Klub yang dibela oleh Emil Audero sang penjaga gawang Timnas Indonesia, Palermo akhirnya harus menutup rapat-rapat impian mereka untuk bisa promosi ke Liga Italia Serie A musim depan.
Pasalnya, dalam pertandingan babak play-off promosi-degradasi melawan SS Juve Stabia (18/5/2025), Palermo harus mengakui keunggulan sang lawan dengan skor tipis 0-1.
Menyadur laman match report transfermarkt.com, Palermo yang mengakhiri Serie B liga Italia di posisi ke-8, bertarung melawan Juve Stabia yang notabene berada di peringkat ke-5 pada liga yang sama.
Meskipun pertandingan berjalan relatif seimbang, namun pada akhirnya, Palermo yang diperkuat oleh Emil Audero Mulyadi harus bertekuk lutut dari sang lawan setelah gol tunggal dari Andrea Adorante di menit ke-67 menjadi pembeda hasil akhir pertandingan.
Bukan hanya meninggalkan kekecewaan, hempasan dari SS Juve Stabia tersebut juga membuat Palermo kehilangan kesempatan untuk bisa meninggikan kasta kompetisinya di musim depan, dan harus kembali mengais kesempatan yang sama di musim mendatang.
Kekalahan Palermo Membuat Timnas Indonesia Mendapatkan Berkah
Namun, kekalahan yang didapatkan oleh Emil Audero Mulyadi dan rekan setimnya di Palermo tersebut ternyata tak melulu mendatangkan kesedihan. Mungkin bagi Emil, kekalahan tersebut menjadi sebuah tamparan telak terkait dengan kelayakan timnya untuk bisa promosi.
Sehingga, sedikit banyak tentunya akan meninggalkan kekecewaan yang mendalam, karena merasa tak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin. Terlebih, dengan kekalahan itu, Palermo gagal melaju ke babak semifinal play-off dan harus menunggu setidaknya satu musim lagi untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama.
Namun di sisi lain, kekalahan Palermo di play-off menuju Serie A tersebut justru mendatangkan keberkahan bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, dengan gagalnya Palermo melaju ke babak semifinal play-off dan babak-babak sesudahnya, sang pemain memiliki kesempatan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia lebih awal.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert sendiri telah mengumumkan nama-nama pemain yang akan dibawanya untuk persiapan menyongsong laga menentukan melawan China dan Jepang di bulan Juni nanti.
Dalam 32 nama pemain yang dirilis, Emil Audero menjadi satu di antara lima kiper yang dipanggil oleh pelatih berkebangsaang Belanda tersebut, bersanding dengan Maarten Paes, Ernando Ari Sutaryadi, Arya Pratama, dan Nadeo Argawinata.
Sayangnya, kondisi untuk posisi penjaga gawang di Timnas Indonesia saat ini agak berbeda dengan sebelumnya. Karena sepertimana dikabarkan oleh berbagai media, penjaga gawang utama Indonesia dalam beberapa pertandingan terakhir, yakni Maarten Paes harus absen di laga melawan China, sehingga membuat Emil menjadi kandidat kuat untuk menggantikannya.
Namun, permasalahan justru muncul seiring dengan lolosnya Palermo ke babak play-off promosi-degradasi ke Serie A. Emil yang menjadi pemain andalan di bawah mistar gawang Palermo, berpotensi untuk tak bisa datang cepat ke pemusatan latihan, apalagi jika Palermo berhasil melaju jauh.
Jika menilik jadwal yang diunggah oleh akun instagram @seasiagoal, partai puncak penentuan tim promosi di babak play-off ini sendiri baru akan berakhir pada tanggal 2 Juni 2025 mendatang.
Dan jika Palermo terus melaju ke partai final play-off, maka besar kemungkinan Emil baru akan bergabung ke Timnas Indonesia pada tanggal 3 Juni 2025, yang mana tentunya sangat mepet dengan tanggal pertandingan melawan China yang digelar pada tanggal 5 Juni nanti.
Beruntungnya bagi Timnas Indonesia (meskipun tak beruntung bagi Emil), Palermo langsung terhenti langkahnya di pertandingan pertama babak play-off ini, sehingga membuka kans Emil untuk bergabung lebih cepat dengan skuat Merah Putih yang akan memulai pemusatan latihannya pada 26 Mei mendatang.
Sepertinya untuk saat ini, Emil tak perlu terlalu kecewa ya. Karena di balik kekalahannya bersama Palermo, ada keuntungan besar yang didapatkan oleh Timnas Indonesia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
John Herdman Cari Asisten Pelatih Lokal, Meski Layak, Sebaiknya Jangan Nova Arianto!
-
Usung Permainan Intensitas Tinggi, Kepelatihan John Herdman Jadi Akhir Era Pemain Uzur di Timnas?
-
Tak Perlu Tahunan, John Herdman Bisa Bawa Indonesia Juara Hanya dalam Hitungan Bulan!
-
Kasus Rafael Struick dan Pentingnya Seorang Pemain Mendapatkan Pelatih yang Tepat
-
Nestapa Indonesia Kini, Satu-Satunya Semifinalis AFC U-23 yang Terbuang Imbas Blunder Fatal PSSI
Artikel Terkait
-
Ramadhan Sananta Gabung Klub Brunei Darussalam, Karir Naik atau Turun?
-
Siapa Kenneth Perez? Pengamat Asing yang Sebut Mees Hilgers Bodoh dan Tak Punya Otak
-
Mohon Maaf Jay Idzes Konfirmasi Tak Bisa Main: Saya Dukung dari Bangku Penonton
-
Patrick Kluivert Pusing, Pemain Keturunan Kepulauan Tanimbar Batal Bela Timnas Indonesia
-
Blunder Mees Hilgers Disorot Media Asing, Pemain Termahal di ASEAN Bikin Kesalahan Besar
Hobi
-
Jadi Pelatih Termahal di Kawasan ASEAN, Kualitas John Herdman akan Diuji
-
Malaysia Open 2026: Revans dari Tan/Thinaah, Ana/Trias ke Perempat Final
-
10 Tips Pendakian Gunung yang Aman: Panduan Lengkap bagi Pendaki
-
John Herdman Cari Asisten Pelatih Lokal, Meski Layak, Sebaiknya Jangan Nova Arianto!
-
Pengamat Ini Sebut John Herdman Miliki Dua Sisi Kepribadian, Apa Saja?
Terkini
-
Film Malam 3 Yasinan: Drama Horor Keluarga yang Penuh Ketegangan!
-
3 Masker Gel untuk Kulit Kusam, Bikin Wajah Lebih Segar dan Glowing!
-
Film Uang Passolo: Ketika Pernikahan Jadi Ajang Gengsi
-
Drama China Will Love in Spring: Saling Hormat, Bentuk Cinta Paling Dewasa
-
Buku Teamwork 101, Keberhasilan Datang dari Kerja Sama