Dalam laga uji coba kedua kontra Libya yang digelar Jumat (05/01/2024) kemarin.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-Yong melakukan beberapa eksperimen dalam laga tersebut.
Salah satunya adalah mencoba memasang seorang Justin Hubner yang notabene merupakan bek tengah sebagai gelandang bertahan.
Sementara itu, di posisi bek tengah tetap dipasang trio Elkan Baggott, Rizky Ridho dan Jordi Amat yang memang paten di posisi tersebut.
Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), Justin Hubner yang memainkan laga keduanya bersama timnas Indonesia senior kontra Libya, tampil cukup baik dan bermain penuh selama 90 menit.
Kendati timnas Indonesia harus kembali menelan kekalahan dari tim berjuluk “The Mediterranean Knights” tersebut dengan skor tipis 1-2.
Namun, secara kualitas permainan timnas Indonesia mampu mengimbangi negara berperingkat 120 dunia tersebut.
Dipasangkannya Justin Hubner sebagai gelandang bertahan memang mengindikasikan bahwa pemain-pemain timnas Indonesia yang dibawa ke ajang Piala Asia di Qatar nantinya, diharapkan mampu bermian di banyak posisi atau yang populer dengan istilah versatile.
Pada laga pertama kontra Libya, Shin Tae-Yong juga kembali bereksperimen dengan memasang seorang Witan Sulaeman sebagai bek kanan yang notabene posisi aslinya adalah penyerang sayap.
Melansir dari kanal berita suara.com, kendati masih bermain sedikit kurang lepas, Justin Hubner dinilai memberikan dampak yang cukup baik bagi lini tengah timnas Indonesia.
Ia juga mampu menjadi tandem yang cukup memuaskan bagi Marselino Ferdinan, Ivar Jenner maupun Ricky Kambuaya yang memang paten diposisi gelandang tengah dalam beberapa laga timnas terakhir.
Justin Hubner Kian Memukau, Indikasi Marc Klok Mulai Tersingkirkan
Dengan dipasangnya Justin Hubner sebagai gelandnag bertahan, praktis sudah 4 pemain bertahan yang dipasang oleh Shin Tae-Yong.
Sebelumnya ada nama Jordi Amat, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh yang pernah dipasang oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut di posisi gelandang bertahan dan sama-sama memberikan performa yang cukup baik.
Hal ini tentunya dapat menjadi indikasi posisi paten di sektor gelandang bertahan yang selalu dipegang oleh Marc Klok dapat tergusur sewaktu-waktu.
Gelandang naturalisasi asal Belanda tersebut memang selalu tak tergantikan di sektor gelandang bertahan sejak debut di timans senior pada tahun 2022 lalu.
Akan tetapi, kerap underperformnya permain berusia 30 tahun tersebut membuat posisinya rawan digeser oleh pemain lainnya.
Belum lagi diposisi yang sama timnas Indonesia memiliki nama Ivar Jenner yang kerap kali mempertontonkan performa luar biasa saat bermain di sektor gelandang tengah dan bertahan.
Apabila Marc Klok tidak dapat menemukan kembali performa terbaiknya, bukan tidak mungkin dirinya akan tergeser di starting line-up timnas Indonesia di masa-masa mendatang.
Baca Juga
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
Artikel Terkait
Hobi
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
Terkini
-
Monster Sesungguhnya Adalah Trauma: Mengulas Sisi Gelap Film 'Badut Gendong'
-
Mindful Consumption: Prinsip Mahal di Era Digital, Kamu Bisa Terapkan?
-
Jelang Perilisan, Tom Holland Ngaku Nunggu Hadirnya Spiderman Generasi Baru
-
Writing with Fire Bukan Film, Mengulik Orang-Orang yang Menolak Dibungkam
-
Sulitnya Cari Parkir di Malang, Siapa yang Harus Berbenah?