Pertarungan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Vietnam pada lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua akan tersaji pada tanggal 21 dan 26 Maret 2024 mendatang. Jika melihat jadwal tersebut, maka bisa dipastikan pertarungan kedua kesebelasan bertajuk derby Asia Tenggara itu akan berlangsung di rentangan bulan Ramadan.
Bagi sebagian pesepakbola yang berada di negara lain, bertanding di bulan Ramadan tentunya bukan sebuah hal yang memberatkan. Namun, tidak demikian halnya dengan Timnas Indonesia. Karena mayoritas pemain di tubuh Timnas Indonesia beragama islam, maka mereka berkewajiban untuk melakukan puasa di siang hari, dan hanya diperbolehkan untuk berbuka di waktu-waktu tertentu.
Meskipun nantinya pertandingan akan dimainkan pada malam hari, namun kondisi para pemain Timnas Indonesia tetap bisa dipastikan akan berdampak dengan perubahan pola makan selama bulan Ramadan ini.
Dan hal itulah yang kini tengah disoroti oleh kubu Timnas Vietnam. Sang calon lawan Timnas Indonesia tersebut menyatakan bahwa mereka kini juga mendapatkan keuntungan, karena akan bertanding melawan Pasukan Merah Putih di tengah-tengah bulan puasa.
Hal ini bahkan dituliskan secara langsung oleh salah satu media setempat, soha.vn. Dalam sebuah rilisannya beberapa waktu lalu. Dalam penjelasannya, soha menuliskan bahwa bulan puasa menjadi sebuah keuntungan bagi tim mereka, karena tentu saja hal tersebut akan mereduksi kekuatan fisik dan stamina Timnas Indonesia.
"Pelatih Shin Tae-yong dihadapkan pada kekhawatiran terkait puasa Ramadan, yang berpotensi berdampak signifikan pada kondisi fisik para pemain. Ramadhan tahun ini berlangsung dari 11 Maret hingga 9 April 2024, bersamaan dengan pertandingan Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026," tulis Soha.vn sepertimana menyadur laman suara.com pada Rabu (6/3/2024).
Memang benar apa yang dituliskan oleh soha dalam artikel tersebut. Namun jangan salah, Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas Indonesia pasti tak akan membiarkan hal itu terjadi. Terlebih, Timnas Indonesia saat ini dihuni oleh para pemain profesional, di mana mereka sudah terbiasa untuk beradaptasi dan bersiap untuk selalu memberikan penampilan terbaik dalam kondisi apapun.
Boleh-boleh saja Timnas Vietnam merasa diuntungkan karena akan menghadapi Timnas Indonesia saat mayoritas pemain tengah menjalankan ibadah puasa, namun yakinlah, pelatih sekaliber Shin Tae-yong pasti juga sudah mempersiapkan solusi terbaik untuk para pemainnya nanti.
Salah satu solusi yang dipersiapkan oleh coach STY adalah, dirinya berencana untuk menanyakan solusi tersebut kepada para ulama, agar nantinya Pasukan Merah Putih tetap bisa tampil dengan performa terbaik, meskipun harus bertanding di bulan Ramadan.
Jadi, sebaiknya Timnas Vietnam jangan senang dan merasa di atas angin dulu ya!
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?