Pertandingan sengit menghadapi Hungaria menyajikan hasil memuaskan bagi Jerman. Tim tuan rumah yang sukses membukukan dua gol tanpa balasan langsung mengamankan satu tiket menuju babak 16 besar. Laga bersejarah tersebut dimainkan di Mercedes-Benz Arena, Berlin dan berakhir pada Kamis (20/6/2025) dini hari WIB.
Melansir laman resmi Euro, dua gol kemenangan Jerman dicetak oleh Jamal Musiala di babak pertama, dan Ilkay Gundongan di babak kedua. Tim asuhan Julian Nagelsmann ini pun mengantongi enam poin dan dipastikan lolos ke babak selanjutnya.
Bukan tanpa perlawanan, Hungaria bahkan sudah mulai mengancam gawang Jerman di menit pertama usai kick off. Rolland Sallai mampu merebut bola dari kaki Joshua Kimmich dan menggiringnya ke kotak penalti Der Panzer.
Namun Manuel Neuer masih mampu mematahkan serangan Joshua. Jerman balas menebar ancaman pada menit ke-5 melalui tendangan jarak jauh Kai Havertz. Namun kiper Hungaria, eter Gulacsi juga tak kalah tangguh dan mengamankan gawangnya.
Havertz kembali mendapat peluang emas usai berduel dengan Willi Orban. Berhadapan langsung dengan Gulacsi, pemain andalan Arsenal itu masih gagal memecah kebuntuan. Jerman baru bisa mencetak gol di menit ke-22.
Ilkay Gundogan bermain ngotot merangsek ke kotak penalti, kemudian memberi umpan matang ke arah Musiala yang berhasil dieksekusi dengan baik. Gol ini sempat menuai kontroversi, lantaran Gundogan diklaim lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Orban.
Namun, VAR menyatakan bahwa gol tersebut sah. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah tetap bertahan sampai waktu turun minum. Sederet upaya Hungaria menyamakan kedudukan gagal.
Di babak kedua, Jerman masih agresif menambah gol. Toni Kross nyaris menggandakan keunggulan, tetapi tembakan jarak jauhnya masih bisa diamankan Gulacsi. Barulah di menit 67, Jerman mengubah kedudukan menjadi 2-0 usai Maximilian Mittelstadt mengirim umpan silang datar dari sisi kiri dan disambar oleh Gundogan.
Tendangan yang mengarah ke sudut kanan gawang gagal diantisipasi oleh kiper Hungaria. Seolah belum puas, Jerman juga terus menggempur pertahanan lawan dengan menciptakan dua peluang berbahaya yang dibuat Josshua Kimmich dan Leroy Sane.
Sampai akhirnya skor 2-0 itu bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan telah selesai. Jerman pun menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar Piala Euro 2024.
Namun mereka masih harus meladeni hadangan Swiss di laga terakhir untuk memastikan diri finis sebagai juara grup.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jajan Dulu, Tenang Kemudian: Coping Mechanism ala Gen Z, Aman Diteruskan?
-
Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia
-
Belanda Terpeleset di Babak Tos-tosan, Maroko Kantongi Tiket 16 Besar
-
Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
Artikel Terkait
-
Kylian Mbappe Absen Latihan Jelang Prancis vs. Belanda Usai Cedera Hidung, Begini Kondisinya
-
Di Balik Imbangnya Kroasia vs Albania, Andrej Kramaric Kecewa Gara-Gara Ini
-
Kapten Ilkay Gundogan di Jerman vs Hungaria Euro 2024: Jamal Musiala Luar Biasa!
-
Piala Euro 2024: Diimbangi Ganasnya Skotlandia, Swiss Harus Berbagi Poin
-
Piala Euro 2024: Kroasia vs Albania Imbang, Nasib Kedua Tim di Ujung Tanduk
Hobi
-
Cape Verde Siap Menang, Argentina Patut Waspada Jelang Perebutan 16 Besar
-
Harry Styles Rasa Suporter Lokal dan Menggemanya Wonderwall: Sisi Lain Kemenangan Inggris
-
Alih-alih Yakin Kalahkan Brazil, Erling Haaland Malah Bilang Begini!
-
Mencari Diri Sendiri di Atas Awan: Mengapa Kamu Perlu Mencoba Mendaki Sekali Seumur Hidup
-
Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu
Terkini
-
Ruang Bercakap #25: Belajar Menulis Artikel Sepak Bola yang Menarik Bersama Yoursay
-
Anime MARRIAGETOXIN Resmi Berlanjut ke Season 2, Siap Tayang Januari 2027
-
Sekolah Bukan Pabrik Nilai, Melainkan Tempat Menumbuhkan Potensi
-
Kuliah di Persimpangan Zaman: Masihkah Menjadi Investasi Terbaik?
-
Pintar tapi Tidak Bermoral? Inilah Alasan Mengapa Kecerdasan Bukan Jaminan Kebaikan