Fokus PSSI ternyata tidak hanya kepada tim nasional sepak bola kategori putra saja. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), Ketua Umum PSSI, Erick Thohir resmi memperkenalkan pelatih sepak bola putri baru, yakni Satoru Mochizuki. Pria asal Jepang ini memanglah bukan nama asing dalam dunia sepak bola wanita internasional. Dirinya pernah melatih timnas wanita Jepang dari periode 2008-2012 silam.
Dirinya resmi melatih timnas putri Indonesia dengan durasi kontrak selama 2 tahun dengan opsi perpanjangan. Saat diperkenalkan oleh Erick Thohir pada Selasa (20/02/2024), dirinya tentu dibebani tugas untuk membangkitkan sepak bola wanita di Indonesia, khususnya di level tim nasional. Hal ini dikarenakan Erick Thohir berpendapat bahwa tahun ini sepak bola putri akan segera bangkit lagi dan siap memberikan prestasi kedepannya.
“Penunjukan ini agar sepak bola putri kita juga bangkit dan membuktikan bahwa kami di PSSI tidak hanya fokus di putra saja. Mengapa langsung timnas? Karena saat ini, timnas putri kita punya pemain-pemain yang secara kualitas baik, dengan ada beberapa main di liga luar negeri. Jadi momentumnya lagi bagus dan harus kita manfaatkan,” ujar Erick Thohir.
Penunjukkan Satoru Mochizuki Dikarenakan Dirinya Punya Rekor Bagus
Penunjukkan mantan gelandang serang klub Urawa Reds, Satoru Mochizuki sebagai pelatih timnas putri Indonesia tentunya bukan tanpa alasan. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, pria berusia 59 tahun ini selain cukup berprestasi saat menjadi pemain, juga pernah berprestasi saat menjadi pelatih timnas sepak bola wanita Jepang.
Dirinya pernah membawa timnas sepak bola wanita Jepang menjuarai Piala Dunia 2011 silam. Selain itu, dirinya juga sukses mempersembahkan medali perak dalam ajang Olimpiade London 2012 lalu. Tentu deretan rekor tersebut membuat PSSI tidak ragu untuk merekrut pelatih yang juga memiliki 7 caps bersama timnas Jepang ini. Apalagi beberapa pemain sepak bola wanita Indonesia juga kini ada yang merumput di liga luar negeri.
“Pelatih Satoru yang dipilih untuk tangani timnas putri ini, punya track record bagus dan mumpuni untuk memajukan sepak bola putri di Tanah Air. Saya pilih Jepang karena tradisi sepak bola putri Jepang sangat kuat. Juara dunia sekali, dan sembilan kali lolos terus ke putaran final Piala Dunia putri sejak 1991,” imbuh Erick Thohir.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
-
Dari Euro 1992 ke Piala Dunia 2026: Benarkah Skandinavia Sedang Menuju Masa Kejayaan Baru?
-
Comeback yang Berakhir Air Mata: Mengapa Piala Dunia 2026 Jadi Mimpi Buruk Neymar?
-
Tampil Gila di Piala Dunia 2026, Vozinha Layak Menunda Masa Pensiunnya!
-
Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Siap Hadapi Prancis Tanpa Beban Mental
-
Berbekal Mental Baja, Mampukah Inggris Redam Argentina di Semifinal?
-
Top Skor Piala Dunia dari Tahun ke Tahun, Just Fontaine Masih Pegang Rekor
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
-
Analisis Taktik dan Lini Prancis vs Spanyol: Semifinal Raja Baru Eropa
Terkini
-
Gen Z dan Stigma Generasi Pemalas, Apa Benar Masalahnya Sesederhana Itu?
-
Meraih Ketidakmungkinan: Saat Pemuda STOVIA Terjebak Cinta & Nasib Bangsa
-
Samsung Salip Apple Saat Pasar Smartphone Terpuruk, Kok Bisa?
-
Ketika Mengajar Tak Lagi Menjanjikan: Kesejahteraan Guru Terus Tertinggal
-
4 Ide OOTD Urban Y2K Streetwear ala Yuqi I-DLE yang Gampang Ditiru!