Apriyani Rahayu Jalani comeback manis di ajang Orleans Masters 2025 bersama Siti Fadia Ramadhanti. Ajang Orleans Master 2025 menjadi debut pertamanya setelah mengalami cedera cukup lama. Ajang ini juga menjadi persiapan pasangan ini sebelum terjun di All England 2025 pekan depan.
Dilansir dari laman bwfworldtour.bwfbadminton.com, Selasa (4/3/2025), Apriyani Rahayu/Siti Fadia sukses kalahkan pasangan China Taipei, Sun Shuo Yui/Yui Chieh Hui denhan 2 gim langsung, 21-11 dan 21-17.
PBSI kembali memasangkan Apriyani Rahayu dengan Siti Fadia karena memang mereka pasangan sejak awal. Pensiunnya Greysia Pooli membuat Apriyani dipasangkan dengan Siti Fadia. Namun cedera yang dideritanya membuat untuk sementara keduanya dipisahkan.
Sementara Siti Fadia tetap bermain berpasangan dengan pasangan lain. Bahkan dalam beberapa ajang Siti Fadia merangkap di 2 nomor, ganda putri dan campuran. Hebatnya Siti Fadia mampu meraih gelar pertamanya di Thailand Masters 2025 bersama Lanny Tria Mayasari.
Dalam pertandingan tadi malam, Apriyani/Siti Fadia menunjukkan dominasinya sejak awal gim pertama. Mereka mampu unggul dengan cepat hingga skor mencapai 14-6. Dan gim pertama diakhiri dengan kemenangan cukup telak 21-11.
Situasi gim kedua agak mengalami perbedaan. Pasangan China Taipei melakukan perlawanan sengit. Evaluasi yang dilakukan oleh pelatih membuat mereka hanya terpaut skor tipis saat interval gim kedua, 11-10 untuk keunggulan Apriyani/Siti Fadia.
Pertarungan setelah interval kedua tetap berlangsung sengit. Terbukti skor sempat menyetuh angka 17-18 masih dengan keunggulan Apriyani/Siti Fadia. Namun pasangan Indonesia dengan jam terbang yang lebih tinggi mampu menutup gim kedua dengan skor 21-17.
Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan keduanya setelah 6 bulan dipisahkan karena cedera. Di babak 16 besar, mereka akan berhadapan dengan pasangan Denmark, Julie Finne-Ipsen/Mai Surrow yang secara mengejutkan mengalahkan unggulan ke-8 dari China.
Secara matematis peluang Apriyani/Siti Fadia lolos ke babak 8 besar sangat besar. Sebab pasangan Denmark ini bukan pasangan terkuat di negaranya. Jika kemenangan mampu diraih, akan menjadi modal besar lagi bagi Apriyani/Siti Fadia untuk terjun di All England 2025 pekan depan.
Selain Apriyani/Siti Fadia, satu pasangan ganda putri Indonesia pun lolos babak 16 besar. Meilysa Trias/Rachell secara mengejutkan mengalahkan unggulan ke-3 dari Thailand, Laksika Kanlaha/Phatalmas Meunwong. Kemenangan ini menjadi revanche Meilysa Trias/Rachell atas kekalahannya di Thailand Masters 2025 bulan lalu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
-
Alih-alih Yakin Kalahkan Brazil, Erling Haaland Malah Bilang Begini!
Artikel Terkait
-
Rekap Orleans Masters 2025 Day1: Dua Wakil Indonesia Melaju ke Babak 16 Besar
-
All England 2025, Peluang Tunggal Putra Sabet Gelar Juara Bertahan?
-
Mundur All England, Anthony Ginting Terancam Keluar Top 20 Dunia
-
Orleans Masters 2025 Day 2: Jadwal Laga Enam Wakil Indonesia
-
Orleans Masters Day 1: Jadwal Laga 3 Wakil Indonesia, Ada Apri/Fadia
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?
-
A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang
-
Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa