Di balik euforia kemenangan Timnas Indonesia di laga pamungkas Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026, ada Ragnar Oratmangoen yang mau tak mau harus mengubur mimpinya soal gol debut di GBK. Pada laga tersebut, dua gol skuad Garuda dibukukan oleh Thom Haye dan Rizky Ridho.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, pemain yang berkarier di Fortuna Sittard itu bertekad untuk mencetak gol perdana di markas skuad Garuda, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun sayangnya, impian tersebut tak bisa terealisasi.
“Saya berharap untuk diri saya sendiri bahwa saya akan mencetak gol di GBK. Tapi hal terpenting adalah kami memenangi pertandingan dan melaju ke putaran berikutnya,” kata Ragnar menjelang laga sebagaimana dilaporkan Antara News.
Sejatinya Ragnar juga mendapatkan banyak umpan dan peluang manis yang sukses mengancam gawang Filipina. Naas, agaknya hari itu memang bukan harinya Ragnar Oratmangoen. Lantaran dari banyaknya tembakan yang dilepaskan, masih belum ada satu pun yang berhasil mengoyak jala gawang The Azkals.
Baik di babak pertama maupun babak kedua, Ragnar mendapat beberapa peluang. Bahkan ia sudah mulai membuat pertahanan Filipina ketar-ketir di menit kelima.
Tepat ketika Thom Haye memberikan umpan apik. Sayangnya, tembakan Ragnar masih menyamping. Penyelesaian akhir yang belum selesai membuat pesepakbola berusia 26 tahun itu tak bisa ikut serta mencatatkan namanya di papan skor.
Disadur dari Transfermarkt, ia resmi mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia pada 18 Maret 2024 lalu. Telah menjalani pertandingan debut saat Timnas Indonesia menghadapi Vietnam yang digelar 26 Maret 2024, Ragnar menjadi salah satu pemain yang berperan penting dalam kemenangan skuad Garuda di Stadion My Dinh, Hanoi.
Saat itu, pasukan Merah Putih berhasil mencetak tiga gol tanpa balasan di markas The Golden Stars. Tak hanya memecah rekor menang di kandang Vietnam, tetapi juga sekaligus membuat Indonesia makin percaya diri pada dua laga terakhir menghadapi Irak dan Filipina.
Kini Timnas Indonesia telah dipastikan lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Masih ada 10 laga tersisa. Meski bakal dihadapkan dengan lawan-lawan yang lebih tangguh, skuad Garuda tetap memiliki kesempatan untuk unjuk gigi dan melangkah semakin dekat ke Piala Dunia 2026.
Menyadur dari situs resmi PSSI, pembagian grup putaran ketiga baru akan dilakukan pada 27 Juni di Kuala Lumpur, Malaysia. Sementara gelaran utama Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Kasus Maarten Paes Makin Molor Jelang Babak 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bakal Gagal Jadi Kiper Timnas Indonesia?
-
Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick Thohir Pastikan Jadwal Liga dan Timnas Selaras
-
Proteksi Pemain Timnas Indonesia dari Bully Netizen, PSSI Siapkan Langkah Khusus
-
Gabung di Pot 6, Indonesia Berpeluang Kembali Bertemu Irak di Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Ada Isu Jay Idzes Bakal Dibajak ke Klub Italia Torino, Begini Ceritanya
Hobi
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
Terkini
-
Aroma Menyengat yang Menyergap
-
5 Film Terbaru di Minggu Ini, Ada Para Perasuk hingga The Drama
-
Bangun Tidur Auto Glowing! 3 Rekomendasi Sleeping Mask dengan Vitamin E
-
Penampilan Syifa Hadju saat Resepsi Ramai Dilirik, Ini Detail Perhiasannya!
-
Ketika Pendidikan Menjadi Hak: Menagih Janji Konstitusi atas Sekolah Gratis