Pasca pertandingan perebutan tempat ketiga gelaran Piala Asia U-23 lalu, Marselino Ferdinan mendapatkan banyak kritikan tajam dari para warganet Indonesia. Hal tersebut tak lepas dari penampilan terakhir pemain yang akrab disapa Marceng itu di laga melawan Irak lalu.
Pada laga melawan Irak, Marceng dinilai tampil dalam mode egoisme tinggi. Dalam berbagai kesempatan, pemain KMSK Deinze tersebut terlihat lebih ingin menunjukkan permainan individunya daripada kolektifitas tim.
Oleh karenanya, tak mengherankan jika pada akhirnya Marceng menjadi pemain yang mendapatkan serangan dari khalayak pencinta bola dan menjadi kambing hitam atas kekalahan 1-2 Timnas Indonesia dari Irak. Sebuah hal yang pada akhirnya dibalas oleh sang pemain dengan sikap yang kurang bijak.
Namun, terlepas dari beragam serangan yang diterima oleh Marceng dari para warganet dan penampilannya yang dituding egois, pemain berusia 19 tahun tersebut justru mendapatkan sebuah pujian tersendiri dari Roberto Mancini dan Fausto Salsano. Pelatih kelas dunia yang juga legenda SS Lazio tersebut menilai, Marceng merupakan salah satu penampil terbaik yang dimiliki oleh Indonesia di turnamen Piala Asia U-23 kali ini.
Hal ini bahkan terkonfirmasi langsung dari akun instagram Hamdan Hamedan. Melalui unggahan akun instagramnya @hamdan.hamedan pada Minggu, 5 Mei 2024, pria yang dipercaya untuk mengurusi proses naturalisasi para pemain keturunan Indonesia tersebut membocorkan isi perbincangannya dengan Roberto Mancini dan Fausto Solano.
"Bagaimana pendapat Anda tentang pemain Indonesia? Adakah yang menonjol dalam game ini menurut Anda?" tanya Hamdan Hamedan sepertimana dia tuliskan di caption instagramnya.
Tak ayal, Roberto Mancini dan Fauosto Salsano pun menyebutkan beberapa nomor punggung pemain Timnas Indonesia U-23 yang memiliki permainan berkelas.
"Nomor 7, 10, 6, dan 23. Boleh kamu bantu saya menulis nama mereka?" tulis Hamdan Hamedan menuliskan jawaban dari keduanya.
Terlihat, dalam jawaban yang diberikan oleh Roberto Manciri dan Salsano, terdapat nomor 7 (Marselino Ferdinan), 10 (Justin Hubner), 6 (Ivar Jenner) dan 23 (Nathan Tjoe-A-On). Dari keempat pemain tersebut, bahkan Marselino Ferdinan menjadi satu-satunya pemain produkan dalam negeri yang mendapatkan perhatian khusus dari dua pelatih berkelas dunia tersebut.
Jadi, selalu ada sisi positif dan negatif dari apa yang terlihat. Di satu sisi, memang Marceng tampil egois dan individualis di laga terakhir, namun di sisi lain, hal itu justru membuat kualitas sang pemain mendapatkan pujian dari mereka yang paham dan memiliki kredibilitas tinggi di dunia sepak bola.
Semoga Marselino Ferdinan semakin berkembang dan dewasa ya ke depannya!
Tag
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
Terkini
-
Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health
-
Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan
-
Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober
-
Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat
-
Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik