Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Bahrain di lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Ronde Ketiga tinggal menunggu detik-detik gulirannya saja. Menyadur jadwal pertandingan Timnas Indonesia yang dirilis oleh laman Suara.com, pertarungan antara kedua kesebelasan ini dijadwalkan pada Kamis (10/10/2024), dan bertempat di kandang Bahrain.
Uniknya, pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Bahrain National Stadium, Riffa ini juga akan menjadi ajang pemecahan rekor bagi Timnas Indonesia di tingkatan Asia Tenggara. Pasalnya, jika anak asuh Shin Tae-yong tersebut berhasil menumbangkan sang tuan rumah, maka mereka akan menjadi negara Asia Tenggara dengan jumlah poin terbanyak di babak Kualifikasi Putaran Ketiga.
Hal ini tentunya tak lepas dari capaian dua negara sekawasan, yakni Thailand dan Vietnam di babak kualifikasi Piala Dunia edisi 2018 dan 2022 lalu. Berdasarkan data history laman AFC, Thailand yang menjadi negara ASEAN pertama di ronde ketiga kualifikasi, total hanya bisa mengumpulkan dua poin saja dari 10 pertandingan yang mereka jalani.
Sementara Vietnam yang menjadi wakil Asia Tenggara di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu, di akhir babak kualifikasi grup ronde ketiga, hanya mampu mengumpulkan total empat poin hasil dari sekali menang dan sekali bermain imbang.
Dan kalkulasinya adalah, jika Timnas Indonesia berhasil memenang laga melawan Bahrain, maka poin yang dimiliki oleh Jay Idzes dan kolega akan menjadi 5 poin, karena saat ini mereka sudah memiliki koleksi dua poin dari dua laga sebelumnya.
Tentunya kita masih ingat, dua poin yang didapatkan oleh Pasukan Merah Putih tersebut didapatkan saat mereka bertandang ke markas Arab Saudi pada match day pertama, dan menahan imbang Australia di kandang di match day kedua lalu.
Lantas, apakah Timnas Indonesia bisa memenangi laga melawan Bahrain dan memecahkan rekor yang dicatatkan negara Asia Tenggara di ronde ketiga babak Kualifikasi Piala Dunia? Tentu saja kita harus optimis hal itu bisa menjadi nyata!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Tak Inferior, Shin Tae-yong Pastikan Timnas Indonesia Tampil Habis-habisan di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Meski Tak Segemerlap Mees Hilgers, Eliano Reijnders Bisa Jadi Bom Waktu bagi Pertahanan Bahrain
-
Sebut Indonesia Lawan Berat, Pelatih Bahrain Akui Kualitas Skuad Garuda?
-
Keterbukaan Informasi dan Keberlanjutan: Kunci Sukses Tata Kelola Perusahaan di Indonesia
-
Jawaban Berkelas STY Ditanya Wartawan Bahrain Kalau Timnas Indonesia Tak Serius Latihan
Hobi
-
Kisah Heroik HMS Ark Royal: Sang 'Lucky Ship' Penentu Kemenangan di Teater Atlantik
-
Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Mengenal Investasi dari Layar Ponsel Bersama New BIONS
-
Menggugat Empati Sineas Lewat Film Putri, Jangan Gentayangan Lagi: Menghibur atau Mengeksploitasi?
-
Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan
-
489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam
-
PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis