Pertandingan uji coba antara Timnas Indonesia melawan Tanzania yang berlangsung pada Minggu (2/6/2024) ternyata menjadi ajang reuni para bek Timnas Indonesia U-23 di gelaran Piala Asia U-23 lalu. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Madya, Jakarta tersebut, tiga bek utama Timnas Indonesia U-23, yakni Muhammad Ferarri, Rizky Ridho dan Justin Hubner kembali bermain bersama kembali pasca pertandingan terakhir mereka di putaran final Piala Asia U-23 i Qatar lalu.
Menyadur video yang diunggah oleh platform Vidio.com (2/6/2024), Timnas Indonesia sejatinya menurunkan komposisi tiga bek sejajar di sebelas pertama dengan komposisi Sandy Walsh, Jordi Amat dan Rizky Ridho. Dari tiga nama awal yang dimainkan tersebut, tentu saja Rizky Ridho lah yang menjadi palang pintu andalan Shin Tae-yong di pentas Piala Asia U-23 lalu.
Namun, seiring dengan berjalannya menit pertandingan, satu demi satu formasi reuni lini belakang Timnas Indonesia U-23 pun mulai terbentuk. Melansir lama flashscore.co.id (2/6/2024), Muhammad Ferarri menjadi pemain kedua yang melengkapi formasi reuni tersebut. Menyadur data yang ada di laman tersebut, Muhammad Ferarri masuk pada menit ke-46 dengan menggantikan Asnawi Mangkualam Bahar.
Dengan demikian, maka Sandy Walsh pun mengalami pergeseran posisi ke posisi full back, menggantikan Asnawi yang ditarik keluar oleh coach Shin. "Reuni seratus persen" para bek Timnas Indonesia U-23 di tubuh Timnas Senior akhirnya terjadi pada menit ke-78.
Justin Hubner yang masuk menggantikan Jordi Amat pada menit ke-78, menjadi puzzle terakhir yang menggenapi tiga bek andalan coach Shin Tae-yong di skuat Timnas U-23 lalu. Dan hasilnya pun cukup positif.
Masuknya Justin Hubner membuat lini pertahanan Indonesia menjadi lebih kompak dan agresif, di mana hal tersebut dibuktikan dengan terciptanya sebuah peluang matang dari Justin Hubner di menit-menit akhir jelang waktu normal berakhir.
Tak hanya itu, chemistry level tinggi antara Ferarri, Ridho dan Hubner selama kurang lebih 12 menit pertandingan berjalan membuat mereka bertiga saling mengisi kekosongan celah yang ditinggalkan oleh satu sama lain ketika membantu penyerangan Timnas Indonesia.
Dengan kata lain, jika nantinya para palang pintu Timnas Indonesia mengalami kendala atau berhalangan, maka tak ada salahnya jika coach Shin kembali mempercayakan posisi ini kepada tiga pemain andalannya di Piala Asia U-23 lalu. Terlebih, dalam reuni singkat di laga melawan Tanzania tersebut, mereka sukses membuktikan kekompakannya kala bermain bersama.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Melonjaknya Nilai Pasar Jay Idzes, Musim Depan Main di Serie A Italia!
-
2 Fakta Soal Malik Risaldi yang Baru Saja Debut Bersama Timnas Indonesia
-
Kali Pertama Lihat Kabah, Witan Sulaeman: Ada Perasaan yang Tak Biasa
-
Semoga Saja Timnas Indonesia Tak Tunjukkan Kekuatan Penuh di Laga Lawan Tanzania
-
Semakin Dekat Jadi WNI dan Perkuat Timnas Indonesia, Berikut Profil Calvin Verdonk dan Jens Raven
Hobi
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
Terkini
-
UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam
-
Review Sunset Bersama Rosie: Belajar Melepaskan dan Berdamai dengan Takdir
-
Gajian Cuma Numpang Lewat: Kenyataan Pahit Generasi Sandwich yang Dipaksa Cukup
-
Turbulence: Film Thriller Single Location Paling Tegang dan Mencekam!
-
Review Film Humint: Sinema Spionase Korea yang Brutal dengan Nuansa Noir!