Timnas Indonesia akan menghadapi partai hidup-mati melawan Jepang pada lanjutan laga grup D Piala Asia 2024.
Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), skuad garuda hanya memerlukan hasil imbang dalam laga yang digelar pada Rabu (24/01/2024) besok tersebut untuk memastikan diri lolos ke babak 16 besar.
Namun, tentunya laga melawan tim sekuat Jepang bukanlah hal yang mudah. Kendati Indonesia sudah cukup sering menghadapi tim-tim yang jauh lebih kuat secara peringkat dibandingkan skuad garuda, menghadapi Jepang tentu akan menjadi pertandingan cukup mendebarkan bagi timnas Indonesia.
Kendati memiliki peluang kecil dapat mengimbangi Jepang apalagi mengalahkan tim berperingkat 17 dunia dalam rangking FIFA tersebut, timnas Indonesia dinilai akan mampu merepotkan tim berjuluk “The Samurai’s Blue” itu di laga terakhir fase grup D nanti.
Hal ini dikarenakan strategi yang selalu diterapkan oleh Shin Tae-yong dalam laga-laga timnas Indonesia cukup sulit diprediksi dan selalu diluar dugaan.
Pelatih berusia 53 tahun tersebut memang kerap kali melakukan eksperimen saat menjadi juru taktik timnas Indonesia, khususnya di beberapa laga-laga penting timnas Indonesia.
Salah satu contohnya adalah saat timnas Indonesia mempecundangi Vietnam di laga ke-2 fase grup D pada Jumat (19/01/2024) kemarin.
Kala itu, Shin Tae-yong diluar dugaan menurunkan seorang Justin Hubner, Sandy Walsh dan Rafael Struick bukan di posisi aslinya.
Rafael Struick yang sejatinya merupakan penyerang sayap diturunkan dalam laga tersebut sebagai seorang penyerang tengah.
Lalu, Justin Hubner yang merupakan bek tengah dimainkan menjadi seorang gelandang bertahan bersama rekannya, Ivar Jenner.
Kemudian posisi dari Justin Hubner justru diisi oleh Sandy Walsh yang sejatinya merupakan bek kanan.
Eksperimen tersebut ternyata membuahkan hasil dengan sukses meredam serangan timnas Vietnam dan menghasilkan 3 poin bagi skuad garuda.
Kemungkinan Taktik yang Akan Digunakan Saat Hadapi Jepang
Jelang laga hadapi Jepang besok, Shin Tae-yong diprediksi akan melakukan taktik bertahan guna menghadang gempuran dari Takefusa Kubo, dkk.
Timnas Jepang memang dikenal memiliki kemampuan menyerang yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.
Kemungkinan Shin Tae-yong akan menurunkan skema 3 bek tengah sejajar yang sudah cukup paten sejak dirinya menangani timnas Indonesia senior sejak tahun 2020 lalu.
Tentunya dengan menguatkan aspek defensif dan melakukan serangan balik cepat melawan Jepang merupakan taktik yang masuk akal apabila timnas Indonesia hanya mengincar 1 poin guna memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Asia kali ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
Terkini
-
Bukan Lagi Dilan yang Kita Kenal: Mengapa 'Dilan ITB 1997' Lebih Sunyi dan Penuh Luka?
-
4 Clay Mask Centella untuk Pori Bersih Tanpa Bikin Kulit Kering
-
Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?
-
Ketika Anak Menjadi Korban Daycare, Ibu Sudah Cukup Hancur Tanpa Perlu Dihakimi
-
Bertahan di Tempat yang Menyakitkan: Kisah Lela dan Anak-Anak Terlupakan