Dibukanya bursa transfer pemain musim dingin di liga-liga Eropa tentunya juga menjadi kesempatan bagi banyak klub untuk mulai berburu pemain baru jelang paruh ke-2 musim 2024/2025.
Pada saat ini pula banyak pemain yang mengalami lonjakan nilai pasar atau market value, termasuk para pemain abroad timnas Indonesia yang berkarir di benua Eropa.
Tercatat, banyak pemain timnas Indonesia yang merumput di benua Eropa mengalami lonjakan nilai pasar atau market value usai menunjukkan performa gemilang baik bersama klubnya, maupun tim nasional selama paruh pertama musim 2024/2025 kali ini.
Siapa saja pemain yang mengalami lonjakan nilai pasar tersebut? berikut adalah usalannya.
1. Jay Idzes
Bek tengah sekaligus pemain yang kini menjabat sebagai wakil kapten timnas Indonesia tersebut menjadi salah satu pemain yang mengalami lonjakan nilai pasar usai paruh pertama musim 2024/2025.
Melansir dari laman berita Suara.com pada Rabu (25/12/2024), bek berusia 24 tahun yang kini membela klub Italia, AC Venezia tersebut mengalami peningkatan market value yang awalnya berada di nilai Rp43,45 miliar menjadi Rp52,14 miliar.
Kenaikan market value ini sendiri disinyalir karena pemain berpostru 190 cm tersebut sukses menunjukkan performa gemilang bersama klubnya saat ini. Di sisi lain, Jay Idzes juga terbilang cukup sukses bersama timnas Indonesia yang kini tengah berjuang di babak round 3 ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
2. Kevin Diks
Bek kanan berusia 28 tahun ini juga menjadi salah satu pemain timnas Indonesia yang mengalami peningkatan market value jelang bursa transfer musim dingin. Melansir dari laman Transfermarkt, mantan pemain timnas Belanda U-18 ini mengalami kenaikan yang awalnya berada di angka Rp69,53 miliar menjadi Rp78,22 miliar.
Debutnya bersama timnas Indonesia pada bulan November 2024 lalu dan juga performa gemilangnya di klub Denmark, FC Copenhagen juga disinyalir membuat kenaikan signifikan dari market value pemain berdarah Maluku tersebut. Kini, sang pemain juga dikabarkan diminati oleh banyak klub di liga-liga Eropa untuk direkrut di sisa musim 2024/2025 ini.
3. Ragnar Oratmangoen
Penyerang timnas Indonesia ini juga diketahui mengalami kenaikan market value jelang akhir tahun 2024. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, kenaikan nilai pasar pemain klub Belgia, FCV Dender tersebut sebelumnya berada di angka Rp7,82 miliar kini menjadi Rp10,43 miliar.
Performa gemilangnya bersama timnas Indonesia dan juga di liga Belgia di paruh pertama musim 2024/2025 disinyalir menjadi penyebab kenaikan striker yang juga bisa menjadi winger tersebut.
Nah, itulah beberapa pemain timnas Indonesia yang mengalami kenaikan market value tertinggi di paruh pertama musim 2024/2025 ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
-
Perang Kian Memanas di Timur Tengah, Piala Asia 2027 Terancam Ditunda?
Artikel Terkait
-
Pemain Muda FC Twente: Mees Hilgers Beri Bimbingan Ekstra
-
Singkirkan Timnas Indonesia, Pemain Filipina Langsung Dipecat oleh Klub BRI Liga 1
-
Fans Malaysia Sindir Timnas Indonesia usai Gagal Lolos ke Semifinal AFF
-
Siapa Ibu Daniel Klein? Calon Kiper Timnas Indonesia Keturunan di Luar Belanda
-
Amin Bareng! Thom Haye dan Jay Idzes Feeling Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Sinopsis The Good Lawyer, Thriller Hukum Laurent Lafitte Hadir 9 November
-
Anime Disney Twisted-Wonderland Umumkan Jadwal Tayang Episode of Savanaclaw
-
Bahasa Indonesia Kalah Populer di Negeri Sendiri, Mengapa?
-
Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?
-
Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan