Penyerang naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son menampilkan permainan impresif di gelaran ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024. Dalam empat kali pertandingan yang dia mainkan, pemain berdarah Brazil ini sukses menciptakan tujuh gol bagi negara barunya tersebut.
Hebatnya, menyadur laman transfermarkt, tujuh gol yang diciptakan oleh Xuan Son tak hanya menyasar tim-tim dengan kualitas medioker kawasan Asia Tenggara seperti Myanmar dan Singapura, namun juga tim dengan kualitas terbaik Asia Tenggara sekelas Thailand.
Laman aseanutdfc.com merilis, pemain berusia 27 tahun tersebut menjadi aktor utama di balik kemenangan 2-1 Vietnam dengan menciptakan brace di laga final leg pertama yang dilangsungkan di kandang mereka sendiri.
Kesuksesan pemain bernama asli Rafaelson Bezerra Fernandes dalam menjebol gawang Thailand hingga dua kali dalam satu laga tersebut tentu saja kembali mengingatkan perihal komentar warganet Vietnam yang membandingkan kualitas sang pemain dengan Jay Idzes.
Ramai dalam pemberitaan beberapa waktu lalu, salah seorang warganet Vietnam, Nguyen Van Bolxtox menuliskan melalui akun facebooknya bahwa bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes hanya akan menjadi pemain amatir jika nantinya dirinya bertemu dengan Nguyen Xuan Son.
Tentu saja kita harus menyikapinya dengan fair terkait pernyataan ini. Meskipun belum terbukti kebenarannya, namun kualitas yang dimiliki oleh Xuan Son ini berpotensi untuk membuat repot Jay Idzes dan lini pertahanan Indonesia.
Dan jika mengingat Xuan Son yang sukses mengoyak gawang Thailand dua kali di partai final leg pertama lalu, tentunya hal tersebut menjadi sebuah warning bagi lawan-lawan yang bakal mereka hadapi, termasuk Jay Idzes di Timnas Indonesia.
Satu hal lagi, Nguyen Xuan Son adalah pemain yang kuat dalam duel satu lawan satu. Meskipun dikawal sedemikian rupa, pemain yang satu ini selalu saja memiliki cara untuk mengecoh dan lepas dari kawalan pemain lawan. Tak jarang, dalam situasi sesempit apapun, pemain yang kini memperkuat klub Nam Dinh FC tersebut tetap bisa melepaskan tembakan yang mengancam jala gawang lawan.
Dan kekuatan inilah yang bisa dijadikan modal untuk bertarung melawan Jay Idzes. Selama ini, kita juga mengetahui bahwa Jay Idzes adalah pemain belakang yang kuat dalam duel satu lawan satu. Pemain-pemain berkelas Serie A seperti Vlahovic, Lautaro Martinez, hingga Romelu Lukaku yang kualitasnya sudah tak diragukan lagi, juga kesulitan untuk melewati hadangan dari pemain yang satu ini.
Jadi, dengan kekuatan yang relatif sama, yakni sama-sama kuat saat duel satu lawan satu, bukan tak mungkin Nguyen Xuan Son akan menjadi lawan yang seimbang bagi Jay Idzes dan membuat pertarungan antara Timnas Indonesia melawan Vietnam menjadi lebih menarik di masa mendatang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
-
Ironisme Skuat Final FIFA Series 2026: Saat Pemain Paling Menjanjikan Harus Ternafikan
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
Artikel Terkait
-
9 Pemain Abroad yang Kontraknya Habis Akhir Musim Ini, Siapa Minat?
-
Indra Sjafri: 60 Persen Pemain Timnas Era Evan Dimas Tidak Lanjut di Sepak Bola
-
Sebuah Ironi! saat Asnawi Raih Pasaran Tertinggi, Harga Pratama Arhan Justru Terjun Bebas
-
Dirtek Trabzonspor Sudah Ambil Langkah untuk Boyong Kevin Diks
-
Bikin Posisi Shin Tae-yong Tertekan di Timnas Indonesia, Pelatih Laos: Saya Akan Lebih Terkenal
Hobi
-
John Herdman Akui Uniknya Atmosfer GBK usai Debut bersama Timnas Indonesia
-
3 Tantangan yang akan Dihadapi Marc Marquez di MotoGP Amerika 2026
-
Jadwal F1 GP Jepang 2026: 3 Tim akan Tampil dengan Desain Mobil Istimewa
-
Resmi Diperkenalkan! Inilah Sosok Maple, Zavu, dan Clutch yang Akan Meriahkan Piala Dunia 2026
-
Moge Matic Rasa Manual, Honda X-ADV Bisa Oper Gigi Pakai Tombol
Terkini
-
Inspirasi Kebijaksanaan Hidup dalam Novel Sang Pemanah
-
Ulasan Novel O, Garis Tipis Antara Topeng Monyet dan Topeng Kehidupan
-
Taeyong dan Haechan NCT Sumbang Lagu Duet di OST Drama Mad Concrete Dreams
-
Menghindari 'Lautan Manusia': Strategi Liburan Lebaran Tanpa Emosi
-
Di Antara Waras dan Gila: Membaca Luka Sosial dalam Novel Jack & Si Gila