Scroll untuk membaca artikel
Sekar Anindyah Lamase | Christian Fabio
Final Fantasy Pixel Remaster (Square Enix)

Final Fantasy kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu franchise terbesar dalam sejarah industri game. Baru-baru ini, Square Enix mengumumkan bahwa total penjualan seluruh seri Final Fantasy telah mencapai angka luar biasa, yaitu 200 juta kopi secara global.

Angka tersebut mencakup semua game dalam universe Final Fantasy, mulai dari seri utama, spin-off, remake, hingga rilisan mobile dan eksperimen lainnya. Ini bukan hanya pencapaian untuk perusahaan, tapi juga momen nostalgia bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.

Menariknya, salah satu kontributor utama dalam capaian tersebut bukanlah judul terbaru seperti Final Fantasy XVI atau Final Fantasy VII Rebirth, melainkan koleksi klasik yang diperbarui dalam Final Fantasy Pixel Remaster.

Seri ini, yang mencakup enam game pertama dari franchise, telah terjual lebih dari 5 juta kopi di seluruh platform, termasuk PC, mobile, PS4, Nintendo Switch, dan baru-baru ini, Xbox Series X|S.

Menurut artikel IGN, Pixel Remaster telah menyumbang dua juta penjualan hanya dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, peningkatan tajam dari laporan sebelumnya yang mencatat angka tiga juta.

Versi remaster ini bukan sekadar kemasan ulang, Square Enix menyematkan visual 2D pixel yang diperbarui, soundtrack yang bisa diganti antara versi original dan aransemen baru, UI modern, serta fitur tambahan seperti beastiary, galeri ilustrasi, dan pemutar musik. Bahkan, setiap game dalam bundle ini bisa dibeli terpisah, yang membuat angka penjualannya semakin mengesankan.

Keberhasilan ini terasa ironis sekaligus menarik. Pasalnya, Final Fantasy XVI dan Final Fantasy VII Rebirth sebelumnya dilaporkan tidak mencapai target penjualan yang diharapkan oleh Square Enix. Final Fantasy XVI sempat mencetak angka tiga juta kopi saat rilis, namun tidak ada pembaruan resmi setelah itu.

Di sisi lain, versi PC dari FF7 Rebirth berhasil mencetak rekor pemain bersamaan di Steam, membuat citra game ini kembali positif. Melansir dari GamesRadar, keberhasilan Pixel Remaster yang berbasis turn-based bahkan mengungguli game spektakuler seperti FF16 yang mengusung aksi penuh efek sinematik yang lebih memukai.

Lalu mengapa game klasik yang sudah berusia puluhan tahun bisa kembali relevan dan bahkan menyaingi rilisan baru? Salah satu jawabannya bisa jadi adalah multiplatform. Pixel Remaster diluncurkan secara bertahap di berbagai platform, membuatnya mudah diakses oleh lebih banyak pemain.

Artikel dari GameSpot menambahkan bahwa keberhasilan ini bertepatan juga dengan meningkatnya kehadiran Square Enix di platform Xbox, termasuk hadirnya Final Fantasy XIV di konsol Microsoft tersebut. Langkah ini tampaknya menjadi bagian dari strategi baru Square Enix untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Di tengah tren industri yang cenderung mendorong grafis realistis dan gameplay sinematik, keberhasilan Pixel Remaster membuktikan bahwa gaya klasik dan sistem turn-based masih punya tempat di hati banyak pemain. Bahkan, keberadaan fitur baru seperti opsi mempercepat perkembangan job di Final Fantasy III menunjukkan bahwa Square Enix tidak hanya membawa nostalgia, tapi juga mendengar kebutuhan pemain modern.

Dengan pencapaian 200 juta kopi terjual, Final Fantasy resmi bergabung dengan jajaran franchise elite dunia seperti Call of Duty, Pokemon, dan FIFA. Namun lebih dari sekadar angka, keberhasilan ini adalah bukti bahwa cerita yang kuat, karakter yang berkesan, dan gameplay yang solid akan selalu menemukan tempat di era apa pun.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Christian Fabio