Aura kekuatan sepak bola Indonesia untuk menjadi lebih berkualitas semakin menggelitik, kualitas sepak bola tidak hanya bertumpuk pada tim kesebelasannya saja, tetapi juga sangat dipengaruhi sosok pelatih, termasuk juga konsultan Timnas juga memiliki peran penting dalam mewujudkan sepak bola tanah air supaya bisa lebih berkualitas.
Hadirnya Frank Wormuth sebagai konsultan Timnas Indonesia menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia untuk bisa berlaga dalam setiap pertandingan. Melalui ketua Umum PSSI, Erick Thohir, ia telah mengumumkan penunjukan Frank Wormuth, seorang pelatih asal Jerman, sebagai konsultan pelatih tim nasional U-17.
Keputusan ini tentunya menjadi harapan besar untuk membawa tim Merah Putih menuju kesuksesan dalam ajang FIFA World Cup U-17, melalui itu setidaknya bisa meningkatkan kualitas dan strategi permainan yang matang.
Menurut Erick, Frank Wormuth juga akan bertugas untuk membantu persiapan Timnas U-17 selama menggelar pemusatan latihan di Jerman. Sebab, dia dinilai memiliki jaringan yang bisa membantu persiapan berjalan lancar.
BACA JUGA: Bersinar di Persebaya, Performa Taisei Marukawa Malah Menurun bersama PSIS Semarang
Lantas siapa sosok Frank Wormuth yang kini jadi konsultan Timnas Indonesia?
Frank Wormuth adalah sosok mantan pesepak bola Jerman. Dilansir dari suara.com, diketahui kalau Frank lahir di Berlin Barat, Jerman Barat, pada 13 September 1960. Beliau juga dibesarkan di Mettelbaden dan bermain sebagai bek bersama Offenburger FV.
Frank menjadi pesepakbola profesional saat bergabung bersama SC Freiburg yang berkompetisi di kasta kedua Liga Jerman sekitar tahun 1982. Di musim pertamanya, Frank Wormuth sempat bermain dengan Joachim Loew, hingga kemudian menjadi pelatih Timnas Jerman.
Selama berkarier bersama klub tersebut, Frank Wormuth mencetak satu gol dalam 24 pertandingan. Setelah itu, dia hengkang dari klub kampung halamannya saat direkrut Hertha BSC yang juga berkompetisi di kasta kedua.
Tiga tahun bermain bersama Hertha BSC, Frank Wormuth pun memutuskan untuk berhenti bermain sepak bola profesional dan melanjutkan kariernya di jenjang amatir, yakni bersama Freiburger FC dan FC Denzlingen.
BACA JUGA: Daftar Pemain Timnas Indonesia yang Ikut Kualifikasi Piala AFC U23, Siap Berlaga di Stadion Manahan
Setelah itu, dia melanjutkan karier di dunia kepelatihan mulai 1999 ketika dipercaya SC Pfullendorf sampai 2001. Hingga kemudian, Frank Wormuth dilirik dan direkrut oleh SSC Reutlingen pada 2002-2003.
Kariernya sebagai pelatih pun terus berlanjut bersama sejumlah tim, seperti dari Union Berlin (2004), VfR Aalen (2005-2006), Timnas Jerman U-20 (2008-2018), Heracles Almelo (2018-2022), dan terakhir FC Groningen (2022).
Frank Wormuth dikenal sebagai seorang pelatih berpengalaman dengan kualifikasi UEFA Pro License, yang merupakan salah satu sertifikasi tertinggi di bidang kepelatihan sepakbola. Keahliannya sebagai pelatih telah diakui di berbagai level, termasuk tingkat klub dan tim nasional.
Maka dari itu tidak heran emang jika Frank Wormuth ini yang telah menjadi konsultan Timnas Indonesia selevel dengan kelas dunia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kuota Hangus: Kita Beli, tapi Nggak Pernah Punya
-
Upgrade Instan ala Naturalisasi: Jalan Pintas yang Kadang Nggak Sesingkat Itu
-
Bukan Kurang Doa, Tapi Memang Sistemnya yang Gak Rata: Curhat Kelas Proletar
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan
Artikel Terkait
-
Terancam Hukuman Mati karena Budidayakan Ganja, Ini Kronologi Penangkapan Pesulap Oge Arthemus
-
Profil Marshella Aprilia, Mantan Pacar Pratama Arhan yang Ditinggal Nikah
-
Profil Ikram Rosadi, Pria yang Diduga Calon Suami Larissa Chou
-
Kontroversi Luis Rubiales: Ciuman Tak Senonoh yang Berujung Protes Keras di Penjuru Spanyol
-
Bareng Frank Wormuth, Bima Sakti akan Cari Pemain Diaspora dari Eropa untuk Bela Timnas Indonesia U-17
Hobi
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
Terkini
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Sisi Gelap Bertahan dalam Luka yang Digambarkan Lagu Berkaca-kaca
-
Seni Bertahan Hidup dengan Gaji UMR yang Habis Sebelum Bulan Berganti
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"