Setelah sekian lama menunggu, Charles Leclerc berhasil menamatkan Formula 1 GP Monako 2024 di podium pertama. Di hari sebelumnya, Leclerc juga telah menempatkan dirinya di pole position.
Kemenangan ini sekaligus memutus rentetan hasil buruk Leclerc yang selalu dia dapat ketika membalap di kampung halamannya, berikut adalah rangkuman hasil buruk Leclerc di GP Monako dari 2017-sekarang.
1. GP Monako 2017: Mengalami DNF (did not finish) di dua balapan F2.
2. GP Monako 2018: Mengalami DNF akibat menabrak Brendon Hartley.
3. GP Monako 2019: Gagal melaju ke Q1, mengalami kerusakan di puncture & floor, dan berakhir gagal finis.
4. GP Monako 2021: Crash di sesi kualifikasi.
5. GP Monako 2022: Mendapat pole position, tapi finis di urutan keempat alias gagal podium.
6. GP Monako 2023: Start dari P3 tapi dihukum penalti mundur 3 grid.
Setelah mengalami mimpi buruk setiap berkompetisi di rumahnya sendiri, musim ini tampaknya Leclerc bertekat untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun agar bisa memperoleh hasil maksimal.
Terbukti, selama balapan kemarin Leclerc sama sekali tak tersentuh meskipun harus bergerak lambat untuk menghemat ban.
Start dari posisi terdepan memberi keuntungan tersendiri bagi Leclerc, mengingat Sirkuit Monako ini merupakan salah satu sirkuit yang sulit digunakan untuk menyalip. Ini membuat Leclerc bisa mengatur kecepatan tanpa banyak risiko.
Tak hanya senang karena berhasil meraih podium 1 di kampung halaman, dalam video wawancara yang diunggah oleh akun X Scuderia Ferrari, @ScuderiaFerrari, Charles mengaku bahwa momen ini telah mewujudkan keinginan masa kecilnya sebagai seorang pembalap F1.
"Aku sangat senang, ini adalah momen yang sudah aku impikan selama hidupku, sejak aku masih anak-anak. Ini (GP Monako) adalah balapan yang membuatku ingin menjadi seorang pembalap Formula 1," ungkap Leclerc dikutip pada Senin (27/5/2024).
Sepanjang balapan, dia juga teringat dengan mendiang ayahnya yang telah menjadi sosok penting dalam perjalanan kariernya di Formula 1, dulu dia pernah berjanji pada sang ayah bisa membalap di Monako dan memenangkannya. Dan kemarin, Charles Leclerc berhasil mewujudkan keinginannya tersebut.
“Saya harus mengatakan bahwa saya sedang memikirkan ayah saya saat ini. Tentu saja, dia sudah memberikan segalanya agar saya bisa berada di sini (menjadi pembalap F1). Saya bermimpi bisa balapan di sini (GP Monako) dan menang, jadi ini sebuah keajaiban,” katanya, dilansir dari akun X resmi Formula 1, @F1.
Dari 5 kemenangan sepanjang kariernya, mungkin kemenangan di GP Monako 2024 ini adalah salah satu yang termanis.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ogah Pusing, Max Verstappen Anggap Gelar Juara Dunia Tidak Terlalu Penting
-
Jadwal F1 GP Abu Dhabi 2025: 3 Pembalap Siap Rebut Gelar Juara Dunia
-
Jadwal MotoGP San Marino 2025: Waktunya Pembalap Italia Unjuk Gigi
-
MotoGP Catalunya 2025: Perayaan Juara Dunia Tak Akan Terjadi di Misano
-
Sprint Race MotoGP Catalunya 2025: Alex Marquez Giveaway Medali Kemenangan
Artikel Terkait
-
Hasil F1 GP Monako 2024: Charles Leclerc Menangi Balapan di Kandang Sendiri
-
Charles Leclerc Raih Pole Position di Rumah Sendiri, Max Verstappen Apa Kabar?
-
Kenang Ayrton Senna, McLaren Gunakan Livery khusus di GP Monako 2024
-
Campur Aduk! Sergio Perez Ungkap Rasanya Jadi Rekan Setim Max Verstappen
-
Charles Leclerc Ternyata Seorang Potterhead, George Russell Bilang Begini
Hobi
-
Dion Markx Join ke Liga Indonesia, Efek Misi Juara AFF Cup Jadi Prioritas?
-
John Herdman, FIFA Series dan Kutukan yang Menghantui Laga Debut Pelatih Timnas Indonesia
-
Guliran FIFA Series 2026 dan Tamparan Telak untuk Komentar Terlampau Tinggi EXCO PSSI
-
Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Juara, Gestur Selebrasi Jadi Sorotan
-
Persib Bandung Rekrut Dion Markx, Rekomendasi Langsung dari Bojan Hodak?
Terkini
-
4 Makanan yang Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
-
Hangout Style Antiribet, Ini 4 Ide OOTD Minimalis ala Seulgi Red Velvet
-
Saat Tawa Kini Diawasi: Menakar Meme di Tengah Ruang Ekspresi yang Kain Menyempit
-
KiiiKiii Rilis Mini Album Kedua Delulu Pack, Usung Pesan Kebebasan Diri
-
Dilema dan Konflik Batin Tokoh Kolonial dalam Buku Semua untuk Hindia