Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) telah melaksanakan drawing Kejuaraan Dunia (BWC) 2023 pada Kamis (10/8) sore dan disiarkan langsung di kanal youtube BWF TV. Berdasarkan hasil drawing, empat wakil Indonesia di sektor ganda putra berhasil mendapatkan BYE di babak 64 besar dan secara otomatis melaju ke babak 32 besar.
Kejuaraan Dunia 2023 sendiri akan segera bergulir mulai 21-27 Agustus 2023 di Copenhagen, Denmark. Perebutan gelar Juara Dunia tahun ini tentunya berlangsung semakin sengit, mengingat perhitungan poin Race to Paris 2024 tengah berjalan.
Melansir tournament software BWF, Indonesia berhasil mengamankan undangan untuk 4 wakil dari sektor ganda putra di Kejuaraan Dunia 2023. Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.
BACA JUGA: Kejuaraan Dunia 2023: Hadapi Lee Zii Jia, Jonatan Christie Kans Revans?
Keempat wakil ganda putra Indonesia tersebut dipecah dalam Top Half dan juga Bottom Half. Sebagai peringkat satu dunia sekaligus unggulan satu, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menempati draw Top Half dan keuntungan BYE di babak 64 besar. Kemudian sama-sama di Top Half, ada juga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan atau yang akrab disapa The Daddies.
Sedangkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri berada di draw Bottom Half. Hasil drawing Kejuaraan Dunia 2023 ini sebenarnya sangat berpotensi menciptakan peluang untuk 4 wakil ganda putra bisa saling bertemu setidaknya mulai babak perempat final.
Namun tentunya, keuntungan BYE di babak awal bukanlah angin segar bagi para ganda putra Indonesia. Berbagai pemain unggulan telah menanti mereka di babak-babak selanjutnya.
BACA JUGA: Kejuaraan Dunia 2023: 15 Wakil Indonesia Turun Bertanding, Fajar/Rian Unggulan 1
Fajar/Rian berpeluang akan menghadapi Juara Australian Open 2023 sekaligus unggulan Korea, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae di babak 16 besar. Kemudian, The Daddies juga berpotensi melawan salah satu unggulan Tiongkok, He Ji Ting/Zhou Hao Dong di babak 16 besar.
Bagas/Fikri memiliki potensi menghadapi mantan peringkat satu dunia sekaligus unggulan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di babak 16 besar. Dan terakhir, Leo/Daniel mungkin akan kembali bertemu dengan ganda putra peringkat 2 dunia asal India yaitu Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di babak 16 besar.
Yuk ikuti keseruan pertandingan Kejuaraan Dunia 2023 pada 21-27 Agustus 2023 yang akan disiarkan langsung di iNews TV, MNCTV, aplikasi RCTI+ dan kanal youtube resmi milik BWF yaitu BWF TV.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rekap Kejuaraan Kelas Atas BWF, Indonesia Nol Gelar Juara!
-
Indonesia Open 2025: Semifinal, Fajar/Rian Bersiap Lawan Juara All England!
-
Indonesia Open 2025: Match Sengit, Jafar/Felisha Terhenti di Babak Kedua
-
Indonesia Open 2025: Laga Pembuka, Adnan/Indah Amankan Tiket Perempat Final
-
Indonesia Open 2025: Jadi Andalan, Dejan/Fadia Terhenti di Babak Awal
Artikel Terkait
-
Dipanggil ke Skuad Piala AFF U-23 2023, Satu Pemain Timnas Indonesia U-23 Bikin Kaget Media Vietnam
-
Dua Pelatih Asing yang Disemprot Sumardji karena Tahan Pemain Gabung Timnas Indonesia U-23
-
Kejuaraan Dunia 2023: Hadapi Lee Zii Jia, Jonatan Christie Kans Revans?
-
Rizky Ridho Mentereng Bersama Persija Jakarta Saat Ditahan ke Timnas Indonesia U-23
-
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Persis Solo Pada Uji Coba di Stadion Sriwedari
Hobi
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Marc Marquez Absen, Aprilia Berkuasa Lagi?
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
-
4 Hal Menarik di MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Tampil Sempurna!
-
Katanya AI Mau Gantiin Manusia? Atlet Excel Ini Buktikan Robot Gak Ada Apa-apanya!
Terkini
-
Thriving adalah Privilege, Surviving adalah Lifestye: Dilema Gen Z Menjalani Hidup Berkelanjutan
-
Saat Anak Dituntut Berprestasi Tanpa Diberi Ruang untuk Gagal
-
Uji Nyali Para Hantu
-
Menonton Pesta Babi di Sidrap: Tentang Literasi dan Larangan yang Ironis
-
Paradoks Literasi: Mengapa Kita Banyak Membaca tetapi Sedikit Memahami?