Pemain belakang klub Venezia, Jay Idzes dipastikan bakal kembali menjadi andalan Timnas Indonesia di laga lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga.
Sepertimana yang dirilis oleh laman jadwal AFC, Pasukan Merah Putih akan kembali bertarung menghadapi Australia dan Bahrain di bulan Maret 2025 ini. Dari laman yang sama diinformasikan, pertandingan melawan Australia akan tersaji pada Kamis (20/3/2025), sementara pertandingan melawan Bahrain akan berlangsung lima hari kemudian.
Uniknya, jelang pertarungan melawan Australia, kapten Timnas Indonesia yang mentas di Liga Italia Serie A tersebut buka-bukaan terkait pemain yang menjadi lawan terberatnya di lapangan.
Dalam sebuah video wawancara yang diunggah oleh akun TikTok vidiosport (16/3/2025) lalu, pemain berusia 24 tahun tersebut mengakui nama-nama penyerang paling menyulitkan yang pernah dia hadapi di perjalanan karier sepak bola profesionalnya.
"Siapa penyerang terberat yang pernah anda hadapi di Serie A?" tanya pihak TikTok vidiosports.
"Sejauh ini, kami sudah bermain dengan melawan semua orang (pemain)," jawab Jay Idzes.
"Saya bisa mengatakan Lautaro Martinez adalah pemain yang hebat, tentu saja. Dia pemain yang cerdas, tapi mungkin bukan yang terberat yang pernah saya hadapi. Tapi dia kuat dan benar-benar cerdas membaca setiap situasi," lanjutnya.
"Tapi menurutku, mungkin lawan terberat adalah (Romelu) Lukaku, karena dia sangat besar, dia kuat, dan tahu cara menggunakan tubuhnya dengan baik," imbuhnya.
"Jadi, saya pikir ya mungkin dua orang itu." simpul pemain yang terkenal dengan penampilannya yang klimis itu.
Dari penjelasan yang diberikan oleh Jay Idzes, dirinya menyebutkan dua nama yakni Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku adalah pemain terberat yang pernah dihadapinya di pentas Liga Italia Serie A.
Lantas, apa hubungannya dengan laga melawan Australia ini? Patut untuk digarisbawahi, dua nama pemain yang disebutkan oleh Jay Idzes tersebut memiliki kelas tersendiri di persepakbolaan Eropa dan bahkan dunia.
Kualitas keduanya yang sudah tak diragukan lagi, tentunya jauh lebih baik daripada barisan penyerang yang dimiliki oleh The Socceroos saat ini.
Pasalnya untuk laga melawan Indonesia saat ini, Tony Popovich sang pelatih Timnas Australia, memanggil tiga nama yang secara kualitas tak sebanding dengan Martinez maupun Lukaku.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt.com, Popovich memanggil Brandon Borrello, Kusini Yengi dan Adam Taggart untuk mengawal lini serang Tim Negeri Kangguru.
Dari tiga nama tersebut, hanya Kusini Yengi yang bermain abroad bersama Portsmouth, dan itu pun di pentas Championship.
Sementara dua nama lainnya, adalah produk liga lokal, di mana Borrello saat ini bermain bersama Western Sydney FC dan Adam Taggart bermain untuk Perth Glory.
Bukan hanya terkait tempat mereka bermain yang masih kalah dengan Lukaku dan Martinez yang menjadi lawan terkuat Idzes, data analisis terkait kemampuan mereka pun masih berada di bawah level Martinez dan Lukaku.
Berdasarkan data kualitas pemain yang ada di laman fminside, Lukaku saat ini memiliki kemampuan di angka 79, sementara Lautaro Martinez memiliki kualitas di angka 87 dari skala 100 poin.
Sementara tiga penyerang Australia tersebut, kesemuanya memiliki kualitas yang tak sebaik duo lawan berat Jay Idzes itu. Berdasarkan data dari laman fminside, kemampuan Kusini Yengi saat ini berada di angka 52/100, sementara Adam Taggart dan Brandon Borrello sama-sama memiliki kualitas di angka 58/100.
Dengan kemampuan penyerang Australia yang masih berada di bawah Lukaku dan Martinez yang notabene adalah penyerang paling merepotkan bagi Jay Idzes, apakah ini adalah sebuah pertanda bahwa Timnas Indonesia bakal sukses kembali menuai poin?
Kita doakan demikian!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Patrick Kluivert Tak Percaya Australia Melemah Setelah Badai Cedera
-
Patrick Kluivert Tak Mau Bohong: Cukup Terlambat
-
Preview Australia vs Timnas Indonesia: Saatnya Garuda Rebut Kemenangan
-
Belum Bertanding, Patrick Kluivert Sudah Salahkan Pemain Timnas Indonesia
-
Pemain Timnas Indonesia Masih Berkeliaran di Jalanan Beberapa Jam Jelang Laga Kontra Australia
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?