Nasib kurang menguntungkan dialami oleh kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes dan klubnya, Venezia di matchday ke-37 Liga Italia Seria A.
Di tengah kondisi tim yang membutuhkan kemenangan untuk menghindari zona degradasi, klub asal kota seribu kanal tersebut justru terpeleset saat bertamu ke Cagliari.
Menyadur laman legaseriea.it, Venezia yang bertamu ke Unipol Domus yang merupakan kandang Cagliari, terempaskan dalam laga tersebut dan pulang dengan kebobolan tiga gol.
Dari laman yang sama diinformasikan, Venezia yang tampil cenderung menunggu, sudah harus kebobolan pada menit ke-11 melalui aksi Yerri Mina. Belum juga bangkit dari ketertinggalan, Venezia kembali kebobolan di menit ke-41 setelah sundulan dari Roberto Piccoli kembali menggetarkan jala gawang Andrei Radu untuk kali kedua.
Tak cukup sampai di sana, pada menit ke-71, tim tuan rumah kembali melesakkan gol ketiganya melalui tembakan kaki kanan Alessandro Deiola setelah memanfaatkan umpan manis dari Antoine Makoumbou. Alhasil, tiga gol tanpa balasan pun membuat Venezia terkapar dan membuat mereka tak menghasilkan poin di pekan ke-37 ini.
Kekalahan yang Membuat Venezia Membutuhkan Keajaiban di Pekan Terakhir
Imbas dari kekalahan yang diderita oleh venezia saat berjumpa dengan Cagliari di matchday ke-37 tampaknya cukup parah bagi tim Jay Idzes.
Setelah sebelumnya berhasil mentas dari jeratan zona degradasi pasca menang di laga melawan Fiorentina, kini Venezia harus kembali melorot ke posisi 19 klasemen sementara dan masuk dalam zona merah.
Dengan koleksi 29 poin saat ini, Venezia harus rela posisinya langsung dikudeta oleh dua tim sekaligus, yakni Lecce dan Empoli yang sama-sama memiliki 31 poin.
Kedua pesaing Venezia ini berhasil mendapatkan tambahan 3 poin setelah sukses mengalahkan lawan masing-masing di pekan ke-37 ini.
Dari laman match report Liga Italia Serie A diinformasikan, Lecce yang bermain melawan Torino berhasil mengalahkan sang lawan dengan skor tipis 1-0, sementara Empoli yang bertandang ke markas tim lemah Monza, berhasil mengatasi perlawanan tim tuan rumah dengan skor 3-1.
Kehilangan poin di saat yang krusial, dan di saat yang berbarengan para pesaingnya justru memetik kemenangan, membuat posisi Venezia semakin tak ideal.
Pada laga terakhir nanti, mereka bukan hanya harus mengandalkan perjuangan ekstra keras dan usahanya sendiri, namun juga harus menaruh harapan besar pada kekuatan doa guna menciptakan keajaiban.
Pasalnya, selain harus melawan tim sekelas Juventus yang tentu saja sangat sulit untuk dikalahkan, Venezia juga harus berharap salah satu dari dua pesaingnya, Lecce dan Empoli terjungkal.
Karena akan sangat sia-sia semua perjuangan yang dilakukan oleh Jay Idzes dan kolega di laga melawan Juventus nanti, ketika dua tim yang berada di atas peringkatnya tersebut juga menuai poin sempurna atas lawannya masing-masing.
Secara perhitungan, ketika Venezia nanti bisa meraih kemenangan namun di pertandingan lainnya Lecce serta Empoli juga menuai poin penuh, maka kemenangan itu tak akan berarti apa-apa bagi Venezia.
Alasannya jelas, karena poin yang Venezia miliki tak akan mampu melampaui capaian dua pesaingnya tersebut. Sebuah situasi yang tentunya cukup sulit dan problematik bukan?
Laga terakhir Liga Italia Serie A yang bakal menjadi penentu nasib Venezia sendiri akan dilangsungkan pada 26 Mei 2025 mendatang. Selain Venezia yang akan menjamu Juventus, pada tanggal tersebut dua tim lainnya yang turut menentukan nasib mereka juga akan bertarung.
Empoli yang kini berada di peringkat ke-18, akan menjadi tuan rumah bagi Hellas Verona, dan Lecce akan menjadi tamu bagi tim tradisional Italia, Lazio.
Jika melihat konstelasi perlawanan di pekan terakhir Serie A, kira-kira peluang Venezia untuk tetap eksis di liga berapa persen ya?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Pelatih Venezia Terpaksa Coret Jay Idzes: Masih Ada Harapan
-
3 Kondisi Sulit Venezia, Jay Idzes Cs Semakin Dekat Degradasi ke Serie B Italia
-
Jay Idzes Resmi Keluar! Venezia Terancam Degradasi usai Hadapi Juventus
-
Jadwal Pertandingan Jay Idzes di Liga Italia, Bakal Mati-matian Antar Venezia Jauhi Zona Degradasi
-
Duet Elkan Baggott dan Jay Idzes, Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs China
Hobi
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
-
Alex Rins Makin Bingung dengan Motornya, Yamaha Sudah Rekrut Ai Ogura?
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
Terkini
-
Economy Hingga Universal Basic Income: Beranikah Indonesia Mengubah Konsep UMR 8 Jam Kerja?
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
Laris Manis! Konser EXO Planet #6 'EXhOrizon' di Jakarta Resmi Tambah Hari
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?