Hampir mayoritas penduduk Nusantara sepakat bahwa daun salam adalah rempah yang selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Eksistensinya banyak dibutuhkan dalam sebagian besar masakan dan resep turun-temurun hingga resep variasi lainnya. Namun, daun salam rupanya nggak hanya berguna sebagai bumbu semata lho. Dia mampu menjelma wujud berbagi yang sesungguhnya. Kok bisa?
Ragam Kandungan Nutrisi dan Manfaat Daun Salam
Melansir laman Alodokter, daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman herba yang kaya nutrisi dan segudang manfaat. Studi menunjukkan daun ini mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, tannin, dan polifenol, di samping vitamin A, vitamin B6, vitamin C, serat, dan magnesium.
Studi juga membuktikan bahwa daun salam bermanfaat sebagai:
- Pencegah batu ginjal karena senyawa aktifnya mampu mengurangi jumlah urease dalam tubuh,
- Mencegah serangan jantung,
- Mengatasi sakit perut,
- Mencegah pikun,
- Mencegah kanker,
- Vitamin A, vitamin B6, vitamin C, dan Zinc berguna untuk memperkuat imunitas tubuh,
- Senyawa polifenol mampu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes,
- Senyawa flavonoid mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL),
- Kinerja flavonoid dan tannin berguna untuk mengurangi peradangan pada luka, dan
- Magnesium berguna untuk mencegah osteoporosis.
Bumbu Aromatik Aneka Masakan Nusantara
Dari segi keperluan dapur, daun salam adalah bumbu aromatik yang nggak boleh ketinggalan. Nyaris pada sebagian besar masakan Nusantara pasti menggunakan daun salam. Baik pada jenis sayur lodeh, sayur bening, sayur bobor, nasi uduk, nasi kuning, rawon, dan banyak masakan lainnya.
Rempah ini juga kerap dimanfaatkan bersama lengkuas, serai, dan daun jeruk purut sebagai penghilang bau prengus pada proses perebusan daging kambing. Setidaknya, itu yang pernah saya temui di lingkungan sekitar ya.
Keberadaan daun salam juga cukup mudah ditemui di pasaran, dan harganya juga tergolong murah. Baik pada tukang sayur keliling, pasar tradisional, hingga supermarket yang menjual bumbu dan rempah dapur. Kendati kebanyakan yang dijual adalah daun salam kering, aroma dan fungsinya tetap utuh pada setiap masakan yang tersaji.
Pemanfaatan Teh Daun Salam sebagai Herba Alami
Karena kandungan nutrisi, vitamin, mineral dan segudang manfaatnya, daun salam juga kerap dimanfaatkan sebagai herba alami alias ‘jamu’. Prosesnya pun terbilang simpel, yakni merebus daun salam selama beberapa menit, sehingga menghasilkan air berwarna serupa teh yang bisa diminum sehari sekali.
Pada praktiknya, mengonsumsi teh daun salam terbukti menurunkan kadar gula dan kolesterol. Kendati efek sampingnya ya agak sering buang air kecil. Setidaknya itulah yang saya amati dari kebiasaan Emak mengonsumsi teh daun salam.
Wujud Kekeluargaan dan Eksekusi Berbagi
Dalam lini masyarakat pedesaan, pohon salam cukup banyak dijumpai, bahkan ada yang memiliki pohon salam berukuran besar. Selain daun yang dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, masyarakat cukup akrab dengan pemanfaatan batangnya sebagai produk mebel. Memang nggak semewah pohon jati, tetapi cukup kuat lho.
Selain itu, ada gaya hidup unik yang masih berlangsung hingga sekarang, yaitu berbagi daun salam. Masyarakat yang stok daun salamnya habis atau lupa membeli di pasar bisa nempil (meminta sedikit) daun salam kepada tetangga mereka. Nggak tanggung-tanggung, bahkan dipersilakan memetik langsung dari pohonnya sendiri.
Sementara Emak saya justru memiliki hobi unik yaitu membagikan bibit pohon salam kepada tetangga hingga kerabat, dari hasil semaiannya tempo waktu. Saya kira, mungkin begitulah eksekusi berbagi yang selalu hadir dalam lini kehidupan masyarakat adat ketimuran.
Buah Salam, dan Memori Pistol Mainan
Kendati daun salam adalah rempah yang harus selalu distok di dapur, saya pribadi jauh lebih tertarik pada buahnya. Buah salam memiliki ukuran kecil, berdiameter sekira 0,5 cm, berwarna merah bila matang, dan terasa manis sepet yang unik.
Anak-anak generasi sekarang mungkin kurang familiar dengan buah ini. Namun, generasi 90-an dan Gen Z awal tentu tahu bahwa buah ini adalah peluru kuat. Iya, selain bisa dikonsumsi ketika sedang membolang (berpetualang ala anak-anak pedesaan), buah salam terkadang dijadikan peluru pistol mainan yang terbuat dari bambu. Daya lentingnya kuat, tetapi tidak melukai lawan saat mengenai target. Sehingga banyak digandrungi sebagai peluru.
So, gimana menurut kawan-kawan sekalian?
Baca Juga
-
Penyelamat Tanggal Tua! Ini Alasan Bayam Jadi Sayuran Wajib Buat 'Survive in This Economy'
-
Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory
-
Review Fatal Proximity to Him: Poster Bikin Kepincut, Eksekusi Agak Kecut
-
Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan
-
Ulasan Drama Love For You: Saat Hidup Nyeseknya Zhang Jing Yi Nembus Layar
Artikel Terkait
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Rahasia Bumbu Aromatik Masakan Nusantara dan Segudang Manfaat Kemangi
-
7 Rekomendasi Lulur Rempah untuk Ketiak agar Cerah dan Harum
-
Semantik Terasi dalam Masakan Jawa sebagai Penyedap dan Gema Mistika Pekat!
-
5 Keunikan Novel The Great Gatsby, Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangga
Lifestyle
-
PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis
-
Anti Lepek! 5 Rekomendasi Hair Powder Praktis agar Rambut Bervolume
-
Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!
-
4 Calming Sheet Mask Korea Penyelamat Atasi Wajah yang Mudah Kemerahan
-
Bebas Bibir Pecah: 4 Lip Care Sunflower Seed Oil Penjaga Kelembapan
Terkini
-
489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam
-
A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata
-
Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja
-
Bye-Bye Lapar Mata! Saat Pajak E-Commerce Bikin Anak Muda Otomatis Jadi Minimalis
-
Sinopsis Rock Paper Landmine, Drama Misteri Jepang Mori Nana di Prime Video