Total Energies BWF Sudirman Cup Finals 2025 yang berlangsung di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China telah bergulir dan sudah menggelar pertandingan group stage sejak Minggu (27/04/2025). Dari empat grup, dua di antaranya sudah memiliki masing-masing dua tim yang lolos ke perempat final.
Meski masih ada pertandingan lanjutan, tetapi dua tim dari Grup A dan Grup B sukses meraih kemenangan mutlak hingga apa pun hasil laga hari ketiga tidak akan banyak berpengaruh. Pasalnya, keempat negara dari dua grup tersebut sama-sama mendominasi lawan-lawannya dengan cukup impresif.
Dari Grup A sendiri, sudah ada tim China dan tim Thailand yang dipastikan menduduki puncak klasemen. Tim China sendiri berhasil keluar sebagai juara grup dan ditempel ketat oleh tim Thailand dengan gap poin yang tidak terlalu jauh karena sama-sama raih kemenangan sempurna.
Dua kali berlaga, tim China berhasil mengalahkan tim Algeria dengan skor 5-0 pada pertandingan hari pertama di hari Minggu (27/04/2025). Kelima nomor dari tim China yang turun tanding tampil impresif dan menang dengan gap poin yang cukup jauh.
Tidak berbeda dari laga hari pertama, tim China kembali menunjukkan dominasi pada pertandingan melawan tim Hong Kong. Dalam laga kedua pada Senin (28/04/2025), tim China menang 5-0 atas tim Hong Kong usai menurunkan line up yang andalan dengan variasi berbeda.
Dari dua laga tersebut, hanya Shi Yuqi dari nomor tunggal putra yang dipercaya turun tanding tanpa pengganti. Mengingat Shi Yuqi merupakan unggulan utama, tentu hasil maksimal sudah bisa diprediksi dengan sumbang poin untuk tim.
Tidak berbeda dengan China, Thailand juga sukses raih kemenangan ganda dan menjadi runner up Grup A. Tim Thailand memastikan kelolosannya dari babak penyisihan grup dengan mengalahkan tim Hong Kong dan Algeria yang sama-sama unggul 5-0.
Menariknya, Dechapol Puavaranukroh menjadi andalan tim Thailand dengan turun di tiga pertandingan dalam dua laga berbeda dan pasangan yang berbeda pula. Melawan Hong Kong, Bass Dechapol turun di dua nomor, yaitu ganda putra bersama Pakkapon Teeraratsakul dan ganda campuran dengan Supissara Paewsampran.
Sementara pada laga hari kedua melawan Algeria, Bass Dechapol dipercaya masuk line up untuk partai di nomor ganda putra berpasangan dengan Kittinupong Kedren. Dari kedua laga tersebut, bisa dikatakan Bass mampu menjadi ‘ace’ yang cukup fleksibel dipasangkan dengan pemain mana pun dalam tim, termasuk kemungkinan reuni dengan Sapsiree Taerattanachai.
Sementara dari Grup B, dua negara yang tembus babak selanjutnya adalah tim Taipei dan tim Korea Selatan. Kedua tim sama-sama kompak menang dengan skor 4-1 pada pertandingan babak penyisihan grup hari pertama. Tim Taipei menang dari tim Canada, sedangkan tim Korea Selatan unggul dari tim Rep. Ceko.
Pada laga hari kedua, tim Korea Selatan kembali memperoleh keunggulan 4-1 dari tim Canada karena kehilangan poin di nomor tunggal putra, sama seperti pertandingan sebelumnya. Di sisi lain, Taipei justru sukses mendominasi pertandingan melalui kemenangan sempurna dengan kalahkan Rep. Ceko 5-0.
Setelah ini, laga group stage Sudirman Cup 2025 masih menunggu hasil dari pertandingan yang tersisa dari Grup C dan Grup D pada Selasa (29/04/2025). Akan ada laga seru untuk menentukan tim mana yang bakal memastikan diri lolos ke perempat final menyusul China, Thailand. Taipei, dan Korea Selatan.
Di Grup C, akan berlangsung pertandingan dari tim Jepang dan tim Malaysia yang berpeluang lolos ke perempat final. Tim Jepang akan melawan tim Perancis, sementara tim Malaysia bertemu tim Australia.
Beralih ke Grup D, laga hari ini melibatkan tim Indonesia yang akan menghadapi tim India serta tim Denmark yang bertemu tim Inggris. Jika melihat hasil laga perdana, peluang tim Indonesia dan tim Denmark cukup besar lolos ke babak selanjutnya andai sukses raih kemenangan kembali.
Baca Juga
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Ruang Healing Versi Perempuan Modern: Saat Olahraga Bukan Cuma Soal Fisik
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?
-
Merdeka dari Standar Cantik: Perlawanan Perempuan terhadap Beauty Pressure
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
Artikel Terkait
-
Emil Audero Hampir Pasti Debut Lawan China, Timnas Indonesia Kebobolan Berapa Gol?
-
Pratama Arhan, Bangkok United dan Kans Ciptakan Memori Manis pada Musim Perdananya
-
PSSI Gelar Kongres Tahunan Sehari Jelang Timnas Indonesia vs China, Ada Apa?
-
Sinopsis Drama Such a Good Love, Dibintangi Wang An Yu dan Wang Yu Wen
-
Mertua Dibuat Deg-degan, Pratama Arhan Selangkah Lagi Angkat Trofi di Liga Thailand!
Hobi
-
Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya, Duel Dua Tim dengan Statistik Nyaris Identik
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia
-
Bantah Rumor Tak Akur, Marc Marquez Sebut Pecco Bagnaia Rekan yang Baik
-
Pilih Gabung Ducati, Pedro Acosta Ogah Pakai Motor KTM yang Tak Kompetitif
-
Jorge Martin: Aprilia akan Dukung Saya Sepenuhnya Demi Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?