Daftar final skuat Timnas Indonesia untuk putaran final Piala Asia 2023 akhirnya dipilih oleh coach Shin Tae Yong. Melalui laman pssi.org pada 4 Januari 2024, mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut telah memutuskan 26 nama pemain dan meninggalkan Adam Alis Setyano serta Arkhan Fikri dari skuat.
Setelah memastikan 26 nama pemain tersebut, para penggemar Timnas Indonesia juga pasti dibuat penasaran dengan nomor punggung yang akan dikenakan oleh para pemain. Meskipun belum diumumkan secara resmi, namun di berbagai media sosial nomor punggung para pemain telah bocor.
Sekadar informasi, di turnamen resmi yang berada di bawah kalender FIFA, sistem penomoran dan penggunaan nomor punggung disesuaikan dengan jumlah skuat. Jadi, jika di klub para pemain bebas mengenakan nomor punggung favoritnya hingga mencapai angka 99, namun tidak demikian halnya dengan di turnamen Piala Asia ini, di mana nomor punggung terbesar yang bisa dikenakan adalah nomor 26.
Egy Dapatkan Kembali Nomornya
Uniknya, melansir informasi yang diunggah oleh akun TikTok mangkulangittt pada 4 Januari 2024, pemain sayap Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri kembali mendapatkan nomor keramatnya. Seperti yang kita ketahui bersama, di berbagai level Timnas Indonesia, pemain yang pernah menjadi bagian dari Lechia Gdansk tersebut identik dengan nomor punggung 10.
Dan di Piala Asia kali ini, Egy kembali mendapatkan nomor favoritnya tersebut. Sekadar informasi, nomor punggung 10 di Timnas Indonesia senior sebelumnya sempat dikenakan beberapa kali oleh Muhammad Ramadhan Sananta ketika Egy Maulana Vikri tak mendapatkan panggilan dari coach Shin.
Pun demikian dengan Ernando Ari Sutaryadi. Kiper asal Persebaya Surabaya tersebut memilih untuk mengenakan nomor favoritnya, 21 dan menyerahkan nomor 1 untuk sang kompatriot, Muhammad Riyandi. Sementara Syahrul Trisna, kebagian nomor punggung 26.
Daftar Nomor Punggung Pemain Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
- Muhammad Riyandi
- Yakob Sayuri
- Elkan Baggott
- Jordi Amat
- Rizky Ridho
- Sandy Walsh
- Marselino Ferdinan
- Witan Sulaeman
- Dimas Drajad
- Egy Maulana Vikri
- Rafael Struick
- Pratama Arhan
- Edo Febriansyah
- Asnawi Mangkualam Bahar
- Ricky Kambuaya
- Hokky Caraka
- Saddil Ramdani
- Ramadhan Sananta
- Wahyu Prasetyo
- Shayne Pattynama
- Ernando Ari Sutaryadi
- Dendy Sulistyawan
- Marc Klok
- Ivar Jenner
- Justin Hubner
- Syahrul Trisna
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
Artikel Terkait
-
Fakta Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2023: Jordi Amat Pemain Tertua, Asnawi Mangkualam Caps Paling Banyak
-
Jordi Amat Lempar Psywar Jelang Timnas Indonesia vs Libya, Isyaratkan Garuda Menggila
-
Bedah Lawan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023: Jepang, Irak dan Vietnam
-
Shayne Pattynama Belum Tiba di Turki Jelang Bentrok Timnas Indonesia vs Libya
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Hajar Libya Malam Ini, Naik Berapa Peringkat?
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Prediksi Brasil vs Haiti: Selecao Wajib Menang, Haiti Mampukah Bertahan?
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
-
Ronaldo Tak Lagi Jadi Tumpuan? 3 Masalah Utama Portugal yang Wajib Diperbaiki
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
Terkini
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Ada Jakarta! U-Know TVXQ Bagikan Jadwal Tur Konser Solo Perdana di Asia
-
SpesifikasiDell XPS 13 Terbaru, Laptop Ringan dengan Snapdragon X Elite dan Fitur Copilot+
-
Novel The Arson Project, Dilema Antara Keadilan Hukum dan Pembalasan Pribadi
-
Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang