Jelang bergulirnya BRI Liga 1 musim 2024/2025, seluruh tim kontestan yang turut berpartisipasi di kasta tertinggi sepakbola profesional di Indonesia tersebut tentunya tengah mempersiapkan skaudnya di musim depan. Hal yang sama juga dilakukan oleh PSIS Semarang. Melansir dari laman resmi klub PSIS (psis.co.id) yang dikutip Kamis (27/06/2024), tim berjuluk “Laskar Mahesa Jenar” tersebut telah mengumumkan merekrut pemain timnas Indonesia U-20, yakni Rachmat Syawal.
“PSIS Semarang mendatangkan bek Timnas Indonesia U20, Rahmat Syawal jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2024/25.Pemain belakang ini didatangkan oleh manajemen dan tim pelatih PSIS untuk menambah kekuatan dan kedalaman di sektor pertahanan. Rahmat Syawal dikontrak selama tiga musim mendatang. Sebelumnya ia merupakan penggawa Persas Sabang, namun karena penampilan apiknya mampu meyakinkan pelatih Timnas Indonesia U20 Indra Sjafri untuk selalu memanggilnya dalam skuat Garuda Muda,” tulis pernyataan di laman resmi klub PSIS Semarang pada Selasa (25/06/2024) kemarin.
Hadirnya Racmhat Syawal sendiri yang notabene masih berusia 18 tahun tersebut tentunya diharapkan dapat memperkokoh lini belakang tim PSIS Semarang guna mengarungi kompetisi BRI Liga 1 musim 2024/2025 mendatang. Pemain yang memiliki tinggi 190 cm dan berposisi sebagai bek tengah tersebut diharapkan dapat menjadi aset masa depan tim PSIS Semarang mengingat usianya yang terbilang muda.
PSIS Semarang Juga Rekrut Mantan Punggawa Timnas Indonesia U-17
Selain merekrut Rachmat Syawal yang merupakan punggawa timnas Indonesia U-20, PSIS Semarang juga kembali merekrut salah satu pemain berlabel timnas kelompok umur, yakni Aulia Rachman. Melansir dari laman resmi klub PSIS (psis.co.id), Aulia Rachman sendiri direkrut dari tim junior Persita, yakni Persita U-18 untuk durasi kontrak selama 4 tahun.
“Hari ini kami juga memperkenalkan Aulia Rahman. Striker muda masih 17 tahun dan akan kami kontrak selama empat musim mendatang. Datangnya Aulia Rahman untuk menambah kekuatan di sektor penyerang selain nantinya akan ada pemain asing di posisi tersebut,” ujar Manajer Operasional PSIS, Wisnu Adi.
Aulia Rachman tentunya juga diharapkan dapat menjadi aset masa depan bagi tim PSIS Semarang dikarenakan usianya yang masih terbilang muda. Selain itu, dirinya kemungkinan juga akan diproyeksikan membela tim U-18 dan U-20 PSIS Semarang yang akan berkompetisi di Elite Pro Academy (EPA) musim 2024/2025 mendatang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
Artikel Terkait
-
Menunggu Tantangan Para Raja Asia di Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Link Live Streaming Drawing Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Penentuan Nasib Timnas Indonesia
-
Shin Tae-yong Bongkar Visi Timnas Indonesia untuk Sampai Putaran Playoff Piala Dunia 2026
-
Nova Arianto Ingatkan Timnas Indonesia Tidak Boleh Anggap Remeh Laos di Piala AFF U-16, Kenapa?
-
Link Undian Fase Grup Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
Hobi
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
Terkini
-
Laboratorium Harapan: Taktik Anak Pertama Meracik Masa Depan di Tengah Batas
-
Tak Sekadar Pameran, IMX Prambanan Gabungkan Otomotif dan Nuansa Heritage
-
Perempuan Misterius yang Menyeberang Jalan di Tengah Malam
-
Super Slim! Powerbank Xiaomi Ini Tipis dan Praktis Dibawa Ke Mana Saja
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran