Hasil tes pramusim Aprilia awal tahun ini mendapat pujian dari berbagai pihak. Dalam tes Sepang yang dilaksanakan awal Februari lalu, pabrikan asal Noale ini berhasil masuk 10 besar hasil keseluruhan, dengan Marco Bezzecchi di posisi kedua, dan Raul Fernandez (satelit Aprilia, Trackhouse Racing) di posisi kesepuluh.
Tak berhenti di situ, dalam tes pramusim kedua, yakni di tes Buriram 2026, Aprilia kembali bersinar. Marco Bezzecchi kini meraih hasil tercepat secara keseluruhan, disusul oleh pembalap Trackhouse, Ai Ogura di urutan kedua, ditambah lagi dengan Jorge Martin yang menempati posisi kedelapan.
Pencapaian Aprilia ini merupakan lanjutan dari tren positif Aprilia musim lalu, di mana mereka berhasil menempati posisi 2 klasemen konstruktor dan Marco Bezzecchi menduduki peringkat 3 klasemen pembalap.
Dengan performa memukau di awal musim, Aprilia mendapat perhatian dari banyak orang, termasuk juara dunia musim lalu, Marc Marquez. Marc secara terang-terangan mengakui bahwa Aprilia tampil sangat baik.
“Tentu saja, Aprilia, terutama dengan Marco, tetapi juga Martin hanya dengan satu tes, dan juga Ogura, mereka telah melakukan peningkatan," ujar Marquez, dilansir dari laman Crash.
Tak sampai di situ saja, pembalap berjuluk The Baby Alien ini tak segan menyebut Marco Bezzecchi sebagai kandidat juara dunia musim ini. Hal tersebut tak terlepas dari prestasi yang sudah diraih Bezzecchi tahun lalu.
“Tahun lalu, Marco sudah menyelesaikan paruh kedua musim dengan sangat cepat. Jadi, dia akan menjadi kandidat juara sejak awal," tambahnya.
Pernyataan Marc ini bukan main-main, jika performa Aprilia dan Bezzecchi konsisten sejak awal seperti tes pramusim, bukan tidak mungkin pembalap Italia ini bisa ikut meramaikan barisan depan dalam setiap balapan. Begitu pula dengan pembalap Aprilia lainnya yang sepertinya juga mulai menunjukkan taring mereka.
Kendati demikian, Marco Bezzecchi enggan terbang atas pujian yang dia dan Aprilia dapatkan. Dia memberi tanggapan yang lebih hati-hati terkait kemajuannya.
Bezzecchi terdengar lebih mengesampingkan hasil yang dia peroleh di pramusim, meskipun tidak memungkiri dia senang karenanya, tapi pembalap bernomor 72 ini tidak mau menganggap remeh rivalnya.
"Saya yakin mereka (lawan) akan datang selama akhir pekan balapan. Mereka sudah bermain cepat hari ini. Kita semua berdekatan. Semoga kami bisa melakukan hal yang sama di akhir pekan balapan, mencoba untuk bersaing dengan mereka. Namun, saat ini sulit untuk memberikan komentar yang jelas,” kata Bezzecchi.
Lebih lanjut, Bezzecchi juga menyatakan bahwa dia ingin fokus untuk bisa tampil maksimal musim ini. Cita-citanya adalah tampil konsisten sejak awal musim, mengingat dalam kurun waktu tersebut pembalap cenderung mengalami pasang surut performa.
"Target utama saya saat ini adalah memulai dengan cara yang lebih baik daripada tahun lalu, karena paruh pertama musim lalu agak naik turun. Jadi, target saya adalah untuk lebih konsisten sejak awal," tambahnya.
Tanggapan yang diberikan Bezzecchi ini bukan merupakan bentuk pesimistis, melainkan kehati-hatiannya untuk menahan euforia yang diterima Aprilia awal musim ini.
Melihat rivalnya, terutama Ducati, masih menjadi favorit juara dan performanya masih kuat, tentu Aprilia tidak ingin muluk-muluk dalam menentukan target di awal musim ini.
Sekarang, Bezzecchi sedang bersiap untuk memulai seri perdana MotoGP 2026 yang akan dilaksanakan di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand, pada akhir pekan ini. Kalau menurut kalian, di posisi berapa Bezzecchi akan finis dalam balapan sprint dan balapan utama nanti?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola
-
Bukan Aksesori, Ini 6 Fungsi Jam Tangan yang Digunakan Wasit Sepak Bola
-
MotoGP Jerman 2026: Kembali ke Sachsenring, Marc Marquez Siap Juara Lagi?
-
Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
Artikel Terkait
Hobi
-
Cetak Brace, Jude Bellingham Bisa Kejar Rekor Messi?
-
Dari Euro 1992 ke Piala Dunia 2026: Benarkah Skandinavia Sedang Menuju Masa Kejayaan Baru?
-
Inggris vs Argentina: Semifinal yang Lebih dari Sekadar Sepak Bola
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
-
Rivalitas Inggris vs Argentina: Sejarah, Gengsi hingga Hand of God
Terkini
-
Sinopsis Legal Beat: Gyakuten no Houtei, Drama Jepang Terbaru Suzuka Ouji
-
Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak
-
4 Daily OOTD Urban Streetwear ala Choi San ATEEZ, Nyaman dan Fashionable!
-
Kritik kepada Pemerintah Bukan Berarti Sedang Mencari Pengganti Presiden
-
Fear of Falling Behind dan Gen Z: Semua Orang Terlihat Sukses, Aku Kapan?