Imbas permukaan lapangan pertandingan yang kurang maksimal, laga antara Timnas Indonesia melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno menyisakan beragam kritikan.
Hingga saat ini, setidaknya sudah ada tiga pihak yang memberikan kritikan terhadap kondisi permukaan rumput GBK yang botak-botak tersebut.
Setelah media Vietnam thethaovanhoa.vn melancarkan kritikan pada Rabu (20/3/2024), ketua umum PSSI, Erick Thohir juga meluncurkan hal yang sama pada Kamis (21/3/2024).
Terbaru, pengamat sepak bola nasional, Justinus Lhaksana, pada Jumat (22/3/2024) juga menyampaikan pendapatnya terkait kondisi lapangan pertandingan.
Uniknya, tak hanya memberikan kritik, coach Justin juga memberikan informasi terkait buruknya lapangan yang dipergunakan untuk bertanding tersebut dengan permainan yang dikembangkan oleh skuat Garuda di pertandingan itu.
Melalui kanal YouTubenya, Justinus Lhaksana, pria yang akrab disapa dengan nama Koci tersebut menjelaskan, kondisi lapangan yang buruk di laga kemarin, memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap permainan Marselino Ferdinan dan kolega.
"Karena kemarin bener lapangannya parah, dan itu sangat berpengaruh terhadap permainan kita," kata coach Justin membuka penjelasannya.
"Permainan kita berdasarkan Piala Asia, parameternya itu dulu deh. Di mana kita banyak kombinasi main bola-bola pendek, itu nggak kelihatan, cuman ini juga berkat lapangannya," lanjutnya.
"Babak kedua yang lebih banyak kombinasi, itu bolanya lambat, bener-bener lambat nyampenya. Yang kelihatan banget lah, itu either rumputnya terlalu tinggi, atau rumputnya terlalu basah sehingga dia nggak ngalir, atau underground-nya itu nggak rata bisa juga," jelas mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia tersebut memberikan beragam kemungkinan.
"Jadi, itu berpengaruh. Tapi nggak hanya untuk tim Indonesia, tim Vietnam juga mengalami hal yang sama. Gara-gara rumput tidak membuat kedua tim ini bisa bermain optimal. Semoga nggak terulang lagi, karena benar-benar membuat malu," harapnya.
Memang benar apa yang diutarakan oleh coach Justin terkait permainan kedua kesebelasan di laga hari Kamis (21/3/2024) lalu. Kala itu, baik Vietnam maupun Indonesia harus beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi lapangan yang sangat kurang memadai.
Bahkan, di beberapa momen, terlihat sekali kedua kesebelasan harus berjuang ekstra keras untuk mengontrol bola yang "keriting" karena permukaan lapangan yang tak maksimal tersebut.
Seperti harapan coach Justin, kita berharap semoga saja di dua pertandingan kandang nanti, rumput SUGBK bisa berada dalam kondisi terbaiknya karena hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap permainan Pasukan Merah Putih yang mengandalkan bola-bola pendek nan datar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Seorang Ayah seperti Saya, Bulan Ramadan Justru Datangkan Perasaan Ngenes yang Berganda
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
-
Bagi LOSC Lille, Calvin Verdonk Belakangan Ini Tak Ubahnya Penjelmaan Dewi Fortuna Versi Lite
-
Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia U-20 Ditahan Imbang China, Indra Sjafri: Kami Belum Puas
-
Masih Terus Bergulir, Coach Justin Ikut Angkat Suara soal Rumput GBK
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Sebaiknya Dicadangkan saat Melawan Vietnam di My Dinh
-
Prediksi Formasi Timnas Indonesia seusai Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Sudah Bisa Tampil Lawan Vietnam di My Dinh
-
Profil Bui Hoang Viet Anh, Kapten Vietnam yang Abaikan Ajakan Jabat Tangan Adi Satryo
Hobi
-
Bakal Dipermanenkan Dewa United, Ivar Jenner Diambang Penurunan Karier?
-
Menyambut Era John Herdman, Skuad Final Timnas Indonesia Segera Diumumkan?
-
Thom Haye Absen, Siapa yang Layak Jadi Jendral Lini Tengah Timnas Indonesia?
-
Tinjau SUGBK, Erick Thohir Pastikan FIFA Series 2026 Berjalan Maksimal
-
Justin Hubner di Belanda: Sudah Murah, Gacor, Eh Ditaksir PSV Eindhoven Pula!
Terkini
-
Review S Line: Garis Merah yang Menguak Rahasia Terdalam Manusia
-
Dear Pemudik, Jika Lelah Jangan Paksakan Diri Berkendara
-
Keadilan yang Harus Dipaksa: Catatan di Balik Gugatan UU Pensiun 1980
-
Vivo V70 Resmi Hadir: Upgrade Kecil yang Terasa Lebih Flagship
-
Ketika Maaf Hanya Sejauh Broadcast WhatsApp, Ada yang Salah?