kembali membuka dialog proses naturalisasi dengan sang pemain adalah karena adanya beragam kode dari Justin.
Di akun Instagramnya @justinhubner5, pemain yang berposisi sebagai center back tersebut kerap melemparkan kode kecintaannya pada Indonesia, termasuk menyematkan bendera Merah Putih pada profilnya.
2. Kualitas di Atas Rata-rata
Alasan kedua, Justin Hubner adalah sosok pemain yang memiliki kualitas di atas rata-rata.
Hal ini dibuktikannya dengan nyata, di mana Justin menjadi salah satu pemain penting bagi skuat Wolverhampton Wanderers dan digadang-gadang akan menjadi salah satu dari lima pemain muda yang bakal bersinar di pentas English Premier League musim ini dan musim-musim mendatang.
3. Investasi Jangka Panjang
Dengan usia yang masih muda, akan sangat bijak rasanya jika PSSI tak melepas begitu saja pemain yang satu ini. Usia Hubner yang baru menyentuh angka 19 tahun, menjadi salah satu garansi jika pemain yang satu ini masih bisa berkarier lama di persepakbolaan profesional.
Jika misalnya rata-rata seorang pemain pensiun di usia 35 tahun, maka setidaknya Hubner masih memiliki waktu hingga 15 tahun untuk berkarier. Coba bayangkan, apa yang bisa dicapai oleh Hubner dengan waktu 15 tahun bersama Timnas Indonesia?
4. Suksesor Jordi Amat
Untuk saat ini, mungkin di posisi seorang Justin Hubner bercokol banyak pemain yang berkualitas. Setidaknya terdapat nama-nama tenar seperti Rizki Ridho, Elkan Baggott, hingga Jordi Amat yang berada di posisi center back seperti yang dimainkan oleh Hubner.
Namun perlu diingat, Jordi Amat yang menjadi pemain paling berpengalaman di lini pertahanan, saat ini sudah memasuki usia kepala tiga, dan bisa saja akan segera pensiun dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan kualitas yang dimiliki oleh Hubner, dirinya akan menjadi seorang suksesor yang mumpuni dan setara bagi seorang Jordi Amat jika nantinya Jordi mengumumkan gantung sepatu dari dunia sepak bola.
Itulah 4 alasan mengapa PSSI sebaiknya tidak melepas Justin Hubner dan melanjutkan proses naturalisasi sang pemain. Ada yang perlu ditambahkan?
Baca Juga
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
Artikel Terkait
-
5 Pencetak Gol Terbanyak Timnas Indonesia Sepanjang Jaman, Ada yang Cetak 70 Gol
-
Hasil AVC Challenge Cup 2023: Indonesia Kalahkan Kazakhstan, Timnas Voli Putra Melaju ke-6 Besar
-
Rafael Struick Starter, ADO Den Haag Pesta Gol dan Clean Sheet
-
Diungkap Sang Ayah, Ternyata Staffan Qabiel Horito Idolakan Asnawi Mangkualam
-
FIFA Matchday September 2023: Siapa Lawan Timnas Indonesia?
Hobi
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
-
Gucci Resmi Masuk Formula 1! Brand Fashion Mewah Kini Ramaikan Dunia Balap
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
Terkini
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?