Setelah mengawal Pasukan Merah Putih senior di gelaran Piala Asia 2023, fokus Shin Tae Yong kini beralih ke Timnas Indonesia U-23. Sama halnya dengan sang senior, Pasukan Garuda Muda juga akan bermain di kejuaraan level Asia bertajuk Piala Asia U-23 pada bulan April 2024 mendatang.
Namun, seperti halnya pemanggilan para pemain ke Timnas Indonesia sebelumnya, pemanggilan para pemain ke Timnas U-23 pun memunculkan polemik. Dan aktornya masih sama, yakni Persija Jakarta dan Borneo FC.
Melansir informasi yang diunggah oleh akun TikTok @argulfootballclub pada Rabu (07/02/2024), Persija Jakarta dan Borneo FC merasa keberatan dengan pemanggilan pemain yang dilakukan oleh coach Shin.
Pasalnya, kedua klub tersebut harus mengirimkan empat hingga lima pemain untuk masing-masing tim, dan berpotensi untuk membuat kedua tim tersebut timpang. Bahkan, dalam pernyataan Endri Erawan salah satu Exco PSSI di sumber yang sama, kedua tim tersebut berniat untuk melakukan negosiasi dengan STY terkait pemanggilan pemain mereka.
Hal ini tentu saja membuat posisi STY serba sulit dan serba salah. Karena pelatih asal Korea Selatan tersebut seringkali melakukan kebijakan yang selalu dianggap salah oleh Borneo FC dan Persija Jakarta.
Maksudnya adalah, ketika coach Shin memanggil para pemain dari klub-klub tersebut, mereka melakukan protes, dan saat tak ada pemain klub-klub tersebut yang dipangg ke Timnas Indonesia, mereka juga melakukan protes.
Pun saat pemain mereka mendapatkan panggilan ke Timnas tapi tidak mendapatkan menit bermain, juga melakukan protes.
Coba kita ingat-ingat, baik Persija maupun Borneo FC kerap kali melakukan hal itu terhadap coach Shin. Menyadur laman suara.com (21/6/2023), Nabil Husein sang pemilik Borneo FC melayangkan protes karena Lilipaly yang berada di Timnas Indonesia tak mendapatkan menit bermain.
Menjelang putaran final Piala Asia 2023 lalu, pihak klub ini juga melakukan protes karena pemain yang mereka miliki ada yang tak mendapatkan panggilan ke Skuat Garuda. Sementara sekarang, protes tersebut juga dilakukan ketika banyak pemain yang mendapatkan panggilan dari Shin Tae-yong.
Benar-benar sebuah hal yang sangat memusingkan, dan tentu membuat STY menjadi serba salah menangani Tim Nasional sebuah negara yang bernama Indonesia. Ayolah, kapan sih polemik seperti ini akan berakhir?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
Artikel Terkait
-
Hadapi Juara Bertahan Qatar, Pelatih Iran Tak Ingin Timnya Terlena dengan Kemenangan Lawan Jepang
-
Sihir Son Heung-min Tidak Bisa Selamatkan Korea Selatan dari Kekalahan
-
Media Vietnam Soroti 2 Faktor Timnas Indonesia Sulit Dikalahkan di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Statistik Kekuatan Qatar, Australia, dan Yordania, Lawan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23
-
PSSI 'Turun Gunung' Bantu Shin Tae-yong Jelang Piala Asia U-23 2024 Bereskan 1 Masalah Ini
Hobi
-
Prediksi Laga Mesir vs Iran: Adu Taktik Tentukan Nasib Fase Grup
-
Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup
-
Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
Terkini
-
Definisi Wangi Tanpa Ribet: 5 Parfum Balm Ringkas yang Antibocor
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Bukan Dongeng Biasa: Sisi Gelap dan Brutal di Balik Keimutan Dongeng Kucing
-
Lian, Ombak, dan Luka yang Disembunyikan: Review Jujur Novel Ingatan Ikan-Ikan
-
Anime Dr. STONE Resmi Tamat, Akhiri Petualangan Senku Selama 7 Tahun