Ketua umum PSSI, Erick Thohir pada akhirnya buka suara mengenai kondisi timnas Indonesia saat ini. Dilansir dari podcast di kanal YouTube The Haye Way, pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN Republik Indonesia ini menyebut dirinya cukup terbuka atas semua kritik yang ditujukan kepada dirinya secara personal atau kepada PSSI. Namun, dirinya juga menyebut kritik tersebut seyogyanya tak menyerang kepada pemain timnas Indonesia.
“Indonesia adalah negara demokrasi. Jadi ketika orang mengkritik saya, mengkritik federasi, mengkritik tim nasional. Ya, inilah kenyataan yang harus kita terima karena kritik membuat kita lebih kuat. Tapi yang benar-benar, benar-benar, sekali lagi saya katakan kepada semua orang, jangan hancurkan tim,” ujar Erick Thohir.
Pernyataan tersebut tentunya dikeluarkan oleh Erick Thohir usai timnas Indonesia U-17 gagal melaju ke babak semifinal ajang ajang Piala Asia U-17 2025.
Dilansir dari laman resmi PSSI, kala itu timnas Indonesia harus takluk 0-6 dari Korea Utara U-17 dan gagal menyamai rekor pada edisi 1990 silam. Namun, kendati gagal melaju ke babak semifinal Piala Asia U-17 2025, timnas Indonesia U-17 sukses lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2025 yang digelar di Qatar.
“Jangan hancurkan para pemain. Ini yang paling penting. Saya percaya itu. Jadi inilah alasan sebenarnya, kemarin setelah pertandingan, sekali lagi, saya memberikan rasa hormat kepada para pendukung. Anda memberi rasa hormat kepada para pemain. Sepak bola selalu sepak bola, tentang drama dan segalanya,” imbuh Erick Thohir.
Erick Thohir juga Soroti Kondisi Liga 1 yang Tertinggal di Kawasan ASEAN
Di sisi lain, Erick Thohir juga turut menyoroti kondisi liga Indonesia, khususnya Liga 1 yang dianggap tertinggal dari rivalnya di kawasan ASEAN.
Dilansir dari akun Instagram pribadinya, @erickthohir, beliau mengomentari kondisi liga Indonesia yang justru tertinggal dari Kamboja yang kini naik ke peringkat ke-5 menggeser Indonesia yang turun di peringkat ke-6 di kawasan AFF atau Asia tenggara.
Erick Thohir sendiri mengomentari usaha untuk memperbaiki liga, termasuk dalam pembersihan segala bentuk kecurangan dan mafia sepakbola di Indonesia. Dirinya beranggapan pembersihan dan perbaikan di liga Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh guna menjadikan atmosfir liga Indonesia yang lebih baik lagi.
“Ini sebabnya kita membersihkan liga, tentu saja kami tidak 100 persen mengendalikan liga 100 persen. Pasalnya Liga Indonesia sebenarnya sudah spin-off, dikelola untuk sementara, ada manajemen di sana,” ujar Erick Thohir.
Erick Thohir sendiir juga menyinggung keinginan para owner atau klub di Indonesia yang menginginkan adanya transformasi di ranah liga lokal.
Namun, Erick Thohir kembali mempertegaskan bahwa hal itu baru bisa dicapai jika seluruh elemen dalam atmosfir di liga Indonesia dapat bekerjasama dan menciptakan atmosfir yang sangat baik kedepannya.
“Jadi saya sampaikan kepada mereka, kalau konsisten seperti ini kita ubah seluruh manajemen, jadi kita harus membuat program. Nah sekarang mereka ingin nomor 1 di Asia Tenggara pada 2030,” imbuh Erick Thohir.
Tertinggalnya kualitas liga Indonesia, khususnya Liga 1 yang jadi kasta tertinggi di pesepakbolaan Indonesia memang cukup memprihatinkan.
Dilansir dari laman aseanfootball.org, di urutan pertama ada liga Thailand yang menjadi liga terbaik di kawasan ASEAN. Lalu, ada liga Vietnam dan Malaysia yang menempati posisi ke-2 dan ke-3. Di peringkag ke-4 ada liga Singapura.
Hal yang paling mengejutka adalah liga Kamboja dengan Cambodian Super League menapaki tangga ke-5 menyalip liga Indonesia yang menempati urutan ke-5 pada tahun 2024 lalu. Hal ini tentunya cukup ironis mengingat pesepakbolaan Indonesia yang digembar-gemborkan kian maju dalam 3 tahun terakhir justru dilampaui oleh liga Kamboja.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
-
Gunakan Format Kompetisi, Indonesia Bakal Bertemu Bulgaria di FIFA Series?
-
Luke Vickery Sudah Komunikasi dengan PSSI, Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadi Asisten John Herdman, Bagaimana Status Nova Arianto di Timnas U-20?
-
Sebut Ajang AFF Cup Penting, Ini Misi John Herdman Bagi Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
3 Calon Pengganti Marselino Ferdinan yang Absen di Timnas Indonesia vs China
-
Masih Konsolidasi, Erick Thohir Minta Semua Pihak Sabar Soal Gebrakan Danantara
-
ASEAN All Stars, Proyek Ambisius AFF yang Terancam Telan Kerugian Besar!
-
4 Tim Serie A Bersaing Dapatkan Jasa Kapten Timnas, Jay Idzes, Mana Saja?
-
Statistik Anyar Maarten Paes Bikin Berpotensi Jadi Legenda FC Dallas
Hobi
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
-
Provisional Skuat, John Herdman dan Kemewahan Lini Bertahan Garuda yang Urung Menjadi Nyata
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
-
Ikonik dan Langka: Ducati Panigale V4 Lamborghini Pertama di Indonesia
-
Jadwal F1 GP China 2026: Apakah Kemenangan Mercedes Berlanjut ke Shanghai?
Terkini
-
Tinggalkan BPM, Taemin SHINee Resmi Jadi Bagian dari Agensi G-Dragon
-
Lee Yoo Mi dan Kim Nam Gil Diincar Main Drama Sci-Fi Berjudul Nightmare
-
Anime Samurai Champloo Siap Diadaptasi Live Action oleh Produser One Piece
-
Selamat! Jisoo BLACKPINK Menerima Rising Star Award di Canneseries 2026
-
Seri Realme 16 5G Rilis di Indonesia, Spek Gahar Harga Mulai Rp 5 Jutaan