Seperti yang telah diketahui oleh khalayak, Timnas Indonesia U-20 mengawali gelaran Piala Asia U-20 dengan hasil yang sangat tidak memuaskan. Menurunkan kekuatan terbaiknya di laga perdana kontra Iran, anak asuh Indra Sjafri tersebut digulung oleh sang lawan dengan skor cukup telak, tiga gol tanpa balas.
Hasil minor yang didapatkan oleh Pasukan Garuda Nusantara tersebut tentunya cukup mengecewakan berbagai pihak dan menjadikan mereka sebagai sorotan. Pasca pertandingan tersebut, warganet Indonesia, terlebih mereka yang berada di dalam barisan pencinta Timnas Indonesia, langsung memberikan beragam tanggapan yang tentunya mayoritas bernada negatif.
Tak hanya mendapatkan tanggapan dari dalam negeri, kekalahan telak Timnas Indonesia dari Iran tersebut juga mendapatkan tanggapan yang cukup "panas" dari akun media sosial resmi AFC.
Pada akun YouTube AFC Asian Cup yang merupakan kanal resmi dari induk sepak bola Asia, AFC menuliskan judul yang "lain daripada yang lain" dan cukup membuat para pembaca gerah.
"Bicycle Kicks Caps Garuda's Horror Start! (Gol Tendangan Putar Tandai Awal yang Menyeramkan bagi Garuda)" tulis AFC di kanal YouTube AFC Asian Cup (13/2/2025). Judul ini sendiri memang terkesan lain daripada yang lain, karena jika kita melihat judul-judul highlight pertandingan lainnya, AFC tak menuliskan judul "semeriah" ini.
Bahkan, jika dibandingkan dengan judul-judul lainnya, pemilihan kalimat yang mengangkat Timnas Indonesia ini juga cenderung aneh. Pasalnya, pada judul-judul video lainnya, AFC lebih prefer untuk memberikan judul berupa apresiasi kepada tim-tim yang menang, alih-alih pihak yang kalah seperti Timnas Indonesia di laga pertama lalu.
Selain itu, memberikan judul yang bernada hiperbola seperti di atas juga bukan sebuah hal yang menjadi ciri khas AFC. Sebagai akun resmi organisasi sebesar AFC, mereka lebih sering menuliskan judul yang normatif dan cenderung normal untuk dibaca, tak seperti ketika menanggapi laga perdana Indonesia kemarin.
Seperti contoh, ketika menayangkan highlight pertandingan antara Thailand melawan Jepang, AFC menuliskan judul apresiatif dengan menjadikan Jepang selaku pemenang sebagai subjek judul.
"Samurai Blue Secure Comfortable Opening Win (Samurai Blue Amankan Kemenangan Pembuka)" tulis AFC di highlight video tersebut.
Jika dilihat-lihat, agak lain memang AFC dalam menuliskan judul terkait pertandingan perdana Timnas Indonesia. Apakah ini sebuah bentuk sindiran, atau justru bagian dari marketing mereka?
Entahlah, karena yang jelas dibandingkan dengan highlight pertarungan lainnya, pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Iran ini memang menjadi video yang mendapatkan penonton terbanyak hingga saat ini.
Baca Juga
-
Komposisi Paling Mewah, Tak Salah John Herdman Jadikan Lini Pertahanan Modal Utama Skuat Garuda
-
Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
-
Provisional Skuat, John Herdman dan Kemewahan Lini Bertahan Garuda yang Urung Menjadi Nyata
-
Kembali Masuk Daftar Panggil, Akankah Elkan Baggott Comeback ke Timnas Indonesia?
Artikel Terkait
-
Denny Landzaat: Jairo Riedewald akan Bergabung dengan Timnas Indonesia
-
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Uzbekistan di Piala Asia U-20 2025: Kembalinya Formasi Tiga Bek
-
Kans Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2025: Statistik, Kekuatan Lawan, Peluang
-
Denny Landzaat: Saya Sudah Bertemu Orang Terpenting di Indonesia
-
Laga Hidup Mati Timnas Indonesia vs Uzbekistan di Piala Asia U-20 2025 Hari Ini, Harus Menang!
Hobi
-
Komposisi Paling Mewah, Tak Salah John Herdman Jadikan Lini Pertahanan Modal Utama Skuat Garuda
-
Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
-
Provisional Skuat, John Herdman dan Kemewahan Lini Bertahan Garuda yang Urung Menjadi Nyata
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
Terkini
-
Kampus Meretas Batas: Ketika Pendidikan Berani Berpikir Berbeda
-
Predator Berjubah Dokter: Mengurai Benang Kusut Nafsu dalam Mimpi Ayahku
-
Bertualang Sambil Belajar Geografi di Novel Bintang Karya Tere Liye
-
Gaya Kemeja ala Jennie BLACKPINK: Dari Gaya "Bangun Tidur" Jadi Effortless Chic
-
Lebih dari Sekadar Romantisasi Kematian: Review Novel Berpayung Tuhan