Belakangan ini, nama seorang Han Willhoft-King kembali menanjak karena lesakan kariernya sebagai seorang pesepakbola. Melansir unggahan akun X (dulunya Twitter) Fabrizio Romano, pemain belia berusia 18 tahun ini membuat lejitan karir, di mana dirinya yang sebelumnya memperkuat klub semenjana Tottenham Hotspurs, berpindah ke klub raksasa Liga Primer Inggris, Manchester City.
Selain memberikan kebanggaan, kepindahan pemain berdarah Indonesia ini ke klub sekelas Manchester City ini juga membuat was-was para pendukung Timnas Indonesia yang berkeinginan melihat sang pemain memperkuat Pasukan Merah Putih.
Sebab, dengan bermain di klub sekelas Manchester City, peluang Han Willhoft-King untuk dilirik untuk memperkuat negara lain tentunya cukup terbuka lebar. Terlebih lagi, menyadur laman Transfermarkt, pemain kelahiran 24 Januari 2006 ini bisa memperkuat enam negara sekaligus, yakni Indonesia, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Tiongkok dan India.
Namun ternyata, meskipun kini membela klub besar di kancah sepak bola dunia, kans Han Willhoft-King untuk memperkuat Timnas Indonesia sejatinya belumlah tertutup. Dari enam negara yang bisa diperkuat oleh Willhoft-King, besar kemungkinan sang pemain akan kesulitan untuk bersaing di timnas Inggris dan Jerman jika tak benar-benar memiliki kualitas yang berkelas dunia.
Dengan posisinya sebagai pemain tengah, peluang Willhoft-King untuk dilirik oleh Inggris maupun Jerman tentu saja tak akan mudah. Pasalnya, baik Inggris maupun Jerman sendiri merupakan dua negara yang kerap melahirkan gelandang-gelandang berkelas dunia, dan membutuhkan persaingan ketat untuk bisa mendapatkan slot di dua negara ini.
Dengan demikian, maka masih tersisa Amerika Serikat, India, Tiongkok dan Indonesia yang bisa menjadi opsi bagi Willhoft-King jika tak dilirik oleh Jerman maupun Inggris nanti. Dari keempat negara yang tersisa itu, sejatinya kans paling besar dimiliki oleh Amerika Serikat.
Jika orientasi Han Willhoft-King adalah bermain di Piala Dunia, maka tentunya Amerika Serikat akan menjadi pilihan tier kedua baginya. Namun jangan salah, kans Amerika Serikat untuk bisa mendapatkan Han Willhoft-King ini pun tak akan mudah. Alasannya jelas, karena sepak bola bukanlah olah raga utama di negeri tersebut.
Lantas, bagaimana peluang Han Willhoft-King untuk memperkuat Timnas Indonesia? Meskipun akan menjadi opsi kesekian setelah Inggris, Jerman dan Amerika Serikat, namun kans sang pemain untuk memilih Indonesia relatif lebih besar daripada memilih Tiongkok ataupun India.
Hal ini tak lepas dari dua hal mendasar, yakni kelas Indonesia yang menempatkan sepak bola sebagai olah raga nomor satu, dan dukungan penuh para suporter bagi para pemain yang memperkuat Timnas Indonesia, baik saat bermain di lapangan, maupun saat berada di luar lapangan.
Jadi, meskipun saat ini Han Willhoft-King tengah menuju ke Manchester City, yakinlah peluangnya untuk membela Timnas Indonesia masihlah ada, meskipun harus menempatkan Indonesia sebagai pilihan setelah Inggris, Jerman ataupun Amerika Serikat.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Tepis Rumor, Swansea City Langsung Ajak Nathan Tjoe-A-On Tur ke Austria
-
3 Pemain Keturunan Indonesia Ikut Respons Kabar Idaman Shin Tae-yong Gabung PSV Eindhoven
-
6 Pemain Timnas Indonesia Dipuji FIFA, Shin Tae-yong Dianggap Ubah Skuad Garuda Mainkan Sepak Bola Modern
-
Berkarier di Amerika Serikat, 3 Pemain Timnas Indonesia Putri Ini Bukan Kaleng-kaleng, Bisa Diadu lah...
-
Pernah Dimusuhi Fans Indonesia, Kiper Singapura Hassan Sunny Donasi Rp120 Juta ke Muhammadiyah
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui