Hugo Samir adalah salah satu pencetak gol yang membawa Timnas Indonesia menang melawan Kirgistan pada malam tadi. Setelah Ramai Rumakiek mencetak gol pertama untuk Timnas, Hugo Samir menutup gol terakhir dalam laga Indonesia vs Kirgistan.
Timnas Indonesia akhirnya berhasil membawa kemenangan 2-0 atas Kirgistan di laga perdana Asian Games 2023 babak penyisihan grup F yang digelar di Zhejiang Normal University East Stadium, Jinhua, China pada Selasa (19/9/2023)
Berikut ini adalah profil Hugo Samir yang kini mendadak jadi perbincangan setelah aksi heroiknya menyumbang gol kemenangan semalam.
BACA JUGA: Asian Games 2022: Kemenangan yang Berharga Mahal bagi Skuat Garuda Muda
Profil Hugo Samir
Melansir dari laman resmi PSSI, Hugo samir lahir di Surabaya pada 25 Januari 2005 silam. Pemain sayap kanan dengan tinggi badan 173 cm dan berat 55 kg adalah anak dari pasangan Nadira Bajamal dan Jacksen Ferreira Tiago.
Ayahnya Jacksen Ferreira Tiago adalah nama yang tidak asing di dunia sepak bola. Dia merupakan seorang pemain sekaligus pelatih sepak bola berdarah Brazil yang sudah malang melintang di dunia sepak bola.
Maka tidak heran jika bakat yang diturunkan sang ayah padanya membuat Hugo Samir menjadi sangat mahir dan berbakat dalam bidang sepak bola.
Walaupun memiliki darah Brazil dari sang ayah, Hugo Samir diketahui merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan beragama Islam.
BACA JUGA: Klasemen Sementara Grup F Asian Games 2022, Indonesia Peringkat 1
Dalam mengasah kemampuan sepak bolanya, awalnya Hugo Samir bergabung dalam akademi Persebaya pada 2018 lalu. Merasa tidak cukup puas bermain di kota kelahirannya, Hugo Samir kerap berpindah-pindah klub, di antaranya adalah ASIOP pada 2019, Barito Putera U-16 pada 2020 dan yang terkahir Bhayangkara FC U-18.
Namun pada 2021 lalu, Hugo Samir melakukan kesalahan dengan menendang wasit dalam sebuah laga hingga ia harus menerima hukuman dari PSSI.
Hukuman yang harus diterima Hugo Samir adalah ia tidak bisa bermain selama setahun dan juga harus membayar denda sebanyak Rp5 juta.
Setelah proses hukum dijalani, Hugo Samir direkrut oleh Persis Solo U-20 dan setelahnya bergabung pada klub Liga 1 Borneo FC Samarinda untuk musim 2023/24.
Fakta unik lainnya dari Hugo Samir selain jago bermain sepak bola adalah ternyata ia merupakan seorang Hafiz alias penghapal Al-Qur'an. Hal tersebut diungkap sang ayah melalui akun Instaramnya pada tahun 2020 yang lalu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Terungkap! Motif Armor Toreador Lakukan KDRT ke Cut Intan Nabila, Polisi Dalami Kasus
-
Video Detik-detik Penangkapan Armor Toreador Usai Viral Lakukan KDRT pada Cut Intan Nabila
-
Armor Toreador Terlilit Utang Miliaran Rupiah, Alvin Faiz Jadi Korban
-
Kartika Putri Murka Disebut Hijrah karena Takut Ketahuan Prostitusi: Fitnahan Terkejam!
-
Selebgram Cut Intan Nabila Alami KDRT, Unggahan Sebelumnya Diduga Jadi Kode
Artikel Terkait
-
Next! Timnas Indonesia vs Taiwan di Asian Games 2023, Cek Jadwal Pertandingan Terbaru
-
Asian Games 2022: Kemenangan yang Berharga Mahal bagi Skuat Garuda Muda
-
Punya Poin dan Selisih Gol Sama dengan Korut, Ini Alasan Timnas Indonesia Jadi Pemuncak Klasemen Grup F Asian Games 2022
-
Hitung Prediksi Timnas Indonesia Bisa Lolos Babak 16 Besar Asian Games 2023, Harus Hajar Siapa Lagi?
-
Indra Sjafri Ungkap Sulitnya Kondisi Timnas Indonesia U-24 Sebelum Hajar Kirgistan
Hobi
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
Terkini
-
Gerbong Perempuan Dipindahkan, Cukupkah untuk Menjamin Keselamatan?
-
Ulasan Buku Kamu Tidak Salah, Ketika Empati Menjadi Kunci Penyembuhan
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur