Baru-baru ini, sepertimana disadur dari unggahan akun TikTok @kabarbolaind45, pada tanggal 30 November 2023, pemain naturalisasi Timnas Indonesia Sandy Walsh kembali menunjukkan performa impresif bersama dengan klubnya, KV Mechelen. Memainkan matchday ke-15 di pentas Jupiler Pro League Belgia, pemain berusia 28 tahun itu sukses menjaga pertahanan dan membawa klubnya meraih clean sheet.
Menyadur dari laman transfermarkt.com (26/11/2023), Sandy yang menempati posisi bek kanan melawan KV Kortrijk bermain penuh selama 90 menit pertandingan. Tak hanya itu, sepanjang laga berjalan, pemain bertinggi badan 185cm tersebut mampu bermain impresif dan kerap kali menampilkan aksi yang menawan.
BACA JUGA: Bung Towel Usulkan Fakhri Husaini Latih Timnas, Akibat Satu Frekuensi?
Hal ini tentu saja berbeda dengan penampilan sang pemain ketika bergabung di Timnas Indonesia. Semenjak melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia senior pada 28 September 2023 lalu, Sandy Walsh tercatat telah memainkan empat laga bersama Pasukan Merah Putih.
Namun sayangnya, dari keempat laga yang telah dijalani itu, semuanya berakhir tanpa aksi yang berarti. Dalam artian, empat laga Sandy bersama dengan skuat Garuda, sang pemain belum bisa tampil dengan maksimal dan cenderung bermain di bawah performa terbaiknya.
Terbaru, pada laga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua melawan Filipina, Sandy hanya beraksi selama 30 menit, sebelum pada akhirnya ditarik oleh coach Shin Tae Yong.
Performance gap ini seolah mengingatkan kita pada seorang Saddil Ramdani. Pemain asal Raha ini bahkan dalam beberapa waktu menjadi sasaran favorit hujatan para warganet seiring dengan penampilan melempemnya bersama Timnas Indonesia.
BACA JUGA: Menjamu Persita Tangerang, Persija Jakarta Dipastikan Tanpa Gustavo Almeida
Namun, saat kembali bermain bersama Sabah FA, sang pemain kerap tampil menggila dan sering menjadi bintang di pertandingan yang dijalaninya tersebut. Bahkan, sang pemain tak jarang sukses mencetak gol-gol penting bagi tim asal pulau Kalimantan tersebut.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Saddil Ramdani kembali menunjukkan permainan terbaiknya, baik saat bersama Sabah maupun saat berbaju Timnas Indonesia. Terakhir, dirinya sukses menjadi penyelamat Pasukan Merah Putih dari kekalahan saat bertandang ke markas Filipina beberapa waktu lalu.
Kita berharap, performance gap yang kini dialami oleh Sandy Walsh, dapat segera berakhir dan sang pemain bisa bermain nyetel dengan permainan Timnas Indonesia, sehingga kualitasnya sebagai pemain kelas Eropa dapat membantu perjalanan Indonesia meraih prestasi di level internasional.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
Artikel Terkait
-
Cemerlang di Sabah FC, Saddil Ramdani Pupuskan Harapan PSM Makassar di AFC Cup
-
Kenang Hancurkan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Striker Irak Bawa-bawa Chelsea
-
Bung Towel Usulkan Fakhri Husaini Latih Timnas, Akibat Satu Frekuensi?
-
Timnas Indonesia Kantongi Satu Keuntungan Dibanding Vietnam Jelang Piala Asia 2023
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Turun Satu Peringkat, Vietnam Tembus 100 Besar
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
-
Analisis Taktik Portugal vs Uzbekistan: Misi Ronaldo CS di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Prediksi Lini Prancis vs Irak, Les Bleus Bidik Tiket Lolos Grup Piala Dunia
Terkini
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan
-
Bosan Parfum Cepat Hilang? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan 24 Jam
-
Klara and the Sun Tampilkan Jenna Ortega Jadi Robot AI Penumpas Kesepian
-
"Bukan Pendapatan Baru, Tapi Kenapa Dipajaki Tinggi? Menggugat Keadilan di Balik Aturan JHT
-
Menggugat Kolonialisme di Kursi Terdakwa: Soekarno dalam Pledoi 1930