Pasukan Garuda Muda akan kembali bertarung di match day kedua babak Kualifikasi Piala Asia U-20, Jumat (27/9/2024) malam.
Setelah berhadapan dengan Maladewa di partai perdana dan membungkus kemenangan empat gol tanpa balas, kali ini Jens Raven dan kolega akan menghadapi sang tetangga dekat, Timor Leste.
Dengan segala superioritas yang dimiliki oleh Indonesia atas sang lawan, maka mau tak mau Pasukan Garuda Muda ini harus bisa kembali memaksakan poin penuh untuk kedua kalinya.
Selain karena unggul di berbagai sektor, status Indonesia sebagai tuan rumah juga semakin membuat mereka harus bisa mengemas poin penuh, untuk melengkapi tiga poin yang mereka dapatkan di laga sebelumnya.
Memang, jika kita berbicara terkait pertemuan kedua kesebelasan, Indonesia tercatat unggul daripada sang lawan.
Berdasarkan data di laman aiscore.com, Indonesia yang bertemu dengan Timor Leste pada 14 September 2022 lalu, berhasil memenangi pertandingan dengan skor telak, empat gol tanpa balas.
Meskipun kini jarak pertemuan terentang dua tahun dari momen kemenangan besar Timnas U-20 tersebut, namun besar kemungkinan superioritas dari anak asuh coach Indra Sjafri ini tidak akan terganggu dengan perkembangan permainan yang dimiliki oleh Timor Leste.
Selain akan mengamankan posisi Timnas Indonesia di papan klasemen, paksaan poin penuh Indonesia di laga melawan Timor Leste kali ini juga akan menjadi sarat makna.
Pasalnya, dengan minimal enam poin yang didapatkan di dua laga melawan Maladewa dan Timor Leste, kans Timnas Indonesia U-20 untuk lolos ke putaran final melalui jalur runner-up terbaik terbuka sangat lebar.
Bukan hanya itu, tambahan tiga poin yang dimiliki oleh Indonesia nanti juga akan membuat mereka menjaga kans lolos otomatis dari jalur pemuncak klasemen grup.
Pasalnya, dengan kemenangan minimal margin dua gol, Indonesia akan kembali sukses mengkudeta Yaman dari puncak klasemen Grup F, yang juga memiliki enam poin pasca memenangi laga kedua melawan Maladewa dengan tiga gol tanpa balas.
Nantinya, dengan tambahan dua gol di laga melawan Timor Leste, Indonesia akan unggul selisih gol dari Yaman, sehingga di laga pamungkas yang mempertemukan mereka melawan tim asal Timur Tengah tersebut, Pasukan Garuda Muda tinggal memaksakan hasil imbang untuk bisa lolos otomatis dari jalur pemuncak klasemen grup.
Jadi, mau tak mau, Indonesia harus bisa kembali menuai poin penuh di laga melawan Timor Leste ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Bakal Rebutan Tempat, Respons Rizky Ridho soal Kedatangan Mees Hilgers di Timnas Indonesia
-
Media Vietnam: Mees Hilgers Puncak Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Berpeluang Jadi Starter, Jens Raven Kembali Unjuk Ketajaman di Lini Depan Kualifikasi Piala Asia U-20?
-
Mees Hilgers Bikin Takjub usai Sundul Bola yang Melaju 100 Km/Jam saat Lawan Man United
-
Indonesia vs. Timor Leste: Ketajaman Garuda Muda Diuji, Siap Ulang AFF U-19?
Hobi
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
Terkini
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?