Sudah bukan sebuah rahasia lagi jika kiper anyar Timnas Indonesia, Maarten Paes memiliki kelas tersendiri jika dibandingkan dengan para penjaga gawang yang dimiliki oleh Pasukan Garuda.
Bukan hanya karena dirinya merupakan satu-satunya kiper Timnas Indonesia yang kini berstatus abroad, namun memang karena sang pemain menunjukkan dirinya memiliki kualitas yang mumpuni untuk membawa Indonesia bersaing di persepakbolaan internasional.
Dua pertandingan awal yang dijalaninya bersama Timnas Indonesia setidaknya menunjukkan kepada khalayak bahwa dirinya memang sosok yang bisa bersaing di kompetisi manapun. Bagaimana tidak, dua penunggu tetap putaran final Piala Dunia, yakni Arab Saudi dan Australia, sampai harus frustrasi karena gagal membuat banyak gol ke gawang Indonesia yang dia jaga.
Maka tak mengherankan jika penjaga gawang yang satu ini layak untuk bermain abroad di kompetisi yang lebih kompetitif. Bahkan laman Suara.com sampai menuliskan sang pemain kini tengah digosipkan menjadi calon kiper Manchester United, menggantikan Onana yang kerap tampil tak stabil.
Meskipun masih terlalu dini, namun sejatinya dengan kualitas yang dimiliki oleh Maarten Paes saat ini, dirinya memang layak untuk berkiprah kembali di pentas persepakbolaan Eropa. Hal ini tak lepas dari performa sang pemain yang cukup menjanjikan semenjak bergabung bersama FC Dallas.
Dari data yang ada di laman Transfermarkt, untuk musim 2023/2024 sendiri penjaga gawang berusia 26 tahun tersebut telah menjalani 32 laga dan hanya kebobolan 52 gol saja. Catatan ini tentunya jauh lebih baik bahkan jika dibandingkan dengan Onana sekalipun yang kebobolan 89 gol dari 56 pertandingannya bersama Setan Merah.
Bahkan dalam perjalanan karirnya di MLS, Maarten Paes yang semula merupakan kiper pinjaman dari FC Utrecht, dicegah klubnya untuk balik kandang karena performanya yang luar biasa di liga sepak bola Amerika Serikat tersebut.
Terlebih, selama berada di MLS, Maarten Paes bukanlah pemain yang berstatus sebagai pelengkap, namun juga merupakan pemain utama yang tak jarang pula masuk dalam daftar pemain terbaik untuk tiap pekan, tiap bulan bahkan musim.
Capaian ini tentu saja menjadi sebuah indikator tersendiri bagi Paes terkait penaklukannya terhadap MLS. Bintang-bintang besar sekelas Lionel Messi (Inter Miami) dan Marco Reus (LA Galaxy) pun sampai harus bersusah payah untuk menaklukkan dirinya di bawah mistar Dallas.
Dan berbekal dengan catatan apik hasil penaklukannya terhadap MLS, Paes sejatinya sudah cukup siap untuk kembali ke persepakbolaan Eropa. Meskipun beberapa waktu lalu Paes belum menemukan kesepakatan dengan Empoli, namun dengan kualitas yang dimilikinya saat ini, tawaran klub-klub Eropa untuk mendapatkan jasanya sepertinya hanya tinggal menunggu waktu saja.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
-
Ketiban Berkah usai Pilih Timnas Indonesia, Mees Hilgers: Saya Bersyukur
-
Trik Klub Calvin Verdonk Tarik Netizen Indonesia, NEC Nijmegen: Kita Garuda
-
Media China Pesimis: Kita Sulit Menang Lawan Timnas Indonesia
-
Graham Arnold Kelar, Giliran 'Nyawa' Pelatih 10 Piala Ini di Tangan Shin Tae-yong
-
Hugo Kemppainen Pemain 193 cm Berdarah Bekasi di Finlandia
Hobi
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
Terkini
-
Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat
-
Kuroko no Basket: Persahabatan, Persaingan Sehat, Pengakuan, & Bola Basket
-
Perempuan Bermata Kelam yang Menjanjikan Kemakmuran
-
Sinopsis We Are Worse at Love than Pandas, Drama yang Dibintangi Ikuta Toma
-
Mau Kulit Cerah Merata? 5 Rekomendasi Sabun Batang untuk Atasi Kulit Kusam