Timnas Indonesia harus mengakhiri pertarungan terakhir fase penyisihan grup D dengan hasil yang kurang memuaskan. Menghadapi Jepang sang raksasa sepak bola benua Asia, Pasukan Merah Putih ditumbangkan oleh sang lawan dengan skor 1-3.
Menyadur laman the-afc.com pada 24 Januari 2024, Jepang langsung unggul di menit ke 6 melalui eksekusi penalti Ayase Ueda. Menit ke 52, Ueda kembali mencetak gol ke gawang Ernando Ari Sutaryadi setelah barisan pertahanan Indonesia lengah dalam mengantisipasi pergerakannya.
Gol ketiga Jepang, kembali tercipta di menit ke-88 melalui gol bunuh diri Justin Hubner. Sementara satu-satunya gol balasan oleh Indonesia, diciptakan oleh Sandy Walsh ketika pertandingan memasuki menit ke 90+1.
Setelah mengalami kekalahan dari Jepang, kans Indonesia untuk lolos ke babak berikutnya menjadi semakin menipis. Di daftar peringkat ketiga terbaik saat ini, Indonesia sudah menempati posisi keempat, alias posisi terakhir yang bisa melanjutkan langkah ke fase gugur Piala Asia kali ini.
Namun demikian, meskipun kans lolos Timnas Indonesia sangat berat, bukan berarti peluang tersebut tertutup rapat. Sejatinya, Timnas Indonesia bisa saja tetap lolos ke babak 16 besar melalui jalur keajaiban yang melibatkan pertandingan antara Oman melawan Kisgistan di grup F.
Menyadur laman the-afc.com, match day terakhir grup F, akan dimainkan serentak pada tanggal 25 Januari 2025. Matchday tersebut akan mempertemukan Arab Saudi melawan Thailand, dan Kirgistan melawan Oman.
Nah, di laga Kirgistan melawan Oman inilah peluang terakhir Timnas Indonesia untuk lolos berada. Di papan klasemen grup F, Oman saat ini menempati posisi ketiga dengan koleksi satu poin, sementara Kirgistan menempati posisi keempat tanpa raihan poin.
Aturannya jelas, jika laga antara Oman melawan Kirgistan berakhir dengan hasil imbang, maka poin maksimal yang akan didapatkan oleh Oman adalah 2, dan tak mungkin menggeser Indonesia yang sudah mendapatkan poin 3.
Meskipun ada kans pula bagi kelolosan Indonesia jika Kirgistan menang, namun kita cari alternatif paling mudah saja, yakni berharap pertandingan antara Oman melawan Kirgistan berakhir dengan imbang, berapapun skornya.
Sekarang, mari kita berdoa bersama-sama, semoga saja keajaiban itu terjadi dan berlaku untuk Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Piala Asia 2023: 3 Pemain Terbaik Timnas Indonesia yang Bersinar Saat Hadapi Jepang, Meski Kalah
-
Piala Asia 2023: 2 Fakta Elkan Baggott Disuruh Shin Tae-yong Jadi Penyerang di Laga Timnas Indonesia vs Jepang
-
Jadwal Piala Asia 2023 Hari Ini: Jadi Penentuan Timnas Indonesia Lolos 16 Besar
-
Cuma Timnas Indonesia yang Catatkan Nirbobol di Grup D Piala Asia 2023
-
Timnas Indonesia Tunggu Hasil Tim Lain untuk Lolos 16 Besar Piala Asia 2023, Ini Respons Shin Tae-yong
Hobi
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
Terkini
-
Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award
-
5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih
-
Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?
-
Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi
-
Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia