Bek keturunan Indonesia-Belanda, Mees Hilgers mengungkapkan perasannya jelang pertandingan FC Twente menghadapi Manchester United di pertandingan Liga Europa 2024/2025.
Hilgers menyebut dirinya saat ini merasa senang bisa bertandang ke Old Trafford. Terlebih lagi dalam pertandingan sebelumnya, klubnya bisa menang telak atas Almere City di pertandingan Liga Belanda (Eredivisie).
"Saya pikir baik, positif. Kami menang 5-0 kemarin lusa, jadi saya pikir energi dan perasaannya baik," kata Mees Hilgers, melansir dari situs FC Twente (fctwente.nl), dikutip penulis pada Rabu (25/9/2024).
Pemain berdarah Manado ini mengaku bahagia bisa bermain di Old Trafford. Manchester United, tutur Hilgers, adalah klub besar. Oleh karena itu, dia ingin memberikan yang terbaik di pertandingan tersebut.
"Bermain dan berlatih di stadion seperti ini sangat indah bagi semua orang, jadi saya pikir hanya hal-hal positif saat ini, dan ya, kami merasa baik," ucap Hilgers.
"Tentu saja indah untuk bermain di sini. Ini juga spesial karena merupakan klub besar, tapi kami juga tidak boleh membesar-besarkan, dan besok kami hanya perlu memberikan segalanya," sambungnya.
Hilgers mengatakan, timnya selalu menganggap setiap pertandingan dengan serius, dan tak meremehkan lawan.
"Saya pikir semua orang di tim juga memandang setiap pertandingan dengan serius, apakah itu Manchester United atau Almere City, tidak seharusnya ada perbedaan," terangnya.
Meskipun Manchester United adalah klub yang punya nama besar, namun Hilgers menyebut timnya akan memainkan permainan terbaiknya sendiri.
"Tentu saja, klub ini memiliki sejarah dan nama besar, tetapi kami harus tetap memainkan permainan kami sendiri, seperti yang telah kami lakukan minggu lalu," ungkapnya.
Hilgers berharap bisa memimpin di lini belakang Twente, dan bisa memberikan instruksi kepada pemain lainnya, seperti yang biasa ia lakukan.
"Peran yang memimpin, terutama di lini belakang, tapi juga untuk para pemain yang ada di depan saya. Saya harus banyak memberi instruksi, melakukan peran saya, seperti yang saya dan tim lakukan. Seperti yang saya katakan tadi, kami akan terus melakukan yang terbaik," kata Hilgers.
Ada sekitar empat ribu suporter Twente yang dipastikan akan datang mendukung ke Old Trafford. Hilgers menyebut ini adalah kesempatan bagus bagi timnya untuk unjuk gigi.
"Saya pikir suasananya akan hebat, dan ini adalah kesempatan bagus bagi kami sebagai tim untuk menunjukkan diri," terangnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Van Dijk Ragu Kluivert Bisa Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia, Kenapa?
-
Marselino Debut di Oxford United: Main di Piala FA, Langsung Kartu Kuning
-
Kluivert Jadi Pelatih, Marc Klok Harap Bisa Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Kepada Media Belanda, Marc Klok Sebut Shin Tae-yong Pelatih Diktator
-
Elkan Baggott Sukai Postingan Kabar Kluivert Jadi Pelatih Timnas, Siap Comeback?
Artikel Terkait
-
Manchester United Senang Bakal Kembali ke Malaysia Setelah 16 Tahun
-
Breaking News! Bukan Shin Tae-yong, Ini Sosok yang Pimpin ASEAN All Stars Hadapi Manchester United
-
Kenapa Manchester United Tidak ke Indonesia, Apakah Masih Trauma?
-
RESMI Lawan Manchester United di Malaysia, ASEAN All-Stars Bakal Dilatih Shin Tae-yong?
-
Semua Angkatan Shin Tae-yong! 3 Pemain Timnas Indonesia Akan Merumput di Liga Champions Tahun 2026
Hobi
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Wajib Jaga Marwah saat Ladeni Afghanistan
-
3 Pemain Timnas Indonesia U-17 yang Layak Promosi ke Level Timnas U-20
-
Timnas Indonesia U-17: Tim Non-unggulan yang Bikin Lawan-Lawannya dalam Posisi Sulit
-
Lolos Piala Dunia U-17 2025, 3 Pemain Keturunan Ini Bisa Dinaturalisasi!
-
Bukan Cuma Taktik dan Strategi, Fakta Ini Buktikan Nova Arianto Benar-Benar Murid Sejati STY
Terkini
-
Berniat Rayakan Galungan di Bali: 3 Aktivitas Ini Bikin Kamu Makin Dekat dengan Budaya Lokal
-
4 Novel Romance Berlatar Musim Gugur: Kisah Cinta di Saat Daun Berguguran
-
Ulasan Buku Resep Kaya ala Orang Cina, Cara Menuju Kekayaan yang Berlimpah
-
Scroll Tanpa Tujuan: Apakah Kita Sedang Menjadi Generasi Tanpa Fokus?
-
Ki Hajar Dewantara dan Tantangan Literasi Gen Z: Sebuah Refleksi Kritis