Pelatih Shin Tae-yong telah merilis nama-nama penggawa untuk mengarungi ketatnya gelaran Piala Asia U-23 di bulan April 2024 ini.
Melalui laman resmi PSSI pada Selasa (2/4/2024), pelatih berkewarganegaraan Korea Selatan itu merilis 28 nama untuk diproyeksikannya dalam skuat.
Menyadur laman Suara.com, dari 28 nama pemain yang dipanggil, terdapat 14 penggawa yang tercatat menjadi bagian dari Timnas Indonesia senior.
Itu artinya, jika berkaca dari penampilan terakhir Pasukan Merah Putih Senior yang begitu mengesankan, setidaknya sudah ada 14 pemain yang mampu menjalankan filosofi permainan yang dikembangkan oleh Shin Tae-yong.
Imbasnya adalah dengan banyaknya pemain senior yang kini menghuni skuat U-23 Indonesia, maka dapat dikatakan tak ada celah atau kelemahan yang dimiliki oleh Garuda karena keberadaan para pemain yang berpengalaman tersebut.
Namun ternyata, jika kita menilik lebih mendalam, terdapat satu sektor yang bisa menjadi kelemahan Timnas Indonesia U-23 karena tak adanya pemain senior yang menempati posisi ini.
Menyadur laman transfermarkt, para pemain Timnas Indonesia senior yang dipanggil ke Timnas U-23 memang tersebar di berbagai sektor, mulai dari penjaga gawang hingga penyerangan. Namun sayangnya, untuk posisi bek kanan, belum ada slot pemain senior yang mengisi posisi ini.
Di sektor penjaga gawang, terdapat dua pemain Timnas Senior yang berada dalam skuat U-23 kali ini. Mereka adalah Ernando Ari Sutaryadi dan Muhammad Adi Satryo.
Kemudian di sentral lini pertahanan, terdapat nama seperti Rizky Ridho, Justin Hubner, dan Muhammad Ferarri, sementara di sektor sebelah kiri ada nama Pratama Arhan dan Nathan Tjoe-A-On.
Selanjutnya, di sentral lini tengah ada trio Ivar Jenner, Arkhan Fikri dan Marselino Ferdinan. Di sektor sayap, sudah ada duo Rafael Struick dan Witan Sulaeman yang siap memback-up barisan penyerang yang bisa dihuni oleh Hokky Caraka maupun Muhammad Ramadhan Sananta.
Bisa dilihat, dari bertaburnya 14 pemain yang ada di Timnas Senior dalam pemanggilan terakhir, masih ada satu posisi yang tidak mendapatkan slot pemain dari skuat senior, yakni bek kanan.
Jika berkaca pada laman transfermarkt, coach Shin memanggil tiga pemain untuk posisi ini, yakni Bagas Kaffa, Ilham Rio Fahmi dan Fajar Fathurrahman yang juga bisa dimainkan di posisi ini.
Dari ketiganya, tak ada satupun pemain yang pernah merasakan pemanggilan skuat senior di bawah asuhan coach STY, sehingga berpotensi menjadi satu-satunya titik lemah di Timnas Indonesia U-23 pada Piala Asia edisi kali ini.
Harapannya sih, semoga saja pemain baru yang ada di sektor kanan pertahanan Indonesia nanti segera bisa melebur dalam permainan Skuat Garuda ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
Artikel Terkait
-
Ditanya Peluang Lolos, Shin Tae-yong Ogah Remehkan Lawan di Grup A
-
Ernando Ari Ungkap Ada Sedikit Konflik Antara Persebaya vs. Timnas U-23
-
Kabar Abroad: Jay Idzes Kena Comeback, Venezia Kalah 2-3 Setelah Sempat Unggul Dua Gol
-
Profil Ranggaz Laksmana, Sosok Pangeran Jaksel yang Terseret Drama Jersey Timnas Indonesia
-
BRI Liga 1 sampai Rehat demi Timnas Indonesia U-23 Lolos Olimpiade 2024, STY dalam Tekanan?
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Prediksi Brasil vs Haiti: Selecao Wajib Menang, Haiti Mampukah Bertahan?
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
-
Ronaldo Tak Lagi Jadi Tumpuan? 3 Masalah Utama Portugal yang Wajib Diperbaiki
Terkini
-
Bukan Karena Malas, 5 Hal Ini Jadi Alasan Utama Kenapa Kamar Anak Kos Cepat Berantakan
-
100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?
-
Tanpa Jeda
-
Review The Gangster, The Cop, The Devil: Adu Brutal Polisi Nekat dan Bos Mafia Melawan Sang Iblis
-
Bertajuk 'The Sin: Bliss,' ENHYPEN Umumkan Comeback pada Bulan Agustus