Timnas Garuda Muda yang tergabung di Skuat Indonesia U-20, akan menjalani masa kampanye dalam memperebutkan satu tiket ke putaran final Piala Asia U-20. Laman AFC merilis, Indonesia yang bergabung di grup F bersama dengan Maladewa, Timor Leste dan Yaman, akan menjalani masa pertarungan mereka pada rentangan 21 hingga 29 September 2024.
Berstatus sebagai tuan rumah babak kualifikasi grup F, anak asuh Indra Sjafri tersebut sejatinya mendapatkan lawan yang tak begitu menyulitkan. Bagaimana tidak, dari tiga lawan yang bakal dihadapi, Indonesia masih memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Timor Leste dan Maladewa.
Sementara satu lawan lainnya, yakni Yaman, memiliki kualitas permainan yang relatif seimbang dengan Pasukan Muda Merah Putih.
Dengan asumsi demikian, maka dapat dikatakan bahwa dari tiga laga yang bakal dijalani oleh Indonesia, maka mereka hanya membutuhkan fokus di laga melawan Yaman yang di atas kertas tentunya bakal lebih berat jika dibandingkan dengan dua lawan lainnya.
Memang, untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 kali ini, Timnas Indonesia relatif mendapatkan keuntungan besar. Laman Suara.com bahkan menyebutkan, selain diuntungkan dengan status sebagai tuan rumah, Pasukan Garuda Muda juga beruntung karena berada di grup F dengan komposisi penghuni yang cukup enteng.
Sekali lagi, ini bukanlah sebuah penyepelean perihal kualitas lawan. Karena kita tahu, baik Maladewa maupun Timor Leste, lebih sering menjadi pihak inferior saat berjumpa dengan Indonesia, sementara Yaman yang memiliki kualitas seimbang, akan mendapatkan perlawanan yang berlipat-lipat karena harus menghadapi Indonesia yang dipastikan akan mendapatkan sokongan penuh dari barisan pendukung setianya.
Jadi, sekarang jelas, meskipun babak kualifikasi Piala Asia U-20 ini belum benar-benar dimulai, namun Timnas Indonesia sudah harus mulai memetakan kekuatan lawan. Ketika berhadapan dengan dua lawan yang memiliki kualitas di bawahnya, mereka harus pandai-pandai mengalokasikan kekuatan, agar nantinya saat bersua dengan Yaman yang merupakan tim terberat di grup ini, mereka bisa tetap menampilkan permainan terbaik dan mengamankan satu laga paling krusial.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
-
Gabung Timnas Indonesia, 3 Posisi Ini Bisa Dimainkan oleh Eliano Reijnders
-
Mees Hilgers dan Eliano Sumpah WNI di Belanda, Langgar Aturan atau Tidak?
-
3 Andalan Shin Tae-yong yang Tergusur Pemain Naturalisasi, No.1 Berstatus Kapten
-
Perbandingan Nilai Pasar Mauro Zijlstra dan David da Silva, Striker yang Ingin Perkuat Timnas Indonesia
-
Kisah Anang Maruf, Legenda Timnas Indonesia Jadi sopir Ojek Online Setelah Pensiun
Hobi
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
Terkini
-
Mengingat yang Dilupakan: Kisah Segara Alam dan Bayang-Bayang 1965
-
Mahalnya Harga Pendidikan: Ketika Pengorbanan Menjadi Satu-satunya Jalan
-
Perdana Tayang, Film Michael Raup 39,5 Juta Dolar di Box Office Domestik
-
Awe-Awe Kedua dari Balik Pohon Tua di Tikungan Gumitir
-
Gratis Itu Relatif, Setidaknya Itu yang Saya Pelajari dari Sekolah Negeri