China Open 2023 yang berlangsung di Changzhou Olympic Sports Centre Xincheng Gymnasium, Changzhou, Jiangsu, China akan mulai bergulir pada 5-10 September 2023 pekan depan. Sederet unggulan Indonesia pun siap diturunkan demi berburu gelar di turnamen level Super 1000 kali ini.
Bahkan hasil drawing yang dirilis BWF via aplikasi Badminton4U langsung mencuri perhatian badminton lovers. Salah satu yang cukup disoroti datang dari sektor tunggal putra yang sangat diharapkan mampu sumbang gelar.
Gelar terakhir yang ditorehkan sektor tunggal putra sendiri diraih Anthony Sinisuka Ginting pada Singapore Open 2023 pada awal Juni lalu. Meski ada potensi menambah gelar, tapi di Indonesia Open 2023 Ginting harus puas jadi runner up setelah kalah dari Viktor Axelsen.
Gelar lain yang disumbang sektor tunggal putra ditutup oleh Chico Aura Dwi Wardoyo pada turnamen Taipei Open 2023. Kala itu Chico bahkan jadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang dikirim ke turnamen level Super 300 ini.
Setelah Chico, praktis tunggal putra Indonesia belum menambah satu gelar pun, termasuk di BWF World Championships 2023 pada akhir Agustus lalu. Bukan hanya kehilangan target raih gelar, Anthony Ginting juga mundur jelang turnamen karena masih dalam suasana berduka.
Namun, China Open 2023 mencantumkan nama Ginting dalam drawing resminya. Hal ini semakin menumbuhkan harapan badminton lovers tanah air mengingat hasil drawing untuk Ginting cukup berpotensi tembus babak final.
Di babak pertama, Ginting akan melawan wakil Jepang Kanta Tsuneyama. Andai mulus, ada kemungkinan Ginting menghadapi unggulan dunia lain seperti Chou Tien Chen dari Taipei atau Kodai Naraoka dari Jepang yang sedang on fire tapi sama-sama pernah ditaklukkan.
Bahkan jika Ginting terus menang, potensi bertemu dengan Lee Zii Jia bisa saja terjadi. Hasil drawing ini juga memungkinkan Ginting tembus final andai berada dalam top performa dan berhasil mengalahkan unggulan lain di pool atas yang menghalangi langkah tunggal putra peringkat dua dunia tersebut.
Lalu, bagaimana dengan Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo? Hasil drawing Jojo dan Chico terbilang cukup menyulitkan. Pool bawah dipenuhi atlet unggulan yang membuat laga berat dipastikan bakal dihadapi Jojo, mulai dari H S Prannoy sampai Kunlavut Vitidsarn yang baru saja meraih gelar juara dunia 2023.
Lebih berat lagi, Chico malah harus menghadapi Axelsen di babak 32 besar. Sekalipun berhasil kalahkan tunggal putra nomor satu dunia tersebut, Chico masih harus melawan unggulan lain seperti Loh Kean Yew dari Singapura, Anders Antonsen dari Denmark atau Lakshya Sen dari India.
Baca Juga
-
AI Memang Tidak Menghakimi, Tapi Apakah Curhat ke ChatGPT Benar-benar Menyehatkan?
-
Harga BBM Naik, Gaya Hidup Tetap Jalan: Tanda Pola Konsumtif Sulit Lepas?
-
Cantik di Layar, Terlilit Cicilan di Dunia Nyata: Bahaya FOMO Bagi Perempuan
-
Self-Reward atau Pelarian? Kenapa Belanja Online Sering Jadi "Obat" Stres Gen Z
-
Checkout vs Krisis Sampah: Mengapa Sulit Lepas dari Gaya Hidup Konsumtif?
Artikel Terkait
-
China Open 2023: Babak Awal, Ahsan/Hendra Bersiap Hadapi Juara Dunia
-
Kritik Tajam untuk PBSI, Wartawan Ainur Rohman: Mandiri, Tapi Itu Dulu
-
China Open 2023: Pekan Depan, Anthony Ginting Bersiap Melawan Wakil Jepang
-
China Open 2023: Ganda Putra Indonesia dalam Posisi Tidak Baik-Baik Saja
-
China Open 2023: Babak Awal, Apriyani/Fadia Hadapi Wakil Terbaik Thailand
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
-
Wajib Tahu! Ini 4 Perubahan Aturan yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2026
-
Motor 3 Roda? Harley-Davidson Perkenalkan CVO Street Glide 3 Limited 2026
-
Piala Dunia 2026 Disebut yang Terbesar Sepanjang Masa, Ini Alasannya!
Terkini
-
Harga BBM Sudah Mau Negara Maju, Pendapatan Masih Negara Berkembang
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik